JawaPos.com - Toni Kroos tampaknya mulai mempersiapkan langkah berikutnya setelah gantung sepatu. Mantan gelandang Real Madrid dan timnas Jerman tersebut dikabarkan tertarik menekuni dunia kepelatihan setelah dua tahun menjauh dari kompetisi sepak bola profesional.
Melansir Diario AS, Kroos telah menghubungi Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) untuk menyampaikan ketertarikannya mengikuti kursus kepelatihan yang dirancang khusus bagi mantan pemain profesional.
Langkah ini menjadi sinyal bahwa Kroos mulai membuka peluang untuk kembali terlibat dalam sepak bola kompetitif, kali ini dari pinggir lapangan.
Baca Juga: Toni Kroos Kritik Pemain Timnas Jerman yang Dinilai Mengecewakan dan Tidak Sesuai Ekspektasi
Meski demikian, ia tampaknya tidak ingin terburu-buru. Kroos berencana menjalani proses tersebut secara bertahap sambil melanjutkan aktivitasnya di luar lapangan.
Real Madrid Ingin Membawa Kroos Kembali
Kemungkinan Kroos kembali ke Real Madrid sebenarnya sudah lama menjadi pembicaraan. Manajemen klub disebut ingin melibatkan kembali mantan pemain andalannya itu dalam struktur organisasi setelah ia mengakhiri karier profesionalnya.
Presiden Florentino Perez dikabarkan ingin Kroos hadir secara rutin di pusat latihan Valdebebas, bukan sekadar datang sesekali setelah pensiun.
Perez menilai pengalaman, karakter, dan pengaruh Kroos bisa memberikan manfaat bagi klub, terutama dalam membangun lingkungan yang positif di ruang ganti.
Jose Angel Sanchez dan Kroos bahkan sempat melakukan pembicaraan setelah keinginan Perez tersebut disampaikan. Namun, keduanya belum menemukan waktu, struktur, maupun posisi yang tepat untuk mewujudkan rencana tersebut.
Meski belum ada kesepakatan konkret, hubungan antara Kroos dan Real Madrid tetap terjaga dengan baik. Kedua pihak disebut sama-sama terbuka terhadap kemungkinan bekerja sama kembali pada masa mendatang.
Bagi para pendukung Los Blancos, kembalinya Kroos tentu menjadi prospek yang menarik. Selama membela Madrid, ia dikenal sebagai salah satu gelandang paling berpengaruh berkat kualitas distribusi bola, visi permainan, dan ketenangannya dalam mengendalikan tempo pertandingan.
Namun, klub maupun Kroos tampaknya tidak ingin memaksakan kepulangannya tanpa peran yang jelas. Mereka ingin memastikan bahwa setiap langkah yang diambil benar-benar memiliki tujuan dan manfaat bagi kedua belah pihak.
Kroos Ingin Menjalani Proses Secara Bertahap
Untuk saat ini, Kroos masih menjalankan akademi sepak bola yang didirikannya di Boadilla. Melalui akademi tersebut, ia memiliki kesempatan untuk membantu perkembangan pemain-pemain muda sekaligus tetap dekat dengan dunia yang telah membesarkan namanya.
Baca Juga: Viral Isu Konflik Mbappe di Real Madrid, Toni Kroos Langsung Beri Klarifikasi
Setelah sekitar dua tahun menjauh dari persaingan di level profesional, mantan gelandang asal Jerman itu mulai mempertimbangkan kemungkinan menjadi pelatih sebagai babak baru dalam kariernya.
Kroos sebenarnya sudah memiliki kualifikasi kepelatihan yang memungkinkan dirinya bekerja hingga divisi ketiga sepak bola Spanyol, Primera Federación.
Kesempatan tersebut terbuka bagi mantan pemain profesional yang memenuhi persyaratan pengalaman tertentu, termasuk keterlibatan selama bertahun-tahun di level tertinggi sepak bola.
Baca Juga: Sindir Real Madrid? Toni Kroos Puji Attitude Ousmane Dembele Saat Ditarik dari Lapangan
Dengan bekal pengalamannya, Kroos memiliki jalur untuk mulai bekerja di dunia kepelatihan. Namun, ia dikabarkan ingin meningkatkan kualifikasinya terlebih dahulu sebelum mengambil tanggung jawab yang lebih besar.
Incar Kursus Kepelatihan pada Musim 2027/2028
Kroos telah menyampaikan kepada RFEF bahwa dirinya tertarik mengikuti kursus kepelatihan khusus pemain profesional pada musim 2027/2028.
Program tersebut menjadi salah satu langkah penting jika ia ingin memperluas peluang berkarier sebagai pelatih. Kursus yang berlangsung pada musim ini disebut tidak menyediakan tempat bagi mantan pemain elite karena UEFA membatasi jumlah peserta dalam setiap angkatan menjadi 20 orang.
Dengan kualifikasi yang dimilikinya saat ini, Kroos dapat bekerja sebagai asisten pelatih. Namun, ia masih membutuhkan lisensi tambahan untuk memenuhi persyaratan melatih sebagai pelatih kepala di sejumlah kompetisi, termasuk liga utama Spanyol dan Segunda División.
Penyelesaian program yang ditargetkannya diharapkan membuka jalan bagi Kroos untuk memperoleh lisensi UEFA A. Kualifikasi tersebut akan memperluas peluangnya untuk menangani tim di berbagai level kompetisi, sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Bagi Kroos, proses ini tampaknya bukan sekadar upaya mencari kesibukan setelah pensiun. Ia berpeluang memanfaatkan pemahaman taktik, pengalaman bertanding di level tertinggi, serta pengalamannya bekerja bersama sejumlah pelatih elite untuk membangun identitas kepelatihannya sendiri.