← Beranda
Daizen Maeda jadi Penentu Kemenangan Jepang di Drama Adu Penalti Kontra Ekuador
Antonius Oskarianto Adur• Jumat, 2 Oktober 2026 | 19.11 WIB
Penyerang timnas Jepang Daizen Maeda. (Dok. Daizen Maeda)

 

JawaPos.com - Tim nasional Jepang berhasil mengalahkan timnas Ekuador di turnamen persahabatan Piala Kirin. Laga yang berakhir dengan skor 0-0 (adu penalti 5-4) tersebut dimainkan di Stadion Internasional Yokohama, Kamis (1/10).

Mengalahkan Ekuador menandai kemenangan adu penalti timnas Jepang setelah 15 tahun. Dalam laga tersebut, kelima penendang tim tuan rumah sukses melakukan tugasnya dengan baik.

Daizen Maeda menjadi penendang terakhir untuk timnas Jepang. Ia melepaskan tendangan keras ke sudut kanan atas gawang yang gagal ditepis kiper Ekuador, Hernan Galindez.

Baca Juga: Prediksi Skor Jepang vs Ekuador: Samurai Biru Kunci Kemenangan

Pemain baru Ipswich Town itu mengaku kerap menjadi penendang penalti terakhir di tim-tim yang pernah dibelanya. Daizen Maeda juga sering menendang penalti di sesi latihan.

"Di Celtic, saya mencetak gol dari tendangan penalti kelima dan kami menang, dan saya juga pernah mencetak gol penalti dalam latihan, jadi saya senang bola itu masuk," kata Daizen Maeda yang dikutip dari Gekisaka, Jumat (2/10).

Saat menjadi penendang terakhir, Maeda tidak terlalu memikirkan banyak hal. Itulah mengapa, ia melepaskan tendangan keras ke sudut kanan atas gawang.

Baca Juga: Prediksi Skor Estonia vs Luksemburg di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang

"Saya tidak pandai taktik atau apa pun, jadi saya hanya menendangnya dengan sekuat tenaga," tegas Maeda.

Pujian diberikan Maeda kepada Zion Suzuki yang mampu menepis satu tendangan penalti dari Denil Castillo. Hal tersebut membuat pemain 28 tahun itu lebih tenang dalam menendang penalti.

"Zion telah melakukan penyelamatan yang solid sebelumnya, jadi saya tahu ini mungkin terdengar buruk, tetapi bahkan jika saya gagal, masih ada peluang, dan jika saya mencetak gol, itu akan menjadi gol yang menentukan kemenangan, jadi saya bisa rileks," pungkas Daizen Maeda.

EDITOR: Banu Adikara