JawaPos.com - Bagaimana mungkin ada orang yang bisa menggantikan Lionel Messi? Jawabannya: tidak bisa. Namun, karena seseorang tidak bisa sepenuhnya menandingi kehebatannya, bukan berarti tidak ada yang bisa menorehkan kenangan baru pada nomor ikonik tersebut.
Memensiunkan nomor itu secara resmi bukanlah sebuah pilihan. FIFA mewajibkan penomoran skuad secara berurutan dalam turnamen-turnamen besar; itulah sebabnya Ariel Ortega mengenakan nomor tersebut di Piala Dunia 2002 setelah upaya Argentina untuk memensiunkan nomor punggung Diego Maradona ditolak.
Meski merupakan tugas yang berat, kehidupan—dan sepak bola—tetap harus berjalan. Lantas, siapa yang berpotensi mengambil alih nomor punggung 10 yang legendaris itu? Berikut adalah 10 kandidat utamanya.
10. Valentin Carboni (Inter)
Valentín Carboni mewarisi nomor punggung 10 di Piala Dunia U-20 2023 yang digelar di negaranya sendiri, setelah Brighton menolak melepas Facundo Buonanotte.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo hingga Ronaldinho Sampaikan Penghormatan ke Lionel Messi
Perkembangan playmaker milik Inter Milan ini sempat mengalami pasang surut sejak saat itu, termasuk melalui masa peminjaman yang membawanya kembali ke Argentina untuk memperkuat Racing Club. Kendati demikian, kemampuan kaki kiri dan visi bermainnya tetap menjadikannya sosok yang patut diperhatikan untuk masa depan, bukan sekadar penerus biasa.
9. Alvaro Montoro (Botafogo)
Kisah serupa terjadi di sini: Alvaro Montoro mengenakan nomor punggung 10 untuk timnas Argentina U-20 di Piala Dunia 2025 di Chile, di mana mereka berhasil mencapai babak final sebelum akhirnya kalah dari Maroko.
Baca Juga: Lionel Messi Pensiun, Simak 5 Momen Terbaiknya di Timnas Argentina
Lahir pada 2007, gelandang serang ini sempat memenangkan gelar liga Argentina bersama Velez Sarsfield sebelum pindah ke Botafogo. Ia merupakan aset jangka panjang, namun ia telah membuktikan kemampuannya dalam mengemban tanggung jawab nomor punggung tersebut di level usia muda.
8. Claudio Echeverri (Manchester City)
'El Diablito' datang sebagai salah satu remaja paling menjanjikan dari Argentina, apalagi setelah mencetak hat-trick melawan Brasil di perempat final Piala Dunia U-17 2023.
Sejak saat itu, Manchester City meminjamkannya ke Bayer Leverkusen dan Girona demi mendukung perkembangannya. Jika mampu tampil konsisten, ia memiliki kemampuan dribel dan kreativitas untuk berkembang dan menjadi pemain andalan di masa depan.
7. Paulo Dybala (Roma)
Pilihan yang membangkitkan nostalgia. Paulo Dybala, yang mencetak gol dalam adu penalti final Piala Dunia 2022, memiliki teknik yang mumpuni untuk peran ini dan sejak lama digadang-gadang sebagai pewaris alami Messi.
Namun, cedera membuatnya kehilangan kesempatan tampil di Piala Dunia 2026, dan setelah menolak Boca Juniors demi memperpanjang masa baktinya di Roma. Ia paling-paling hanya akan menjadi solusi jangka pendek; mungkin dalam semesta lain, ia akan memiliki karier yang jauh lebih berpengaruh bagi negaranya.
6. Alexis Mac Allister (Liverpool)
Kehadiran Alexis Mac Allister akan menjadi penanda status, bukan sekadar soal gaya permainan. Gelandang Liverpool ini mencetak gol saat melawan Polandia di Piala Dunia 2022 dan memberikan assist kepada Angel Di Maria di partai final, serta terus menjadi sosok kunci sejak saat itu.
Baca Juga: Messi Menangis di Laga Perpisahan, Argentina vs Benin Jadi Momen Emosional
Kecerdasannya dalam mengolah bola memungkinkannya beradaptasi dengan peran yang lebih ofensif, sementara pengalamannya akan meringankan beban para pesaing yang lebih muda.
5. Julian Alvarez (Atletico Madrid)
Julian Alvarez adalah pilihan yang tidak lazim. Ia mencetak empat gol di Piala Dunia 2022 dengan mengenakan nomor punggung 9 dan berposisi asli sebagai penyerang, sehingga nomor punggung 10 tampak sebagai pilihan yang tak biasa baginya.
Namun, nomor punggung tersebut tidak melulu diperuntukkan bagi pemain berposisi playmaker. Mario Kempes adalah seorang penyerang saat ia mengenakan nomor itu dan meraih kejayaan di Piala Dunia 1978. Sementara itu, kemampuan pressing tanpa henti serta gol-golnya di pertandingan besar menjadikan Alvarez sebagai salah satu pemain terpenting Argentina. Ia sangat mungkin menjadi bintang andalan mereka berikutnya, mengingat masa-masa terbaik dalam karier pemain berusia 26 tahun ini masih terbentang di depan mata.
4. Enzo Fernandez (Manchester City)
Enzo Fernandez adalah seorang gelandang tengah, bukan pemain bernomor punggung 10 klasik, namun perannya sangat krusial di ruang ganti tim asuhan Scaloni. Dinobatkan sebagai Pemain Muda Terbaik di Piala Dunia 2022, ia telah menjadi sosok sentral dalam era kejayaan Argentina yang bertabur trofi sejak saat itu.
Baca Juga: Lionel Messi Sampaikan Pesan Sebelum Laga Terakhir Bersama Argentina
Memberikan nomor punggung tersebut kepadanya akan menjadi bentuk apresiasi terhadap kepemimpinan, bukan sekadar posisi bermain—semangat yang sama seperti saat ban kapten dipercayakan kepada Cristian Romero. Ia telah mencetak gol-gol penting, termasuk saat melawan Inggris dan gol kemenangan dramatis kontra Mesir, serta tampaknya akan menjadi sosok kunci bagi tim di masa mendatang.
3. Thiago Almada (Lyon)
Scaloni sebenarnya sudah pernah menunjuk Almada untuk mengenakan nomor punggung tersebut. Ia sempat dijadwalkan memakainya saat laga di Ekuador, namun staf pelatih memutuskan untuk tidak mengambil risiko dengan memainkannya sejak awal, sehingga nomor itu akhirnya diberikan kepada pemain nomor dua dalam daftar ini.
Sebagai juara Piala Dunia 2022 dan juara Copa Libertadores bersama Botafogo, Almada menghadirkan kualitas dalam eksekusi bola mati serta kreativitas yang menjadi tuntutan bagi seorang pemain bernomor punggung 10.
2. Franco Mastantuono (Real Madrid)
Franco Mastantuono sudah pernah mengenakannya. Saat masuk sebagai pemain pengganti melawan Ekuador pada 2025, ia menjadi pemain termuda yang mengenakan nomor punggung 10 Argentina—pada usia 18 tahun 27 hari—sekaligus memecahkan rekor yang sebelumnya dipegang oleh Maradona.
Ia sempat secara mengejutkan tidak masuk dalam skuad Piala Dunia 2026, namun masa peminjaman di Fiorentina telah membuatnya kembali diperhitungkan, dan waktu masih berpihak padanya. Real Madrid merekrutnya bukan tanpa alasan; bakatnya memang luar biasa.
1. Nico Paz (Como)
Kandidat terkuat. Nico Paz sudah mengenakan nomor punggung 10 di Como, klub tempat ia mencatatkan 19 gol dan 17 assist dalam 75 pertandingan pertamanya. Playmaker berkaki kidal ini juga merupakan bagian dari skuad Piala Dunia 2026 Argentina dan terus menunjukkan peningkatan performa yang pesat di bawah asuhan Cesc Fàbregas.
Ia mencetak gol dalam kemenangan 4-0 atas Bolivia—pertandingan pertama Argentina setelah pensiunnya Messi—dan adanya klausul pembelian kembali dari Real Madrid, menunjukkan betapa tingginya penilaian klub terhadap kemampuannya. Memberikan nomor punggung tersebut kepadanya akan menjadi pengakuan atas kualitasnya, dan kemampuan playmaking-nya tampak sangat pas untuk mengenakan seragam legendaris itu.