JawaPos.com - Sanksi akhir akan dijatuhkan kepada Manchester City jika mereka terus meningkatkan konflik di Liga Inggris, dan sanksi pun terungkap.
Man City telah mengajukan "banding menyeluruh terhadap pendapat Komisi Premier League" setelah mereka dinyatakan bersalah atas semua tuduhan terkait pelanggaran serius terhadap peraturan keuangan liga.
Dalam pernyataan yang dirilis pada Jumat (3/10), pihak Man City menegaskan: "Posisi tegas klub adalah berdasarkan berbagai alasan, pendapat tersebut mengandung kesalahan materiil yang jelas—baik dari segi hukum, prinsip, maupun fakta—dan tidak dapat dipertanggungjawabkan."
“Klub tidak bersalah atas tuduhan yang dilayangkan oleh Premier League, dan terdapat rangkaian bukti komprehensif yang tak terbantahkan untuk mendukung seluruh posisi kami terkait kasus ini."
Baca Juga: Hormati Pep Guardiola, Jurgen Klopp Tak Terlalu Peduli dengan Vonis 114 Pelanggaran Manchester City
“Kami akan terus menghormati prosedur hukum yang berlaku dan, mau tidak mau, kami terbatas dalam hal apa yang dapat kami sampaikan lebih lanjut hingga seluruh proses ini rampung.”
Komisi independen menemukan Man City mengatur kontrak "palsu" dengan berbagai mitra komersial sebagai bagian dari "skema pendanaan terselubung" untuk mendongkrak pendapatan klub secara artifisial sebesar GBP 830 juta.
Menurut The Telegraph, Uni Emirat Arab (UEA) memperingatkan Perdana Menteri Inggris Andy Burnham bahwa mereka akan menarik investasi bernilai miliaran poundsterling dari Inggris sebagai tindakan balasan atas vonis bersalah terhadap Man City.
Baca Juga: Jamie Carragher Desak Manchester City Lakukan Cuci Gudang Pemain Usai Vonis 114 Pelanggaran
Burnham baru-baru ini memicu reaksi negatif dengan mengungkapkan kekhawatirannya bahwa pemilik Man City mungkin akan menjual klub tersebut, seraya berkomentar: "Yah, saya akan sangat khawatir jika kehilangan mereka. Mereka telah menjadi mitra yang sangat besar dalam pembangunan Manchester modern. Tentu saja, dalam membangun Manchester City menjadi kekuatan global seperti sekarang ini."
"Saya tidak bisa mengintervensi proses ini lebih jauh. Tindakan itu tidaklah tepat bagi saya. Menurut saya, keliru jika langsung mengambil kesimpulan sebelum benar-benar mempelajari semua rinciannya; namun jelas proses ini masih berlangsung, dan karena Manchester City masih menyanggah tuduhan tersebut, maka menurut saya tepat jika saya tidak berkomentar lebih banyak lagi."
Hukuman bagi Man City jika Konflik dengan Premier League Berlanjut
Jurnalis terkemuka di Inggris, Duncan Castles, yang bekerja untuk The Sunday Times dan Daily Record, mengunggah cuitan terkait hukuman yang akan dihadapi Man City jika pemilik klub terus melanjutkan konflik mereka dengan Premier League. Hukuman-hukuman tersebut meliputi:
- Pengeluaran dari Liga
- Penolakan EFL untuk menerima Man City ke dalam salah satu divisinya
- Pemberhentian pemilik, direktur, dan eksekutif Man City
Tampaknya Man City menghadapi risiko yang semakin serius, tidak hanya kehilangan status mereka di Liga Inggris, tetapi juga dilarang sepenuhnya untuk berkompetisi di empat liga teratas sepak bola Inggris, jika upaya banding mereka pada akhirnya gagal.
Baca Juga: Pep Guardiola Dukung Manchester City di Tengah Proses Banding
Para pemilik, direktur, dan eksekutif Man City juga bisa dipaksa untuk hengkang. Sementara klub menghadapi kemungkinan harus membangun kembali segalanya dari kompetisi di luar liga utama (non-liga).
Hal ini akan menandai kejatuhan yang mencengangkan dan belum pernah terjadi sebelumnya bagi salah satu klub sepak bola terkemuka di dunia.