JawaPos.com - Real Madrid akan menghadapi periode krusial dalam perjalanan mereka musim ini. Tim asuhan Jose Mourinho dijadwalkan menjalani empat pertandingan tandang berturut-turut yang berpotensi memengaruhi ambisi mereka di La Liga dan Liga Champions.
Rangkaian pertandingan ini juga menjadi ujian penting bagi Mourinho untuk membuktikan bahwa Madrid mampu mempertahankan konsistensi, bahkan ketika harus bermain jauh dari Santiago Bernabeu.
Melansir Madrid Universal, setelah menjamu RB Leipzig pada 21 Oktober, Los Blancos akan menghabiskan hampir satu bulan dengan melakoni pertandingan di markas lawan.
Baca Juga: Tchouameni: Risiko Demi Prancis, Dampak pada Real Madrid
Barcelona, Racing Santander, AEK Athens, dan Valencia menjadi empat tim yang harus mereka hadapi sebelum jeda internasional berikutnya.
Empat Laga Tandang, Empat Ujian Berat
Tantangan terbesar Madrid kemungkinan datang pada pertandingan pertama, yakni El Clasico melawan Barcelona di Camp Nou pada 25 Oktober.
Pertandingan tersebut memiliki arti penting karena Barcelona saat ini unggul enam poin di klasemen La Liga. Kekalahan bisa membuat Madrid semakin tertinggal dalam persaingan gelar, sedangkan kemenangan akan memberikan dorongan besar bagi upaya mereka mengejar rival abadi tersebut.
Baca Juga: Florentino Perez Ingin Fans Bersikap Lebih Baik kepada 4 Bintang Real Madrid
Setelah menghadapi Barcelona, Madrid akan bertandang ke markas Racing Santander pada 1 November. Tiga hari kemudian, mereka melanjutkan perjalanan ke Yunani untuk menghadapi AEK Athens dalam kompetisi Liga Champions.
Rangkaian pertandingan tandang itu akan ditutup dengan kunjungan ke Mestalla untuk menghadapi Valencia.
Jadwal yang padat tersebut menuntut Madrid menjaga kebugaran pemain sekaligus mempertahankan konsentrasi. Satu hasil buruk saja bisa memengaruhi kepercayaan diri tim menjelang pertandingan berikutnya.
Kegagalan Musim Lalu Menjadi Peringatan
Ada alasan bagi Madrid untuk mewaspadai periode ini. Pengalaman musim lalu menunjukkan bahwa rangkaian pertandingan tandang dapat mengganggu momentum tim, bahkan ketika mereka sedang berada dalam posisi yang menguntungkan.
Saat masih ditangani Xabi Alonso, Madrid pernah menjalani enam pertandingan tandang berturut-turut dan hanya mampu meraih dua kemenangan.
Mereka memasuki periode tersebut dengan keunggulan lima poin atas Barcelona. Namun, setelah melewati rangkaian pertandingan itu, Madrid justru tertinggal satu poin dari rivalnya.
Baca Juga: Real Madrid Bantah Rodrygo bakal Hengkang pada Bursa Transfer Januari
Hasil imbang dan kekalahan yang mengecewakan perlahan menggerus keunggulan mereka. Madrid juga kesulitan mempertahankan performa ketika bermain di luar Bernabeu, terutama saat menghadapi lawan yang mampu memberikan tekanan intens.
Situasi semakin memburuk setelah mereka kembali ke kandang sendiri. Kekalahan beruntun dari Celta Vigo dan Manchester City memperlihatkan betapa sulitnya Madrid memulihkan momentum yang telah hilang.
Pengalaman tersebut menjadi peringatan bagi Mourinho. Ia tentu tidak ingin timnya kembali kehilangan banyak poin hanya karena kesulitan menghadapi jadwal tandang yang padat.
Mourinho Harus Membuktikan Madrid Bisa Konsisten
Rangkaian pertandingan mendatang memberikan kesempatan bagi Mourinho untuk membentuk Madrid menjadi tim yang lebih fleksibel.
Ketika bermain di Bernabeu, Los Blancos biasanya mampu mengandalkan kualitas individu, kekuatan serangan, dan tekanan berkelanjutan untuk mengendalikan pertandingan.
Baca Juga: Endrick Tertarik Gabung AC Milan, Tinggal Menunggu Persetujuan Real Madrid
Namun, situasinya berbeda ketika mereka bermain tandang. Menghadapi lawan yang agresif di stadion mereka sendiri bisa membuat Madrid kesulitan menguasai ritme permainan. Karena itu, kemampuan beradaptasi akan menjadi faktor penting dalam menentukan hasil pertandingan.
El Clasico memang menjadi laga yang paling menyita perhatian. Meski demikian, pertandingan melawan Racing Santander dan Valencia juga tidak kalah penting dalam menjaga posisi Madrid di klasemen.
Kehilangan poin dalam pertandingan-pertandingan tersebut bisa membuat Barcelona semakin sulit dikejar. Sebaliknya, hasil positif akan membantu Madrid menjaga tekanan dalam persaingan gelar.
Bagi Mourinho, empat pertandingan ini bukan sekadar ujian berat dalam kalender kompetisi. Ini juga menjadi kesempatan untuk membuktikan bahwa Madrid mampu mengatasi tekanan, menjaga konsistensi, dan tetap kompetitif ketika menghadapi jadwal yang menantang.
Jika Los Blancos berhasil melewati periode tersebut dengan hasil memuaskan, mereka akan memiliki modal penting untuk menghadapi sisa musim. Namun, jika kembali tersandung seperti musim lalu, ambisi mereka di La Liga maupun Liga Champions bisa menghadapi tantangan yang lebih besar.