JawaPos.com - Manchester City mendapat pukulan besar setelah klub tersebut dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 pelanggaran aturan keuangan Premier League.
City sebelumnya didakwa atas 115 pelanggaran pada 2023. Setelah proses hukum yang berlangsung selama bertahun-tahun, keputusan akhirnya dilaporkan telah keluar. Namun, cerita ini masih jauh dari selesai karena City diperkirakan akan mengajukan banding dan sanksi akhir belum ditentukan.
Potensi hukuman dapat mencakup sanksi olahraga maupun finansial. Kondisi tersebut mulai menimbulkan kekhawatiran di lingkungan internal klub, terutama terkait dampaknya terhadap operasional dan keamanan pekerjaan para staf.
Suasana di akademi City disebut muram
Melansir Give Me Sport, menurut laporan Martyn Ziegler dari The Times, suasana di Akademi Sepak Bola City pada hari keputusan tersebut disebut "sangat muram".
Sejumlah staf dilaporkan mulai bertanya kepada atasan mereka mengenai hukuman yang mungkin diterima klub serta dampaknya terhadap pekerjaan mereka.
Kekhawatiran kehilangan pekerjaan bahkan disebut mulai muncul di antara para pegawai. Beberapa staf juga dikabarkan frustrasi karena para eksekutif yang berada di klub ketika dugaan pelanggaran terjadi dinilai belum tampil secara terbuka untuk menjelaskan situasi tersebut.
Kekhawatiran itu muncul karena hukuman yang berat berpotensi memberikan konsekuensi finansial besar bagi City. Klub mungkin perlu melakukan sejumlah penyesuaian apabila sanksi yang dijatuhkan berdampak terhadap pendapatan mereka.
Kemungkinan penjualan pemain, perubahan struktur gaji, hingga pemangkasan biaya operasional dapat menjadi bagian dari konsekuensi yang harus dipertimbangkan.
Namun, semua itu kemungkinan tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Jika City benar-benar mengajukan banding, proses hukum dapat kembali berlangsung cukup lama sebelum sanksi final diterapkan.
City belum menganggap kasus ini selesai
Manchester City sendiri belum mengakui bahwa proses tersebut telah berakhir. Dalam pernyataannya, klub menegaskan bahwa masih ada tahapan penting yang harus diselesaikan.
"Proses Liga Premier masih berlangsung, dengan elemen-elemen penting yang perlu diselesaikan dan tunduk pada kerahasiaan yang ketat."
Sikap tersebut sejalan dengan posisi City selama proses kasus berlangsung. Klub secara konsisten membantah melakukan pelanggaran dan memiliki hak untuk menempuh proses banding terhadap keputusan maupun sanksi yang nantinya dijatuhkan.
Pernyataan lama Guardiola kembali muncul
Di tengah perkembangan kasus tersebut, pernyataan lama Pep Guardiola kembali menjadi sorotan. Guardiola sebelumnya pernah menjelaskan bahwa dirinya secara langsung meminta penjelasan kepada klub ketika Manchester City pertama kali menghadapi tuduhan pelanggaran.
"Ketika mereka (klub) dituduh melakukan sesuatu, saya bertanya kepada mereka: 'ceritakan kepada saya tentang hal itu.'"
"Mereka menjelaskan dan saya mempercayai mereka. Saya berkata kepada mereka: "Jika kalian berbohong kepada saya, besok saya tidak akan ada di sini.""
Pernyataan tersebut kembali diperbincangkan setelah muncul laporan mengenai putusan terbaru terhadap City.
Unggahan samar Enzo Maresca
Pelatih City saat ini, Enzo Maresca, juga menarik perhatian setelah mengunggah pesan singkat di Instagram pada waktu yang berdekatan dengan munculnya kabar mengenai putusan kasus tersebut.
Unggahan Maresca berbunyi:
"Saatnya bernapas. Saatnya menganalisis. Saatnya belajar."
Pesan singkat tersebut kemudian memunculkan berbagai spekulasi mengenai kondisi internal klub.
Namun, tanpa penjelasan lebih lanjut dari Maresca, unggahan tersebut tidak secara langsung mengonfirmasi apakah berkaitan dengan kasus hukum yang sedang dihadapi Manchester City.
Untuk saat ini, perhatian utama tetap tertuju pada proses banding dan jenis sanksi yang nantinya mungkin dijatuhkan. Di internal klub, dampak keputusan tersebut sudah mulai terasa, terutama bagi staf yang menghadapi ketidakpastian mengenai masa depan Manchester City.
***