JawaPos.com - Masa depan Cristiano Ronaldo bersama timnas Portugal kembali menjadi sorotan usai sanksi skorsing sementara oleh Federasi Sepak Bola Portugal (FPF).
Pemain berusia 41 tahun itu meninggalkan timnas yang memicu perselisihan dengan pelatih kepala Jorge Jesus.
Menurut laporan media, Ronaldo meninggalkan skuad selama jeda internasional setelah terjadi ketegangan terkait jatah bermain.
Baca Juga: Vinicius Minta Maaf kepada Rekan Setim Real Madrid usai Kartu Merah
Perselisihan tersebut kemudian berkembang menjadi persoalan terbuka ketika sang kapten menuding Jesus tidak menepati janji mengenai keterlibatan dalam pertandingan.
Melansir TNT Sports, FPF mengonfirmasi bahwa kasus tersebut telah diteruskan kepada badan disipliner untuk diperiksa lebih lanjut.
Hasil penyelidikan akan dirahasiakan hingga proses tersebut selesai.
Federasi juga menetapkan skorsing sementara nonotomatis terhadap Ronaldo di samping penangguhan sementara otomatis yang telah berlaku.
Baca Juga: Main 17 Menit, Calvin Verdonk Bawa Lille Menang Tipis Lawan Le Havre
Keputusan akhir mengenai konsekuensi disipliner sang pemain masih menunggu hasil pemeriksaan.
FPF Mulai Proses Disipliner terhadap Ronaldo
Dalam pernyataan resminya, FPF menjelaskan bahwa proses disipliner terhadap Ronaldo dimulai pada 9 Oktober 2026 untuk menyelidiki kemungkinan pelanggaran yang berkaitan dengan peristiwa pada 7 Oktober.
"Dimulainya proses disiplin terhadap Cristiano Ronaldo, berdasar pertimbangan Bagian Non-Profesional, pada 9 Oktober 2026, dengan tujuan untuk menyelidiki relevansi disiplin apa pun dari fakta-fakta yang terjadi pada 7 Oktober," tulis pernyataan FPF.
Federasi kemudian menjelaskan keputusan mengenai penangguhan sementara sang pemain.
"Tanpa mengurangi sanksi penangguhan sementara otomatis yang dikenakan kepadanya hingga tanggal penetapan, sanksi penangguhan sementara non-otomatis terhadap pemain tersebut telah ditetapkan, dan sifat mendesak dari proses tersebut telah diberikan," lanjut pernyataan itu.
Baca Juga: Ditahan Imbang Tottenham, Michael Carrick Sebut Ejekan Suporter Manchester United Menyakitkan
Keputusan tersebut menambah ketidakpastian mengenai keterlibatan Ronaldo dalam agenda Portugal berikutnya.
Meski begitu, FPF belum mengumumkan hukuman akhir yang akan dijatuhkan kepada pemain dengan jumlah penampilan internasional terbanyak dalam sejarah Portugal tersebut.
Presiden FPF Ingin Ronaldo Kembali
Di tengah proses disipliner, Presiden FPF Pedro Proenca menegaskan bahwa federasi tetap menginginkan Ronaldo kembali memperkuat tim nasional.
Baca Juga: Soto Ayam Jadi Incaran Pembalap GP Indonesia 2026
Proenca meminta semua pihak menjaga ketenangan dan memberikan kesempatan kepada badan independen untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
"Presiden federasi berbicara, pelatih tim nasional berbicara, kapten tim berbicara, para pemain berbicara," terang Pedro Proenca.
"Ini adalah saat untuk ketenangan, untuk kedamaian. Kita semua duduk di meja. Ada keinginan besar untuk mendapatkan kembali kapten kita. Akan ada proses disiplin yang normal. Badan-badan independen akan melakukan evaluasi," sambung dia.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Dijatuhi Skorsing oleh FPF usai Tinggalkan Timnas Portugal
Proenca juga menegaskan bahwa keinginan untuk melihat Ronaldo kembali bukan hanya berasal dari federasi, melainkan turut disampaikan oleh pelatih tim nasional.
"Yang kami catat saat ini adalah keinginan, pertama dari FPF, untuk segera memiliki kapten kembali bersama kami, keinginan yang telah diungkapkan oleh pelatih tim nasional kami," tandas Pedro Proenca.
"Kami akan memiliki kapten kami bersama kami, dan sesuatu yang mendasar: keinginan besar agar kapten kami kembali ke tim nasional, tempat di mana dia mengatakan, dan memang seharusnya begitu, bahwa dia bahagia," ungkap dia.
Dia kembali menyerukan ketenangan agar proses yang berlangsung tidak memperburuk situasi.
Baca Juga: Bruno Guimaraes Cetak Gol Pertama di Emirates, Arsenal Menang 2-1 atas Leeds!
"Oleh karena itu, setelah mengatakan ini, inilah saatnya untuk menyerukan ketenangan, untuk kedamaian. Kita melakukan pekerjaan kita karena keinginan itu bersifat kolektif," ucap Pedro Proenca.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa, terlepas dari persoalan disipliner yang sedang berjalan, Portugal masih membuka pintu bagi sang kapten untuk kembali.
Ronaldo Tegaskan Komitmen kepada Portugal
Ronaldo masih menjadi figur penting dalam sejarah sepak bola Portugal.
Baca Juga: Victoria Run 2026 Diikuti 8.000 Pelari, Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat
Hingga kini, dia telah mencatatkan 234 penampilan internasional dan mencetak 146 gol untuk negaranya, menjadikannya pemegang rekor penampilan sekaligus pencetak gol terbanyak Portugal.
Dia menegaskan komitmen untuk tetap membela negaranya, sembari mengisyaratkan bahwa para pendukung pada akhirnya akan memiliki kesempatan menyaksikan memainkan satu atau lebih pertandingan perpisahan.
Di sisi lain, Portugal mampu melewati jeda internasional tersebut dengan hasil positif.
Baca Juga: Turnamen RESET Padel Masters, Dorong Gairah Olahraga Padel
Tim nasional itu memenangkan keempat pertandingan UEFA Nations League yang dimainkan selama periode tersebut.
Goncalo Ramos juga memanfaatkan kesempatan bermain yang lebih besar dengan mencetak tiga gol ketika keterlibatan Ronaldo terbatas atau sang kapten tidak tersedia.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa Portugal tetap mampu meraih kemenangan tanpa bergantung sepenuhnya kepada Ronaldo.
Namun, kontribusi dan pengalaman sang kapten masih menjadi bagian penting dalam perjalanan tim nasional.
Baca Juga: Prediksi Skor North London Legends vs United Legends: Pires hingga Tevez Siap Panaskan GBK!