JawaPos.com – Zinedine Zidane kini menghadapi salah satu tantangan terbesar dalam karier kepelatihannya. Setelah mengambil alih timnas Prancis, legenda Real Madrid tersebut harus meneruskan kesuksesan Didier Deschamps sekaligus menghadapi ekspektasi tinggi dari publik Prancis.
Menariknya, Zidane justru merasa lingkungan tersebut tidak terlalu asing. Baginya, tekanan yang menyertai pekerjaan sebagai pelatih Les Bleus memiliki kemiripan dengan apa yang pernah ia rasakan selama menangani Real Madrid.
Zidane Menikmati Tekanan
Zidane sudah sangat memahami seperti apa rasanya bekerja dalam lingkungan yang menuntut kemenangan setiap saat. Selama menjadi pemain maupun pelatih Real Madrid, ia terbiasa menghadapi ekspektasi besar di Santiago Bernabeu.
Kini, pengalaman tersebut menjadi bekal penting untuk menangani Prancis.
“Prancis memiliki kegilaan dan tuntutan yang sama seperti Real Madrid. Saya menyukai itu,” kata Zidane, seperti dikutip dari akun X Fabrizio Romano.
“Saat saya berada di Real Madrid, kesibukan tidak pernah berhenti, tetapi saya menyukai itu.”
Pernyataan tersebut menggambarkan bagaimana Zidane melihat tekanan bukan sebagai sesuatu yang harus dihindari. Justru, tuntutan tinggi menjadi bagian dari lingkungan yang membuatnya nyaman.
Di Real Madrid, kemenangan hampir tidak pernah menjadi akhir dari sebuah cerita. Setelah meraih satu trofi, tuntutan berikutnya langsung muncul. Begitu pula setelah memenangkan satu pertandingan, perhatian segera beralih kepada laga selanjutnya.
Zidane tidak hanya mampu bertahan dalam situasi tersebut. Ia berhasil menguasainya.
Baca Juga: Prediksi Susunan Pemain Indonesia vs Thailand: Ole Romeny Tanda Tanya, Baker Jadi Andalan
Pengalaman di Madrid Jadi Modal Berharga
Pengalaman Zidane bersama Real Madrid tentu menjadi modal besar ketika kini ia menangani tim nasional Prancis.
Mengelola pemain-pemain kelas dunia hanyalah salah satu bagian dari pekerjaannya. Tantangan lainnya adalah menghadapi sorotan media, ekspektasi suporter, serta tuntutan untuk selalu meraih trofi.
Lingkungan seperti itu sudah bukan sesuatu yang baru bagi Zidane. Selama menjadi pelatih Madrid, ia berhasil membawa klub tersebut meraih tiga gelar Liga Champions secara beruntun.
Pencapaian tersebut menjadi salah satu periode paling luar biasa dalam sejarah kompetisi Eropa.
Kini, tantangannya berbeda. Zidane tidak lagi bekerja setiap pekan di level klub, melainkan harus membangun tim nasional dengan waktu latihan yang jauh lebih terbatas.
Baca Juga: Kevin Diks vs Nicholas Mickelson, Duel Bundesliga di Final Indonesia-Thailand FIFA ASEAN Cup 2026