JawaPos.com — Manchester City dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 dakwaan pelanggaran aturan finansial Premier League setelah proses hukum panjang yang bermula dari dugaan manipulasi dana sponsor dan kontrak bayangan, dengan putusan komisi independen diumumkan pada 29 September 2026.
Vonis tersebut belum menjadi akhir karena Manchester City menyiapkan jalur banding.
Kasus ini menjadi salah satu perkara hukum terpanjang yang pernah membayangi Manchester City dan terus mengikuti klub di tengah persaingan kompetitif sepak bola Inggris.
Selama bertahun-tahun, klub mempertahankan posisi tidak bersalah, sementara proses penyelidikan, sidang tertutup, hingga putusan komisi independen terus berjalan dengan kerahasiaan hukum yang ketat.
Baca Juga: Premier League Akhirnya Rilis Pernyataan soal 114 Pelanggaran Manchester City
Dari Football Leaks hingga 115 Dakwaan
Awal kasus bermula pada 2018–2019 ketika media Jerman Der Spiegel mempublikasikan dokumen Football Leaks.
Dokumen tersebut mengungkap dugaan manipulasi dana sponsor dan keberadaan “kontrak bayangan” yang dikaitkan dengan petinggi Manchester City.
Pada Desember 2018 hingga Februari 2019, UEFA kemudian membuka investigasi formal terhadap Manchester City.
Proses itu berujung pada larangan tampil di Liga Champions UEFA selama dua tahun dan denda pada 2020, tetapi sanksi tersebut kemudian dibatalkan Pengadilan Arbitrase Olahraga atau CAS karena persoalan kadaluarsa waktu atau time-bar.
Peristiwa tersebut menjadi salah satu tonggak awal perjalanan hukum yang kemudian berkembang jauh lebih besar di level Premier League.
Babak baru muncul pada Februari 2023 ketika Premier League secara resmi mendakwa Manchester City atas 115 pelanggaran aturan keuangan.
Dakwaan tersebut mencakup periode sembilan musim, mulai 2009/2010 hingga 2017/2018, sehingga perkara ini tidak hanya menyangkut satu musim atau satu jenis dugaan pelanggaran.
Tuduhan Premier League mencakup dugaan pemberian informasi finansial yang tidak benar serta kegagalan bekerja sama secara penuh dalam proses investigasi.
Sejumlah tuduhan juga berkaitan dengan kesepakatan sponsor yang menurut Premier League mungkin tidak bernilai sebesar angka yang dilaporkan Manchester City, termasuk dugaan adanya pembayaran dari sumber lain.
Manchester City menolak tuduhan tersebut dan secara konsisten mempertahankan posisi jika seluruh transaksi finansial klub dilakukan secara sah.
Baca Juga: Roy Keane Desak Pemain Man City Buang Medali Usai 114 Pelanggaran
Komisi Independen Jatuhkan Vonis
Setelah proses sidang tertutup yang berlangsung pada akhir 2024 hingga 2025, komisi independen akhirnya menyampaikan temuan yang mengguncang perkara tersebut.
Manchester City dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 dakwaan yang sebelumnya diajukan Premier League.
Premier League menyebut komisi menemukan adanya kontrak dan kesepakatan “sham” yang digunakan untuk menggelembungkan pendapatan klub sekaligus mengurangi biaya.
Komisi juga menemukan adanya laporan keuangan yang dinyatakan tidak benar serta upaya menyembunyikan kondisi finansial sebenarnya, menurut pernyataan Premier League dalam materi kasus tersebut.
Putusan itu langsung mendapat respons keras dari Manchester City.
Klub menyatakan kecewa dan terkejut terhadap temuan komisi, sekaligus menegaskan masih memiliki bukti komprehensif yang menurut mereka mendukung seluruh posisi klub dalam perkara tersebut.
“Manchester City FC kini akan menempuh jalur banding yang tersedia, dengan alasan bahwa pendapat tersebut memuat kekeliruan materiil yang nyata, baik dari segi hukum, prinsip, maupun fakta, serta tidak dapat dipertanggungjawabkan,” demikian pernyataan resmi Manchester City.
Klub juga menegaskan proses Premier League masih berjalan karena sejumlah aspek penting perkara belum selesai.
Baca Juga: Manchester City Dinyatakan Bersalah, Eks Chairman Bicara Hukuman hingga Ancaman Keluar Liga
Manchester City Bersiap Hadapi Babak Banding
Manchester City belum menganggap putusan tersebut sebagai akhir dari perkara delapan tahun yang telah menyita perhatian sepak bola Inggris.
Klub menyatakan akan terus memperjuangkan posisinya melalui jalur regulasi dan hukum yang tersedia, termasuk mekanisme banding.
Sikap itu sejalan dengan pernyataan chairman Manchester City, Khaldoon Al Mubarak, yang sebelumnya menyebut keyakinan klub untuk membuktikan ketidakbersalahan mereka tetap kuat.
“Proses yang melibatkan Premier League ini masih panjang perjalanannya, dan keyakinan serta tekad kami untuk membuktikan bahwa Klub tidak bersalah tetap sama kuatnya seperti saat masalah ini bermula,” kata Al Mubarak kepada para pendukung.
CEO Manchester City Ferran Soriano juga memperingatkan proses tersebut masih membutuhkan waktu.
Dalam pertemuan dengan pejabat Premier League, ia dilaporkan mengatakan, “Butuh waktu delapan tahun untuk mencapai titik ini, dan masih akan dibutuhkan lebih banyak waktu lagi.”
Panjang proses hukum membuat hukuman akhir belum dapat dipastikan dari materi yang tersedia.
Sejumlah kemungkinan sempat dibicarakan, mulai dari denda dan embargo transfer hingga pengurangan poin atau pengusiran dari Premier League, tetapi belum ada sanksi final yang dikonfirmasi.
Perkara ini juga memiliki dampak besar karena periode dakwaan mencakup sejumlah musim ketika Manchester City meraih berbagai trofi utama.
Materi kasus menyebut klub memenangkan beberapa gelar Premier League dan Liga Champions selama periode yang tercakup dalam dakwaan, sehingga hasil akhir proses banding akan menjadi tahap penting berikutnya bagi klub.
Untuk saat ini, posisi kedua pihak masih berseberangan secara jelas.
Komisi independen telah menyatakan Manchester City bersalah atas 114 dakwaan, sedangkan klub menolak temuan tersebut dan menyatakan akan menempuh seluruh jalur banding yang tersedia.
Manchester City juga menyatakan telah menghormati prosedur selama delapan tahun dan mempercayai Premier League menjalankan perannya sebagai regulator secara independen, imparsial, dan adil.
Klub menambahkan mereka masih dibatasi dalam memberikan penjelasan lebih jauh karena proses hukum berikutnya belum selesai.
Dengan demikian, vonis 29 September 2026 bukan penutup perkara, melainkan pembuka babak baru dalam sengketa hukum Manchester City dengan Premier League.
Setelah 115 dakwaan diajukan pada 2023 dan 114 di antaranya dinyatakan terbukti oleh komisi independen, perhatian kini bergeser ke proses banding dan keputusan mengenai sanksi akhir.