JawaPos.com - Nasser Al-Khelaifi memastikan dirinya tidak tertarik menjadi penantang Gianni Infantino dalam pemilihan presiden FIFA.
Presiden Paris Saint-Germain itu menepis spekulasi mengenai kemungkinan dirinya mencalonkan diri sebagai orang nomor satu di badan sepak bola dunia tersebut.
Melansir ESPN, menurut Al-Khelaifi, ia tidak memiliki ambisi untuk mengambil posisi tersebut dan masih menikmati pekerjaannya saat ini.
"Saya sama sekali tidak tertarik pada FIFA, tidak memiliki agenda [atau] ambisi untuk berada di sana," kata Al-Khelaifi dalam konferensi pers setelah pertemuan tahunan European Football Clubs (EFC) di Kopenhagen, Denmark.
"Saya rasa saya bukan orang yang tepat untuk posisi ini dan sebenarnya saya tidak ingin pergi, saya menikmati apa yang saya lakukan," kata presiden juara Liga Champions PSG. "Saya rasa FIFA bukan untuk saya. Terima kasih."
Nama Al-Khelaifi sebelumnya muncul di tengah meningkatnya dinamika politik sepak bola Eropa menjelang pemilihan presiden FIFA.
Selain memimpin PSG, pria asal Qatar tersebut juga menjabat sebagai ketua EFC, organisasi yang mewakili sekitar 900 klub. Posisi itu membuatnya menjadi bagian dari komite eksekutif UEFA dan memiliki peran dalam pembahasan mengenai masa depan tata kelola sepak bola Eropa.
Spekulasi semakin berkembang setelah muncul penolakan terhadap sejumlah rencana Infantino, termasuk proposal terkait pembentukan perusahaan FIFA bernilai miliaran dolar dan rencana menjual sebagian keuntungan dari Piala Dunia mendatang kepada investor swasta.
Namun, Al-Khelaifi kini secara terbuka menyatakan bahwa dirinya tidak memiliki keinginan untuk mengambil alih kepemimpinan FIFA.
Ceferin Kritik Kepemimpinan FIFA
Pertemuan EFC di Kopenhagen berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan politik dalam sepak bola dunia.
Presiden UEFA Aleksander Ceferin menjadi salah satu tokoh yang paling vokal mengkritik arah kepemimpinan FIFA di bawah Infantino. Ia bahkan menyampaikan pidato yang secara tidak langsung menyasar gaya kepemimpinan presiden FIFA tersebut.
"Sepak bola tidak membutuhkan kaisar," kata Ceferin dalam pidatonya yang berlangsung hampir 10 menit.
Ceferin tidak menyebut nama Infantino secara langsung. Namun, sejumlah pernyataannya jelas mengarah pada kritik terhadap kebijakan dan gaya kepemimpinan FIFA dalam beberapa tahun terakhir.
"Sudah saatnya untuk mengatakan cukup," kata Ceferin, yang juga merupakan wakil presiden FIFA dan sebelumnya telah menyatakan tidak akan menjadi kandidat dalam pemilihan presiden FIFA.
"Aturan dilanggar ketika tidak menguntungkan. Mereka yang seharusnya memiliki suara justru disingkirkan. Dan masa depan sepak bola diperlakukan hanya sebagai alat tawar-menawar."
Ceferin dan Infantino sama-sama terpilih pada 2016, ketika FIFA sedang berada dalam salah satu krisis terbesar dalam sejarahnya setelah investigasi federal Amerika Serikat dan Swiss.
Al-Khelaifi Justru Mendorong Ceferin
Menariknya, alih-alih menawarkan dirinya sebagai calon pengganti Infantino, Al-Khelaifi justru memberikan dukungan kepada Ceferin.
Dalam pidatonya sendiri, presiden PSG tersebut secara terbuka meminta Ceferin kembali mencalonkan diri sebagai presiden UEFA.
"Sepak bola membutuhkan pemimpin hebat seperti Anda," kata Al-Khelaifi tentang Ceferin, sebelum menambahkan, "kami meminta Anda untuk mencalonkan diri sebagai presiden lagi tahun depan."
Ceferin sebelumnya mengatakan pada 2024 bahwa dirinya akan meninggalkan jabatan tersebut pada 2027. Namun, ia masih memiliki kemungkinan untuk mencalonkan diri kembali untuk masa jabatan keempat sekaligus terakhir.
Pemilihan presiden UEFA dijadwalkan berlangsung pada April mendatang di Astana, Kazakhstan.
Dengan situasi politik sepak bola Eropa yang sedang berkembang, posisi Ceferin dan Infantino akan menjadi salah satu perhatian utama dalam beberapa bulan ke depan. Sementara itu, Al-Khelaifi telah memperjelas satu hal: ia tidak berminat masuk dalam persaingan untuk menjadi presiden FIFA.