← Beranda
Liverpool Kalah 0-3 dari Man City, Kartu Merah Gravenberch Jadi Kontroversi
M Shofyan Dwi Kurniawan• Selasa, 13 Oktober 2026 | 00.08 WIB
Pelatih Liverpool Andoni Iraola menilai kartu merah Ryan Gravenberch mengubah jalannya pertandingan melawan Manchester City. Ia juga mempertanyakan keputusan wasit Chris Kavanagh dalam memberikan kartu kuning pertama kepada sang gelandang. (Bein Sports)

JawaPos.com – Pelatih Liverpool, Andoni Iraola, mengkritik keputusan wasit Chris Kavanagh yang mengusir Ryan Gravenberch dalam kekalahan 0-3 dari Manchester City di Anfield, Minggu (11/10/2026).

Menurut Iraola, kartu kuning kedua yang diterima Gravenberch pada menit ke-62 menjadi titik balik pertandingan. Sebelum gelandang asal Belanda itu meninggalkan lapangan, duel kedua tim berlangsung relatif seimbang.

Namun, setelah Liverpool bermain dengan 10 orang, Manchester City mampu mengambil alih kendali. Erling Haaland membuka keunggulan pada menit ke-65, disusul gol Jérémy Doku tiga menit kemudian. Rayan Cherki melengkapi kemenangan tim tamu pada menit ke-78.

Gravenberch diusir setelah melakukan pelanggaran terhadap Doku. Sebelumnya, ia telah menerima kartu kuning akibat insiden dengan Elliot Anderson, keputusan yang juga dipertanyakan Iraola.

Dikutip dari ESPN, Iraola menilai Liverpool tampil lebih baik sebelum kartu merah tersebut. Meski kecewa dengan hasil akhir, ia tetap mengapresiasi kerja keras pemain dan dukungan suporter di Anfield.

Baca Juga: Prediksi Skor Coventry vs Newcastle: The Magpies Waspadai Kebangkitan Tuan Rumah

Iraola Nilai Liverpool Lebih Baik sebelum Kartu Merah

Dalam konferensi pers seusai pertandingan, Iraola mengatakan laga tersebut seolah terbagi menjadi dua bagian: sebelum dan sesudah Gravenberch diusir.

“Menurut saya, analisisnya cukup jelas. Kami memainkan dua pertandingan yang berbeda: satu sampai kartu merah, dan satu lagi dari kartu merah sampai akhir,” kata Iraola.

Ia menilai Liverpool merupakan tim yang lebih baik selama 62 menit pertama. Namun, setelah bermain dengan 10 orang, City mampu memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dan tampil lebih dominan.

“Menurut saya, kami adalah tim yang lebih baik sampai kartu merah pada 62 menit pertama. Setelah kartu merah, mereka jelas lebih baik daripada kami. Dan mereka mencetak gol,” ujarnya.

Iraola juga memuji perjuangan para pemainnya meski harus menerima kekalahan telak di hadapan pendukung sendiri.

“Menurut saya, para pemain pantas mendapat pujian hari ini karena mereka telah memberikan segalanya. Para pendukung juga luar biasa, sebelum, selama, dan setelah pertandingan,” katanya.

Menurut Iraola, Liverpool sempat menunjukkan permainan positif dan menciptakan peluang sebelum kartu merah mengubah situasi. Namun, ia mengakui penampilan tersebut sulit terasa berarti setelah timnya kalah dengan selisih tiga gol.

Baca Juga: Dicemooh Fans Liverpool, Haaland Justru Bangga dengan Respons Man City di Anfield

Kartu Kuning Pertama Gravenberch Dipertanyakan

Iraola secara khusus mempertanyakan keputusan Kavanagh memberikan kartu kuning pertama kepada Gravenberch. Ia menilai insiden dengan Anderson tidak cukup serius untuk berujung pada hukuman tersebut.

“Saya rasa pelanggaran pertama Ryan tidak seharusnya berujung kartu kuning. Dalam pertandingan seperti ini, itu hanya kontak ringan, seperti menginjak jempol kaki,” ujar Iraola.

Ia juga mempertanyakan proses pengambilan keputusan wasit. Menurutnya, kartu kuning tidak langsung diberikan saat insiden terjadi, tetapi baru dikeluarkan setelah Anderson berjalan beberapa langkah dan terjatuh.

Iraola kemudian menyoroti pelanggaran kedua Gravenberch terhadap Doku. Ia menilai situasi tersebut tidak terlalu membahayakan pertahanan Liverpool karena masih banyak pemain yang berada di belakang bola.

“Kami memiliki sembilan pemain di belakang bola. Itu terjadi di tengah lapangan dan tidak ada bahaya di sana. Kemudian, sebagai wasit, Anda menempatkan diri sendiri dalam situasi sulit dan juga membuat kami dalam masalah,” katanya.

Pelatih Liverpool itu turut menyinggung kartu kuning yang diterima Ronald Araújo pada awal pertandingan setelah memprotes keputusan wasit terkait insiden handball Marc Guéhi.

Iraola mengakui wasit memiliki kewenangan untuk memberikan kartu kuning kepada pemain yang melakukan protes. Namun, ia mempertanyakan konsistensi penerapan aturan tersebut sepanjang pertandingan.

Menurutnya, keputusan-keputusan itu menjadi bagian dari rangkaian kejadian yang memengaruhi jalannya laga. Meski demikian, kritik tersebut merupakan penilaian Iraola terhadap keputusan wasit, bukan bukti bahwa keputusan tersebut melanggar aturan.

Baca Juga: Prediksi Skor Atalanta vs Venezia: Rekor Pertemuan Jadi Modal Tuan Rumah

Kasus Finansial Manchester City Ikut Disorot

Pertandingan di Anfield juga menjadi perhatian karena merupakan laga pertama Manchester City setelah komisi independen Premier League menyatakan klub tersebut bersalah atas pelanggaran serius terhadap aturan finansial liga.

Manchester City membantah melakukan pelanggaran dan telah mengajukan banding atas putusan tersebut. Proses banding masih berlangsung dan belum menghasilkan keputusan akhir mengenai sanksi.

Iraola mengakui ketidakpastian terkait kasus tersebut bukan situasi yang ideal bagi siapa pun. Namun, ia menegaskan bahwa hasil pertandingan tetap harus diterima.

“Kami kalah dalam pertandingan, tetapi itulah sepak bola. Kami telah berjuang dan bisa menganalisisnya. Saya sudah mengatakan sebelum pertandingan bahwa ketidakpastian tidak baik bagi siapa pun. Namun, begitulah situasinya dan kami tidak bisa mengubahnya. Kami harus menunggu,” ujarnya.

Kekalahan 0-3 itu menjadi hasil mengecewakan bagi Liverpool, terutama karena pertandingan sempat berlangsung seimbang sebelum Gravenberch diusir.

Bagi Iraola, Liverpool perlu mengevaluasi performa tim. Namun, keputusan Kavanagh mengeluarkan kartu merah kepada Gravenberch juga menjadi salah satu aspek yang paling banyak disorot setelah pertandingan.

Sementara itu, Manchester City mampu memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk mengamankan tiga poin dari Anfield.

EDITOR: Hendra