← Beranda
Messi Menangis di Laga Perpisahan, Argentina vs Benin Jadi Momen Emosional
Moch. Rizky Pratama Putra• Rabu, 7 Oktober 2026 | 18.36 WIB
Lionel Messi menangis saat menjalani laga perpisahan bersama timnas Argentina di Stadion Monumental, Buenos Aires, Rabu (7/10/2026) pagi WIB. (Timnas Argentina)

JawaPos.com — Lionel Messi tak kuasa menahan air mata saat menjalani laga perpisahan bersama timnas Argentina di Stadion Monumental, Buenos Aires, Rabu (7/10/2026) pagi WIB. Pemain berusia 39 tahun itu menangis sejak perjalanan menuju stadion hingga seremoni sebelum laga Argentina melawan Benin, dalam momen emosional setelah memutuskan pensiun dari tim nasional.

Messi Menangis Sejak Berada di Dalam Bus

Tangis Messi ternyata sudah pecah sebelum dirinya menginjakkan kaki di Stadion Monumental, Buenos Aires. Dari video yang beredar di media sosial, La Pulga terlihat menangis ketika berada di dalam bus yang membawa para pemain Tim Tango menuju stadion.

Baca Juga: Caps ke-30 Ivar Jenner Bersama Timnas Indonesia Berbuah Gelar FIFA ASEAN Cup 2026

Messi kemudian menyeka air matanya menggunakan tisu sebelum melambaikan tangan kepada para penggemar yang menyambut rombongan timnas Argentina di sepanjang jalan. Sambutan tersebut menjadi bagian awal dari malam emosional bagi pemain yang selama bertahun-tahun menjadi salah satu sosok utama dalam perjalanan Argentina di sepak bola internasional.

Suasana semakin mengharukan ketika rombongan timnas Argentina tiba di stadion untuk menjalani pertandingan melawan Benin. Messi tidak hanya mendapat sambutan dari para penggemar, tetapi juga harus menghadapi kenyataan jika pertandingan tersebut menjadi penampilan terakhirnya bersama Argentina di Stadion Monumental.

Air Mata Messi Jatuh Saat Lagu Kebangsaan

Emosi Messi kembali terlihat ketika lagu kebangsaan Argentina, Himno Nacional Argentino, dikumandangkan sebelum pertandingan. Messi berdiri bersama rekan-rekan setimnya sambil berusaha menahan tangis, sementara pelatih Lionel Scaloni juga terlihat berkaca-kaca dalam seremoni tersebut.

Momen itu semakin menyentuh karena Messi tidak sendirian ketika memasuki lapangan untuk menjalani laga perpisahannya. Tiga putranya, Thiago, Mateo, dan Ciro, ikut mendampingi sang ayah dan turut menyanyikan lagu kebangsaan Argentina sebelum pertandingan dimulai.

Kehadiran ketiga putranya membuat seremoni perpisahan Messi terasa semakin personal di hadapan publik Argentina. Setelah perjalanan panjang bersama tim nasional, pemain yang identik dengan nomor punggung 10 itu mendapat kesempatan berbagi salah satu momen terpenting dalam karier internasionalnya bersama keluarga.

Pertandingan Argentina vs Benin Dihentikan pada Menit ke-10

Penghormatan kepada Messi berlanjut ketika pertandingan Argentina melawan Benin memasuki menit ke-10. Wasit asal Chile, Fernando Véjar, menghentikan pertandingan sejenak untuk memberikan kesempatan kepada lebih dari 85 ribu penonton memberikan penghormatan kepada Messi.

Angka 10 dipilih karena merupakan nomor punggung yang identik dengan Messi sepanjang kariernya bersama Argentina. Saat pertandingan dihentikan, seluruh penjuru Stadion Monumental bergemuruh dengan tepuk tangan dan nyanyian untuk sang kapten.

Baca Juga: Antar Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Rizky Ridho: Alhamdulillah Trofi Pertama!

Penghormatan tersebut menjadi salah satu momen paling emosional dalam pertandingan yang memang dipersiapkan sebagai panggung perpisahan Messi.

Pertandingan melawan Benin pun bukan sekadar laga sepak bola bagi Messi dan pendukung Argentina. Laga tersebut menjadi kesempatan terakhir bagi publik di Stadion Monumental untuk menyaksikan Messi mengenakan seragam Tim Tango dalam sebuah pertandingan setelah keputusan pensiunnya dari tim nasional.

Messi Tutup Perjalanan Bersama Argentina dengan Banyak Gelar

Messi memutuskan pensiun dari timnas Argentina pada akhir Agustus setelah Argentina kalah 0-1 dari Spanyol pada final Piala Dunia 2026. Kekalahan tersebut membuat Argentina gagal mempertahankan gelar juara dunia yang sebelumnya mereka raih pada Piala Dunia 2022.

Keputusan tersebut sekaligus menutup perjalanan panjang Messi bersama timnas Argentina yang diwarnai berbagai pencapaian besar. Pemain berusia 39 tahun itu berhasil mempersembahkan dua gelar Copa America, trofi Finalissima, serta Piala Dunia 2022 untuk Argentina.

Perjalanan Messi bersama Argentina tidak selalu berjalan mulus sebelum akhirnya mencapai periode penuh kesuksesan. Namun, berbagai trofi yang diraih membuat namanya memiliki tempat penting dalam sejarah tim nasional dan sepak bola Argentina.

Piala Dunia 2022 menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam karier internasional Messi. Gelar tersebut melengkapi koleksi trofi utama bersama Argentina sekaligus menjadi pencapaian yang sangat penting bagi pemain yang bertahun-tahun menjadi pusat perhatian ketika membela Tim Tango.

Kini, pertandingan Argentina melawan Benin di Stadion Monumental menjadi penanda lain dalam perjalanan tersebut. Tangis Messi, kehadiran Thiago, Mateo, dan Ciro, serta penghormatan pada menit ke-10 membuat laga itu tidak sekadar menjadi pertandingan, tetapi juga perpisahan emosional seorang legenda dengan publik Argentina.

Bagi Messi, momen tersebut menjadi akhir dari sebuah perjalanan panjang bersama tim nasional. Air mata yang jatuh sejak berada di dalam bus hingga lagu kebangsaan menggambarkan betapa pentingnya Argentina dalam perjalanan karier pemain yang selama bertahun-tahun mengenakan nomor 10 tersebut.

EDITOR: Hendra