← Beranda
Punya 80 Juta Pengikut di Instagram, Kiper Tanjung Verde Vozinha Rindu Kehidupan Lama
Aprillia JP• Selasa, 29 September 2026 | 03.06 WIB
Penjaga gawang Tanjung Verde Vozinha di Piala Dunia 2026. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Kiper Tanjung Verde Vozinha mengaku kehilangan ketenangan dan privasi setelah penampilan apiknya di Piala Dunia 2026. Namanya kini dikenal luas di seluruh dunia.

Vozinha menjadi salah satu sosok penting dalam perjalanan mengejutkan Tanjung Verde pada debut mereka di Piala Dunia 2026. 

Penjaga gawang berusia 40 tahun itu tampil gemilang dengan mencatatkan clean sheet saat menghadapi Spanyol dan Arab Saudi. Penampilan itu membantu Tanjung Verde melaju ke babak 32 besar sebelum perjalanan mereka dihentikan Argentina dengan kekalahan 2-3.

Baca Juga: Alasan Vozinha Belum Debut di Colo-Colo Meski Berstatus Kiper Berpengalaman

Tanjung Verde sendiri merupakan negara kepulauan di lepas pantai barat Afrika dengan populasi sekitar 500 ribu jiwa. Keberhasilan mereka menembus fase gugur pada penampilan pertama di Piala Dunia menjadi salah satu kejutan dalam turnamen tahun ini.

Performa Vozinha bahkan masuk dalam nominasi Yashin Trophy, penghargaan untuk penjaga gawang terbaik dunia tahun ini.

Namun, popularitas yang datang setelah Piala Dunia justru membuat kehidupan pribadi Vozinha berubah drastis. Jumlah pengikutnya di Instagram melonjak dari sekitar 56.000 menjadi 28 juta.

“Saya kehilangan kedamaian dan ketenangan. Saya tidak lagi memiliki privasi,” kata Vozinha kepada surat kabar Inggris Observer dikutip dari Reuters.

Baca Juga: Vozinha Diizinkan Pakai Nama Julukan, Kiper Cape Verde Bisa Bela Colo Colo

Vozinha mengaku saat ini sulit melakukan aktivitas sehari-hari tanpa mendapat perhatian dari publik. Saat pergi ke restoran, misalnya, selalu ada orang yang meminta berfoto atau meminta tanda tangannya.

“Ketika saya pergi ke restoran, selalu ada seseorang yang ingin berfoto dengan saya atau meminta tanda tangan. Atau yang lebih buruk, seseorang merekam saya,” ujarnya.

Vozinha merasa tidak banyak yang bisa dilakukan untuk mengatasi situasi itu. Popularitas yang meningkat pesat membuat ruang pribadinya semakin terbatas. Dampak ketenarannya juga dirasakan oleh keluarganya di Tanjung Verde.

Menurut Vozinha, para penggemar bahkan datang setiap hari ke rumah ibunya untuk mencari sang kiper. “Saya tidak berada di sana, jadi saya tidak bisa membantu mereka,” kata Vozinha.

Di tengah sorotan itu, Vozinha juga mengungkapkan pandangannya mengenai ketenaran. Menurutnya, banyak orang menginginkan popularitas karena hanya melihat sisi positif dari kehidupan seorang figur terkenal.

“Banyak orang ingin menjadi terkenal, tetapi mereka hanya melihat sisi positif dari kenyataan tersebut,” tuturnya.

Baca Juga: Transfer Vozinha ke Colo-Colo Terancam Batal Usai RS Berkane Ajukan Tawaran Menarik pada Menit Akhir Negosiasi

Vozinha bahkan mengaku lebih memilih kehidupannya sebelum terkenal dibandingkan kondisi yang dijalaninya saat ini. “Sejujurnya, jika saya ditawari kehidupan yang saya jalani sekarang atau kehidupan yang saya miliki sebelumnya, saya akan memilih kehidupan yang dulu,” katanya.

Usai Piala Dunia 2026, Vozinha lalu meninggalkan klub kasta kedua Portugal, Chaves dan bergabung dengan klub Cili, Colo-Colo. Kiper berusia 40 tahun itu juga menjalani debutnya bersama klub anyar dengan clean sheet saat menghadapi Union Espanola di Copa Chile pada 27 Agustus.

EDITOR: Edi Yulianto