← Beranda
Ditahan Imbang Tottenham, Michael Carrick Sebut Ejekan Suporter Manchester United Menyakitkan
M Shofyan Dwi Kurniawan• Minggu, 11 Oktober 2026 | 20.01 WIB
Pelatih Manchester United Michael Carrick. (ig @carras16)

 

JawaPos.com - Michael Carrick mengakui bahwa sorakan ejekan dari suporter di Old Trafford terasa menyakitkan setelah Manchester United bermain imbang 1-1 melawan Tottenham Hotspur.

Hasil tersebut sekaligus memperpanjang catatan buruk Setan Merah pada awal musim ini.

Perolehan enam poin dari enam pertandingan menjadi awal musim terburuk Manchester United dalam 40 tahun terakhir.

Baca Juga: Soto ayam jadi incaran pembalap GP Indonesia 2026

Terakhir kali mereka mengumpulkan poin sesedikit itu pada fase yang sama terjadi pada 1986. Situasi tersebut memicu kekecewaan para pendukung.

Sorakan ejekan terdengar sepanjang pertandingan dan kembali menggema setelah peluit akhir dibunyikan.

Melansir ESPN, Carrick pun tidak menampik bahwa reaksi suporter tuan rumah sulit diterima.

Baca Juga: Cristiano Ronaldo Dijatuhi Skorsing oleh FPF usai Tinggalkan Timnas Portugal

"Jelas, ini menyakitkan, Anda tahu, ini sangat menyakitkan," kata Carrick dalam konferensi pers pascapertandingan.

"Memang tidak menyenangkan untuk dilalui, tetapi terkadang Anda harus melewatinya. Begitulah adanya. Ini sebenarnya berasal dari niat baik, jadi saya memahaminya," imbuh dia.

Keunggulan MU Terbuang di Menit Akhir

Manchester United sebenarnya berada di jalur yang tepat untuk meraih kemenangan kedua mereka di Premier League musim ini.

Gol pembuka Bryan Mbeumo sempat memberikan harapan bagi tuan rumah, terlebih setelah Tottenham harus bermain dengan 10 orang.

Rodrigo Bentancur, yang masuk sebagai pemain pengganti, mendapat kartu merah setelah menanduk Luke Shaw.

Keunggulan jumlah pemain seharusnya menjadi modal bagi United untuk mengamankan tiga poin.

Baca Juga: Bruno Guimaraes Cetak Gol Pertama di Emirates, Arsenal Menang 2-1 atas Leeds!

Namun, Setan Merah justru gagal mempertahankan keunggulan. Dominic Solanke mencetak gol penyeimbang pada menit ke-92 dan membuyarkan harapan tuan rumah untuk meraih kemenangan.

Hasil ini menjadi kali kedua Manchester United kehilangan poin akibat kebobolan pada masa tambahan waktu musim ini.

Mereka juga kembali gagal mengalahkan tim yang bermain dengan 10 pemain, setelah sebelumnya menelan kekalahan dari Manchester City pada bulan lalu.

Baca Juga: Victoria Run 2026 Diikuti 8.000 Pelari, Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat

Bagi Carrick, kegagalan tersebut menunjukkan bahwa Manchester United masih memiliki pekerjaan rumah besar, terutama dalam menjaga keunggulan hingga pertandingan berakhir.

"Sudah beberapa kali terjadi dengan cara yang berbeda tentunya dua gol telat yang tercipta ke gawang kami membuat kami kehilangan dua kemenangan," kata Carrick.

Carrick Tuntut MU Lebih Baik dalam Menutup Pertandingan

Carrick menilai Manchester United harus mampu mengelola pertandingan dengan lebih baik ketika sudah berada dalam posisi yang menguntungkan.

Baca Juga: Turnamen RESET Padel Masters, Dorong Gairah Olahraga Padel

Menurut dia, keunggulan dalam skor maupun jumlah pemain seharusnya bisa dimanfaatkan untuk memastikan kemenangan.

"Kita perlu bermain lebih baik dalam menyelesaikan pertandingan, itu sudah pasti, begitu kita berada di posisi yang bagus," ucap Carrick.

Dia menegaskan, masalah tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan situasi ketika lawan kehilangan pemain.

Manchester United tetap harus mampu mempertahankan kendali permainan dan tidak membiarkan lawan mencuri gol pada penghujung laga.

Baca Juga: Prediksi Skor North London Legends vs United Legends: Pires hingga Tevez Siap Panaskan GBK!

"Ini jelas merupakan sesuatu yang penting baik bermain dengan 10 pemain atau tidak jika kita unggul dalam pertandingan, kita harus menyelesaikan pertandingan. Tentu saja, kita perlu meningkatkan hal itu," papar Carrick.

Hasil imbang melawan Tottenham menjadi pukulan lain bagi Manchester United yang tengah berusaha memperbaiki performa.

Dengan tekanan suporter yang semakin terasa, Carrick dan timnya dituntut segera menemukan solusi agar keunggulan yang sudah diraih tidak kembali terbuang pada menit-menit terakhir.

Baca Juga: Legenda Arsenal Thierry Henry Senang Bisa Reuni di Jakarta

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah