← Beranda
Fred Bongkar Erik ten Hag: Taktiknya Hebat, tapi Gagal Kelola Ruang Ganti
M Shofyan Dwi Kurniawan• Senin, 5 Oktober 2026 | 23.30 WIB
Mantan gelandang Manchester United Fred menilai Erik ten Hag sebagai salah satu pelatih terbaik secara taktik yang pernah bekerja dengannya. Namun, ia mengkritik kemampuan Ten Hag dalam mengelola pemain. (Dok. SI)

JawaPos.com – Mantan gelandang Manchester United Fred memberikan penilaian blak-blakan mengenai Erik ten Hag. Menurutnya, pelatih asal Belanda itu merupakan salah satu pelatih terbaik secara taktik yang pernah bekerja dengannya, tetapi memiliki persoalan besar ketika harus mengelola pemain.

Ten Hag datang ke Old Trafford pada musim panas 2022 dengan reputasi tinggi setelah membawa Ajax tampil menarik dan bersaing di level tertinggi Eropa. Namun, perjalanan sang pelatih bersama Manchester United hanya bertahan sekitar dua tahun sebelum akhirnya dipecat.

Fred menjadi bagian dari skuad Manchester United pada musim pertama Ten Hag. Ia mengakui kemampuan taktik sang pelatih memang sangat bagus, tetapi hubungan dengan pemain menjadi persoalan yang sulit diabaikan.

Fred Puji Taktik Ten Hag

Melansir Sports Illustrated, Fred menjelaskan bahwa kemampuan seorang pelatih tidak selalu berjalan beriringan dengan kemampuannya mengelola ruang ganti.

“Ada pelatih yang sangat bagus secara taktik, tetapi sangat buruk dalam mengelola tim,” kata Fred kepada Charla Podcast. “Lalu ada pelatih yang sangat bagus dalam mengelola tim dan secara taktik sangat buruk.”

Ia kemudian membandingkan Ten Hag dengan Ole Gunnar Solskjaer.

“Sebagai contoh, [Ole Gunnar] Solskjaer, dia sangat bagus dalam mengelola tim, tetapi secara taktik... yah, dia memiliki [Michael] Carrick dan [Kieran] McKenna sebagai asistennya. Mereka berdua pernah bermain di Championship, dua mantan pemain yang berhasil membawa tim mereka promosi. Mereka banyak membantu, tetapi [Solskjaer] lebih fokus pada menyatukan tim.”

Ketika berbicara tentang Ten Hag, Fred tidak menutupi kritiknya.

“Lalu saya bekerja dengan Ten Hag. Secara taktik, Ten Hag adalah orang yang sangat bagus. Sangat cerdas. Tapi dalam kelompok, dia benar-benar brengsek. Dia tidak bisa mengatasinya, dia akan bertengkar dengan semua orang.”

Menurut Fred, Ten Hag sempat terlibat konflik dengan sejumlah pemain penting di ruang ganti Manchester United.

“Dia bertengkar dengan Cristiano [Ronaldo], dia bertengkar dengan Casemiro, lalu dia bertengkar dengan saya, dengan [Marcus] Rashford ... itu kasar. Orang itu kehilangan kendali atas ruang ganti.”

Fred bahkan mengaku dirinya ikut merasakan dampak dari keputusan Ten Hag.

“Dia tidak mau memainkan saya! Terkadang itu membuat stres. Hanya pemain-pemain Belanda-nya yang bermain. Pelatih yang sangat tertutup. Tapi secara taktik, dia adalah salah satu yang terbaik yang pernah bekerja sama dengan saya. Tim di lapangan sangat bagus.”

Perseteruan dengan Ronaldo Jadi Titik Panas

Salah satu konflik terbesar selama era Ten Hag di Manchester United adalah hubungannya dengan Cristiano Ronaldo.

Ten Hag datang ke Manchester United hanya setahun setelah Ronaldo kembali ke Old Trafford. Namun, pelatih asal Belanda tersebut tidak memberikan perlakuan khusus kepada sang superstar.

Ronaldo hanya empat kali menjadi starter di Premier League pada paruh pertama musim 2022/23. Perselisihan keduanya kemudian semakin membesar, terutama terkait tuntutan Ten Hag terhadap permainan bertahan Ronaldo.

Situasi tersebut akhirnya berujung pada wawancara kontroversial Ronaldo bersama Piers Morgan yang menjadi awal dari kepergiannya dari Manchester United.

Fred masih mengingat dengan jelas bagaimana situasi tersebut berkembang.

“Dia tidak memainkan Cristiano,” kenang Fred. “Cristiano bermain bagus, mencetak gol, lalu [Ten Hag] datang dan dia ingin tim bermain cepat. Cristiano sudah lebih tua, kami harus bermain cepat untuknya. Itu normal, tapi dia tidak menginginkan itu, jadi dia mencadangkan Cristiano. Terjadi sedikit drama.”

Baca Juga: Kevin Diks vs Nicholas Mickelson, Duel Bundesliga di Final Indonesia-Thailand FIFA ASEAN Cup 2026

Menurut Fred, ketegangan di dalam klub semakin terasa ketika rumor mengenai masa depan Ronaldo mulai bermunculan.

“Lalu ada pertandingan, semua orang bertanya apakah Cristiano akan pergi. Tidak ada yang bisa kami lakukan. Kemudian kami kembali dari pertandingan, begitu pesawat mendarat dan para wartawan mematikan mode pesawat di ponsel mereka... saat itulah dia memberikan wawancara di mana dia benar-benar mengkritik klub.”

Fred menggambarkan situasi tersebut sebagai kekacauan besar yang melibatkan banyak pihak.

“Para wartawan sampai berkata, 'Astaga!' Itu benar-benar kacau. Bolak-balik di dalam pesawat. Gila. Benar-benar kacau.”

Ia menilai beberapa pernyataan Ronaldo pada saat itu akhirnya membuat situasi semakin sulit dikendalikan.

“Dia mengatakan hal-hal yang seharusnya tidak dia katakan. Minggu itu benar-benar kacau. Lalu dia pergi.”

EDITOR: Hendra