← Beranda
Cristiano Ronaldo Bongkar 8 Poin Kesepakatan dengan Jorge Jesus
Moch. Rizky Pratama Putra• Rabu, 7 Oktober 2026 | 14.57 WIB
Cristiano Ronaldo ungkap delapan poin kesepakatan dengan Jorge Jesus yang semestinya disampaikan dalam konferensi pers Timnas Portugal. (Instagram @jorgejesus) 

 

JawaPos.com - Cristiano Ronaldo mengungkap delapan poin kesepakatan dengan Jorge Jesus yang semestinya disampaikan dalam konferensi pers Timnas Portugal, tetapi tak pernah dibicarakan sesuai rencana.

Delapan poin itu menjadi pemicu Ronaldo meninggalkan pemusatan latihan Portugal setelah merasa Jorge Jesus dua kali mengingkari kesepakatan yang dibuat sebelumnya.

Apa saja 8 poin yang disepakati Cristiano Ronaldo dan Jorge Jesus?

Delapan poin tersebut sebenarnya disiapkan untuk meluruskan persoalan Ronaldo setelah tidak dimainkan melawan Norwegia meski diminta bersiap tampil selama 30 menit.

Ronaldo mengatakan dokumen singkat berisi delapan poin itu sudah dia validasi dan kemudian diserahkan kepada Jorge Jesus atas permintaan sang pelatih.

Poin pertama menyebut Jorge Jesus sendiri yang mengusulkan rencana untuk Ronaldo bersama Timnas Portugal musim tersebut setelah pembicaraan panjang dan serius.

Poin kedua menegaskan Jorge Jesus memahami kecintaan Ronaldo kepada tim nasional sekaligus pengaruh besar sang kapten selama 24 tahun membela Portugal.

“Saya sendiri (Jorge Jesus), tanpa siapa pun, mengusulkan rencana kepada Cristiano untuk musim ini bersama Tim Nasional. Itu adalah percakapan yang panjang dan sangat baik,” tulis Ronaldo di kanal Instagram pribadinya, Rabu (7/10).

“Saya tahu betapa besar kecintaannya kepada Tim Nasional dan betapa besar pengaruhnya di dunia, terlebih lagi pengaruh positif yang telah dia berikan kepada Tim Nasional selama 24 tahun berturut-turut,” lanjut dia.

Poin ketiga menyatakan rencana yang diajukan Jorge Jesus sudah diterima Ronaldo, sedangkan poin keempat menegaskan Ronaldo tidak pernah mempertanyakan keputusan sang pelatih dan tetap bersikap profesional.

Dua poin tersebut menjadi penting karena Ronaldo ingin menegaskan dirinya tidak pernah mencoba mencampuri keputusan teknis maupun taktik pelatih.

“Rencana yang saya ajukan kepada Cristiano diterima. Dia tidak pernah mempertanyakan pilihan saya. Dia selalu menjadi contoh, loyal dan profesional,” tutur dia.

Jorge Jesus mengakui Ronaldo seharusnya tidak dimainkan di Norwegia

Poin kelima menjelaskan pertandingan melawan Norwegia sebenarnya tidak masuk dalam rencana awal Jorge Jesus untuk Ronaldo.

Namun, setelah menilai kondisi fisik Ronaldo sudah pulih dari pertandingan sebelumnya, Jorge Jesus merasa perlu mempertimbangkan untuk memainkannya dan Ronaldo menyetujui kemungkinan tersebut.

 “Pertandingan di Norwegia tidak menjadi bagian dari rencana yang saya susun untuknya. Namun, saya merasa dia sudah pulih secara fisik dari pertandingan pertama, dan saya memperingatkannya jika mungkin harus menggunakannya. Cristiano setuju,” ungkap dia.

Masalah muncul karena Ronaldo kemudian melakukan pemanasan sejak babak kedua, tetapi tidak kunjung masuk ke lapangan hingga pertandingan selesai.

Ronaldo menyebut hanya diminta bersiap untuk bermain 30 menit, sehingga keputusan Jorge Jesus tersebut dia anggap sebagai kegagalan menepati janji.

“Pelatih kepala bertanya kepada saya apakah saya bersedia bermain selama 30 menit. Tidak ada masalah sama sekali. Saya mengatakan ya. Dia menjawab saya harus bersiap karena saya akan bermain 30 menit,” kata dia.

“Saya melakukan pemanasan sejak babak kedua, melihat menit demi menit berlalu, dan tidak pernah dipanggil masuk,” sambung Ronaldo.

Poin keenam dalam dokumen itu secara terang mengakui kesalahan Jorge Jesus karena membuat pemain dengan status seperti Pele atau Maradona melakukan pemanasan tanpa akhirnya dimainkan.

Jorge Jesus bahkan menyatakan dirinya tidak akan mengulangi keputusan tersebut jika situasi serupa terjadi lagi.

“Saya melakukan kesalahan dengan membuat seseorang dengan status seperti Pele atau Maradona melakukan pemanasan lalu tidak memasukkannya ke pertandingan. Jika terjadi hari ini, saya tidak akan melakukannya,” tandas dia.

Jorge Jesus ternyata masih sangat menginginkan Cristiano Ronaldo

Poin ketujuh menjadi salah satu bagian paling menarik karena Jorge Jesus secara tegas menyatakan dirinya masih menginginkan Ronaldo di Timnas Portugal.

Bahkan, keinginan tersebut disebut bukan sekadar ingin mempertahankan Ronaldo, melainkan Jorge Jesus mengaku sangat menginginkannya berada dalam tim.

“Untuk menutup masalah ini: saya menginginkan Cristiano di Tim Nasional. Sebenarnya, saya tidak hanya menginginkannya sedikit, saya sangat menginginkannya,” ujar dia.

Pernyataan itu sekaligus memperlihatkan tidak ada kesepakatan untuk mengakhiri hubungan Ronaldo dengan tim nasional pada saat itu.

Ronaldo mengungkap sebelumnya sudah bertanya kepada Presiden Federasi Sepak Bola Portugal dan Jorge Jesus apakah mereka masih menginginkannya, tetapi keduanya menjawab posisi Ronaldo tetap bersama Timnas Portugal.

“Saya bertanya apakah mereka tidak menginginkan saya di sana. Mereka hanya perlu jujur kepada saya. Saya akan menerimanya. Mereka menjawab bersamaan: tidak. Tempat saya bersama Tim Nasional,” beber dia.

Satu poin terakhir membahas sikap Ronaldo kepada suporter

Poin kedelapan membahas keputusan Ronaldo tidak menghampiri suporter setelah pertandingan melawan Norwegia.

Jorge Jesus dalam catatan tersebut menilai pemain yang sudah tampil lebih dari 230 kali untuk Timnas Portugal tidak perlu diberi pelajaran mengenai kecintaan kepada negara, karena tindakan Ronaldo dianggap sebagai luapan frustrasi sesaat.

“Seseorang yang telah memainkan lebih dari 230 pertandingan untuk Tim Nasional tidak menerima pelajaran dari saya tentang kecintaan kepada Portugal. Itu adalah momen frustrasi yang tidak menghapus apa pun,” tutur dia.

Ronaldo mengakui keputusan tidak menyapa suporter merupakan kesalahan dan meminta maaf kepada masyarakat Portugal serta para penggemar yang datang menyaksikannya.

Dia juga menegaskan dirinya tidak pernah berniat menciptakan masalah, tetapi memilih pergi setelah merasa kepercayaan dalam hubungannya dengan Jorge Jesus sudah rusak untuk kedua kalinya.

“Saya meminta maaf kepada masyarakat Portugal yang mendukung kami di sana, saya meminta maaf kepada para penggemar, dan saya meminta maaf kepada mereka yang, meski bukan orang Portugal, mungkin datang untuk melihat saya dan mungkin saya kecewakan,” ujar dia.

Mengapa Ronaldo akhirnya meninggalkan Timnas Portugal?

Ronaldo meninggalkan pemusatan latihan setelah menilai kesepakatan untuk membuka persoalan tersebut secara jujur di konferensi pers tidak dijalankan.

Menurut Ronaldo, Jorge Jesus seharusnya membuka konferensi pers dengan menjelaskan delapan poin tadi, termasuk pengakuan dirinya yang mengusulkan rencana, kesalahan memainkan Ronaldo dalam pemanasan, serta keinginan tetap memakai sang kapten.

“Pelatih kepala akan memulai konferensi pers dengan topik ini, berusaha menutup masalah dengan mengatakan yang sebenarnya,” ungkap dia.

“Dia akan mengatakan saya tidak pernah meminta untuk bermain selama beberapa menit, dialah dan bukan orang lain yang mengusulkan rencana untuk pemusatan latihan ini kepada saya, dan merupakan sebuah kesalahan membuat saya melakukan pemanasan lalu tidak memasukkan saya,” sambung dia.

Ronaldo menyebut perubahan sikap Jorge Jesus di depan publik berbeda jauh dari pembicaraan pribadi yang berlangsung sebelumnya.

Dia merasa mendengar pernyataan dan sikap agresif yang tidak pernah ditunjukkan Jorge Jesus ketika keduanya berbicara empat mata, sehingga persoalan tersebut menjadi pelanggaran kepercayaan untuk kedua kalinya.

“Sikap itu sama sekali tidak seperti pertemuan kami. Saya mendengar ungkapan dan agresivitas yang menurut saya tidak pantas saya terima, sebuah sikap ‘tinggi hati’ yang bahkan tidak pernah dia tunjukkan kepada saya, sedikit pun, secara pribadi sehari sebelumnya,” terang dia.

Pada akhirnya, Ronaldo memilih pergi karena merasa keberadaannya justru bisa merugikan kelompok setelah kepercayaan itu runtuh.

Meski demikian, dia tetap mengakui kesalahannya meninggalkan pemusatan latihan dan meminta maaf kepada rekan-rekan setimnya, sementara keputusan terkait hukuman ia serahkan kepada Federasi Sepak Bola Portugal.

“Saya memutuskan meninggalkan pemusatan latihan tanpa menunggu janji lain yang dilanggar. Bagi saya, kebenaran masih menjadi hal terpenting dalam hubungan antarmanusia. Tidak peduli seberapa sakitnya, katakan yang sebenarnya,” ucap dia

Ronaldo menegaskan dirinya belum menutup pintu untuk Timnas Portugal dan tetap siap bersaing setelah menjalani hukuman jika kondisi fisiknya memungkinkan.

Bagi pemain 41 tahun tersebut, tim nasional bukan soal seremoni perpisahan, melainkan kesempatan untuk terus berkompetisi dan memenangkan pertandingan bersama Portugal.

“Namun ketika saya memikirkan Tim Nasional, yang benar-benar saya pikirkan adalah berkompetisi. Itulah yang saya pikirkan ketika mereka memberi tahu saya tentang kematian Ayah saya,” beber Ronaldo.

“Jika saya secara fisik sehat, bermain untuk klub saya, semoga dengan mencetak gol, setelah menjalani hukuman apa pun yang dijatuhkan kepada saya, saya akan siap, seperti yang selalu saya lakukan sampai hari ini, untuk berkompetisi dan menang bersama Tim Nasional kami,” tandas Ronaldo.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah