JawaPos.com - Manchester United kembali gagal meraih kemenangan setelah takluk 0-2 dari Atletico Madrid di Liga Champions, Selasa. Kekalahan di Stadion Metropolitano tersebut memperpanjang catatan tanpa kemenangan Setan Merah menjadi lima pertandingan sekaligus meningkatkan tekanan terhadap pelatih Michael Carrick.
Optimisme yang sempat menyertai kembalinya Manchester United ke kompetisi Eropa kini mulai memudar. Hasil yang tidak konsisten membuat masa depan Carrick semakin banyak dipertanyakan, terlebih setelah timnya kembali kehilangan poin dalam pertandingan penting.
Sebelumnya, United harus puas bermain imbang melawan Tottenham Hotspur setelah kebobolan gol penyeimbang pada menit-menit akhir. Hasil tersebut juga memancing reaksi negatif dari para pendukung di Old Trafford.
Baca Juga: Leny Yoro Diganjar Kartu Merah, Manchester United Keok 2-0 di Kandang Atletico Madrid
Tiga hari kemudian, masalah kembali muncul saat menghadapi Atletico Madrid. United langsung tertinggal ketika Pablo Barrios mencetak gol hanya sekitar 50 detik setelah pertandingan dimulai.
Situasi semakin sulit setelah Leny Yoro menerima kartu merah pada babak kedua. Atletico kemudian memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk memastikan kemenangan melalui gol Ademola Lookman.
Kini, Manchester United harus segera berbenah sebelum menghadapi rival mereka, Leeds United. Tekanan terhadap Carrick semakin besar karena timnya belum menunjukkan konsistensi yang dibutuhkan pada awal musim.
Baca Juga: Prediksi Skor Manchester City vs Paris Saint-Germain: Misi Sulit Les Parisiens di Etihad Stadium
Gol Cepat Atletico Kembali Menghukum United
Melansir ESPN, Carrick melakukan lima perubahan dalam susunan pemain setelah hasil imbang melawan Tottenham. Ayden Heaven dipercaya mengisi posisi bek kiri untuk menggantikan Luke Shaw yang mengalami cedera, sehingga United harus tampil dengan komposisi lini belakang yang tidak biasa.
Perubahan tersebut langsung mendapat ujian berat. Pada menit pertama, Álex Baena berhasil berlari melewati Diogo Dalot yang kehilangan posisi. Baena kemudian mengirimkan umpan kepada Barrios, yang melepaskan tembakan keras hingga melewati garis gawang meskipun Heaven berusaha menghalau bola.
Gol cepat itu membuat United harus mengejar ketertinggalan sejak awal. Namun, mereka tidak langsung kehilangan semangat dan sempat memberikan perlawanan yang cukup menjanjikan.
Bryan Mbeumo menjadi salah satu pemain yang berusaha menghidupkan serangan United. Ia melepaskan tembakan setelah melakukan pergerakan individu yang bagus, sebelum kembali menguji kemampuan kiper Atletico, Jan Oblak.
Carlos Baleba, yang menjalani penampilan pertamanya sebagai starter untuk United, juga memberikan kontribusi dalam upaya membangun serangan. Ia berhasil merebut bola sebelum timnya menciptakan peluang melalui sundulan yang masih mampu diamankan Oblak.
Meski demikian, Atletico tetap berbahaya. Alejandro Grimaldo sempat membentur tiang gawang melalui tendangan bebas, sementara United harus bekerja keras untuk bertahan hingga turun minum.
Baca Juga: Prediksi Skor Atletico Madrid vs Manchester United: Duel Sengit di Metropolitano
Gol Johnny Cardoso Dianulir VAR
Atletico sempat merasa telah menggandakan keunggulan menjelang akhir babak pertama melalui Johnny Cardoso. Gelandang tersebut melepaskan tembakan keras dari tepi kotak penalti yang disambut perayaan para pemain tuan rumah.
Namun, gol itu tidak disahkan setelah Ayden Heaven memprotes dugaan handball yang dilakukan Marcos Llorente dalam proses serangan. Wasit Glenn Nyberg kemudian meninjau tayangan ulang melalui monitor di pinggir lapangan sebelum memutuskan menganulir gol tersebut.
Keputusan itu membuat United tetap memiliki peluang untuk menyamakan kedudukan. Akan tetapi, Atletico kembali mengambil inisiatif serangan setelah babak kedua dimulai.
Julián Álvarez hampir menambah keunggulan tuan rumah pada menit ke-54 melalui tendangan voli yang membentur tiang dekat. Atletico terus menekan pertahanan United melalui pergerakan Baena dan sejumlah serangan dari sisi sayap.
United sendiri mulai menemukan momentum untuk membalas. Bruno Fernandes nyaris mencetak gol setelah menerima bola diagonal dari Youri Tielemans, tetapi tembakannya masih melenceng.
Fernandes kembali memperoleh kesempatan pada menit ke-70. Kali ini, tembakannya berhasil melewati Oblak, tetapi bola hanya membentur mistar gawang. Peluang tersebut menjadi salah satu momen terbaik United untuk kembali ke pertandingan.
Baca Juga: Prediksi Skor Manchester City vs PSG di Liga Champions: Ada Nuansa Balas Dendam di Etihad
Kartu Merah Yoro Mengubah Situasi
Ketika United mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan, situasi berubah drastis pada menit ke-74.
Leny Yoro dianggap melakukan pelanggaran terhadap Jonathan David saat penyerang Atletico tersebut berusaha menembus pertahanan.
Setelah mendapat rekomendasi dari VAR Pol van Boekel untuk meninjau insiden tersebut, Nyberg memutuskan mengeluarkan kartu merah kepada Yoro karena dinilai menggagalkan peluang mencetak gol yang jelas.
Keputusan itu memaksa United melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain. Upaya mereka untuk menyamakan kedudukan pun semakin berat, sementara Atletico memperoleh ruang lebih besar untuk melancarkan serangan.
Lima menit setelah kartu merah, Atletico berhasil mencetak gol kedua. David terlebih dahulu memaksa kiper Senne Lammens melakukan penyelamatan, tetapi bola kemudian mengarah kepada Lookman yang berdiri dalam posisi menguntungkan.
Pemain pengganti tersebut dengan mudah menyelesaikan peluang ke gawang yang sudah tidak terjaga. Gol itu membuat Atletico unggul 2-0 dan semakin mendekatkan mereka pada kemenangan.
United sempat mencoba memberikan perlawanan pada menit-menit akhir. Namun, Oblak masih mampu menggagalkan peluang Matheus Cunha pada masa tambahan waktu, sehingga skor tidak berubah hingga pertandingan berakhir.
Tekanan terhadap Carrick Semakin Besar
Kekalahan dari Atletico Madrid memperpanjang periode sulit Manchester United. Lima pertandingan tanpa kemenangan menjadi catatan yang sulit diabaikan, terutama ketika tim harus menghadapi jadwal pertandingan penting berikutnya.
Carrick memang melakukan sejumlah perubahan dalam susunan pemain, tetapi lini belakang yang belum solid dan kegagalan memanfaatkan peluang kembali menjadi persoalan. Gol cepat Barrios membuat United harus mengejar ketertinggalan, sedangkan kartu merah Yoro menghambat upaya mereka untuk bangkit.
Di sisi lain, United sebenarnya memiliki beberapa kesempatan untuk menyamakan kedudukan. Mbeumo mampu menciptakan ancaman, sementara Fernandes hampir mencetak gol melalui tembakan yang membentur mistar. Namun, peluang-peluang tersebut tidak cukup untuk mengubah hasil akhir.
Kini, perhatian beralih ke pertandingan melawan Leeds United. Laga tersebut menjadi kesempatan bagi Manchester United untuk menghentikan tren negatif sekaligus meredakan tekanan terhadap Carrick.
Jika masalah konsistensi dan efektivitas di depan gawang terus berlanjut, pertanyaan mengenai masa depan sang pelatih kemungkinan akan semakin sering muncul. Untuk saat ini, United membutuhkan respons nyata di lapangan agar periode sulit yang mereka alami tidak semakin panjang.