← Beranda
Curhat 1.096 Kata! Ronaldo Merasa Ditipu Dua Kali Jorge Jesus, Samakan Diri dengan Pele dan Maradona
Moch. Rizky Pratama Putra• Rabu, 7 Oktober 2026 | 14.20 WIB
Cristiano Ronaldo mengungkap alasan meninggalkan pemusatan latihan Timnas Portugal setelah merasa dua kali janji Jorge Jesus dilanggar. (Instagram @cristiano) 

 

JawaPos.com - Cristiano Ronaldo mengungkap alasan meninggalkan pemusatan latihan Timnas Portugal di tengah jeda internasional setelah merasa dua kali janji Jorge Jesus dilanggar.

Dalam pernyataan 1.096 kata yang dibagikan A Bola pada Selasa (6/10), Ronaldo menyebut polemik bermula dari rencana bermain 30 menit di Norwegia dan berujung pada keputusan meninggalkan tim.

Ronaldo menjelaskan persoalan pertama terjadi sebelum laga Norwegia.

Baca Juga: Prediksi Skor Buriram vs Borneo di ASEAN Club Championship: Thunder Castle Menang Tipis

Jorge Jesus sebelumnya mengusulkan Ronaldo tidak ikut perjalanan ke Norwegia dan Denmark, lalu pemain berusia 41 tahun itu menolak karena merasa tetap harus menjalankan tanggung jawab sebagai kapten Timnas Portugal.

Mengapa Ronaldo merasa dibohongi Jorge Jesus?

Ronaldo mengatakan Jorge Jesus sempat menyampaikan rencana jelas terkait keterlibatannya bersama Timnas Portugal.

Dalam pertemuan di Cidade do Futebol, Jesus disebut mengatakan, Ronaldo akan bermain pada laga pertama dan terakhir, dengan pergantian tiga atau empat pemain setiap pertandingan untuk menjaga kebugaran.

Baca Juga: Java United Datangkan Cleylton Santos Jelang Penutupan Transfer BRI Super League 2026/27

Jesus kemudian mengusulkan Ronaldo hanya tampil pada laga pertama dan tidak ikut rombongan ke Norwegia serta Denmark.

Ronaldo menolak karena meski tidak bermain di laga tandang, statusnya sebagai kapten membuatnya merasa harus tetap bersama tim.

Kesepakatan akhirnya berubah pada hari pertandingan melawan Norwegia.

Saat makan siang, asisten Jesus menemui Ronaldo dan menyampaikan keinginan pelatih agar dirinya bermain selama 30 menit.

Ronaldo menerima permintaan tersebut meski rencana awal menyebut dirinya baru bermain pada 4 Oktober di Dragao.

Dia lalu melakukan pemanasan sejak babak kedua, tetapi tidak pernah dimainkan hingga pertandingan selesai.

Baca Juga: Madura United Siap Hadapi Persik Kediri, Catatan Positif Jadi Modal Utama

“Pelatih kepala gagal menepati janjinya,” tulis Ronaldo dalam pernyataannya.

Dia mengakui kecewa karena merasa janji yang sudah disampaikan kepadanya tidak dipenuhi.

Persoalan melebar setelah laga Norwegia

Setelah pertandingan, Ronaldo memilih tidak menyapa suporter di stadion.

Baca Juga: Asnawi Ucapkan Selamat ke Egy Maulana Vikri usai Bawa Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup

Dia mengakui tindakan tersebut sebagai kesalahannya sendiri dan meminta maaf kepada masyarakat Portugal, para penggemar, serta orang-orang yang datang untuk melihatnya.

Namun, 48 jam setelah pertandingan, persoalan itu dibicarakan lebih serius.

Ronaldo, Jorge Jesus, dan Simao Coutinho bertemu dan sepakat masalah tersebut ditutup dengan penjelasan langsung dari Jesus dalam konferensi pers.

Baca Juga: Persija Jakarta Hadapi 5 Laga dalam 22 Hari, Shin Tae-yong Soroti Kebugaran Pemain

Menurut Ronaldo, Jesus seharusnya menjelaskan dirinya tidak pernah meminta dimainkan.

Pelatih juga diminta mengatakan rencana pemusatan latihan berasal dari dirinya, termasuk keputusan memainkan Ronaldo selama 30 menit di Norwegia.

Ronaldo menyebut pertemuan tersebut berakhir dengan Jesus meminta pelukan dan berjanji menyampaikan hal yang sama di depan media.

Kesepakatannya, Ronaldo tidak bermain di Denmark dan akan tampil dalam pertandingan di Dragao.

Baca Juga: Prediksi Skor USA vs Kanada: The Yanks Punya Modal Rekor Mentereng di Allianz Field

Pernyataan di ruang pers justru membuat Ronaldo kecewa

Ronaldo kemudian menilai konferensi pers Jesus tidak sesuai dengan pembicaraan pribadi mereka.

Dia mengaku mendengar pernyataan dan sikap agresif yang menurutnya berbeda jauh dari percakapan mereka sehari sebelumnya.

Dalam catatan yang sebelumnya divalidasi Ronaldo, Jesus seharusnya menyatakan dirinya sendiri yang membuat rencana untuk Ronaldo musim ini.

Baca Juga: Persib Jalani Latihan di Bangkok, Persiapan Hadapi Port FC di ACC Shopee Cup 2026/27

Jesus juga disebut mengakui Ronaldo tidak pernah mempertanyakan keputusannya dan tetap profesional.

Jesus bahkan disebut akan mengatakan keputusan meminta Ronaldo melakukan pemanasan lalu tidak memainkannya merupakan kesalahan.

“Saya melakukan kesalahan dengan menyuruh pemain sekaliber Pelé atau Maradona melakukan pemanasan, namun kemudian tidak memasukkannya ke dalam pertandingan,” demikian catatan tersebut.

Baca Juga: Prediksi Skor Meksiko vs Cile: El Tri Bakal Bangkit, La Roja Akhiri Tren Buruk

Bagi Ronaldo, peristiwa itu menjadi kali kedua Jesus gagal menepati perkataan yang sudah disepakati. Karena itu, dia memilih meninggalkan pemusatan latihan tanpa menunggu munculnya janji lain yang kembali tidak terpenuhi.

Janji yang dianggap menentukan masa depan Ronaldo

Polemik ini tidak berdiri sendiri karena Ronaldo juga mengungkap hubungan awalnya dengan pelatih baru Timnas Portugal.

Setelah Piala Dunia 2026, ia mengatakan Presiden Federasi Portugal meminta dirinya mempertimbangkan kembali keputusan meninggalkan tim, lalu meminta pendapat tentang sosok pelatih yang sedang dipertimbangkan.

Beberapa hari kemudian, Jesus menghubunginya untuk bertemu dan dalam pertemuan itu menyampaikan Ronaldo penting bagi proyek Timnas Portugal.

Baca Juga: Prediksi Skor Rusia vs Nigeria: Tuan Rumah On Fire, Super Eagles Kehilangan Banyak Pemain

Karena itu, keputusan Ronaldo meninggalkan kamp terasa semakin serius.

Dia mengatakan kepercayaan menjadi hal utama dalam hubungan antarmanusia dan lebih memilih mendengar kejujuran, meski kebenaran tersebut menyakitkan.

Dia juga mengatakan sudah bertanya langsung kepada Presiden Federasi dan Jesus apakah mereka masih menginginkannya di Timnas Portugal.

Baca Juga: Dipinjam dari Persija, Irpan Siregar Cetak Assist untuk Kendal Tornado FC saat Melawan Persis Solo

Keduanya disebut menjawab secara bersamaan jika tempatnya tetap bersama tim.

Ronaldo tetap membuka peluang kembali, tetapi menegaskan dirinya hanya ingin berada di Timnas Portugal jika masih dianggap berguna untuk berkompetisi dan meraih kemenangan.

Ronaldo siap menerima hukuman dan tetap ingin membela Portugal

Ronaldo menegaskan dirinya tidak pernah mencampuri keputusan teknis atau taktik pelatih Timnas Portugal selama hampir 25 tahun bermain untuk negara tersebut.

Baca Juga: Prediksi Skor Kazakhstan vs Kepulauan Faroe: Duel Tim Papan Bawah Sulit Diprediksi

Dia mengatakan dirinya hanya menerima keputusan pelatih, meski terkadang bisa merasa senang atau kecewa dengan keputusan itu.

Ia juga mengakui meninggalkan pemusatan latihan bukan tindakan yang seharusnya dilakukan.

Ronaldo meminta maaf kepada rekan-rekannya dan menilai dirinya layak menerima konsekuensi dari tindakan tersebut, termasuk hukuman dari Federasi Sepak Bola Portugal.

“Saya tidak hanya pemain biasa. Saya kapten tim, dan itu merupakan faktor yang memberatkan,” kata Ronaldo dalam pernyataannya. Ia menilai aturan harus berlaku sama bagi semua pemain, terlepas dari status masing-masing.

Baca Juga: FIFA ASEAN Cup 2026: Pembuktian Indonesia sebagai Tuan Rumah, Panggung Talenta, dan Juara ASEAN

Meski konflik dengan Jesus mencuat, Ronaldo belum menutup pintu untuk Timnas Portugal.

Dia memastikan dirinya siap kembali setelah menjalani hukuman, selama kondisi fisiknya baik dan tetap bermain serta mencetak gol bersama klub.

Ronaldo juga mengatakan dirinya tidak terlalu memikirkan laga perpisahan dalam waktu dekat.

Baca Juga: Juara FIFA ASEAN Cup, Shayne Pattynama: Ini Baru Permulaan

Dia mengakui pertandingan penghormatan akan ada waktunya, tetapi fokus utamanya bersama Timnas Portugal tetap kompetisi, kemenangan, dan kesempatan memberikan kemampuan terbaik untuk negara.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah