JawaPos.com – Perseru Serui bakal melakoni Liga 1 2018 sebagai tim musafir. Tim asal Papua ini akan menggunakan Stadion Gajayana, Malang saat menjamu Barito Putera, Kamis (17/5) malam. Mereka harus hijrah dari Papua karena Stadion Marora, Serui memang belum bisa melakoni pertandingan di malam hari.
Seperti diketahui, selama bulan suci Ramadan kompetisi Liga 1 2018 masih tetap bergulir. Namun, jadwal pertandingan semuanya dilakukan pada malam hari, pukul 20.30 WIB. Tidak ada pertandingan yang dilakukan pukul 15.30 atau 18.30 WIB untuk sementara.
Manajemen Perseru pun telah mengeluarkan keterangan resmi tentang hal ini. Mereka juga memastikan pertandingan lawan Barito Putera akan dilangsungkan di Stadion Gajayana, bukan Marora.
“Kami (masih) menunggu pemasangan lampu di Stadion Marora selesai. Mungkin lampu akan tiba di Serui hari ini atau besok, dan langsung dikebut pemasangannya,” kata Direktur Perseru Edward Norman Banua, Selasa (15/5) siang.
“Oleh karena itu, untuk sementara kami memakai Stadion Gajayana sebagai tempat penyelenggaraan pertandingan kandang melawan Barito Putera,” imbuh Norman - sapaan akrabnya dalam laman resmi klub.
Pemilihan Stadion Gajayana sebagai markas sementara Perseru tak lepas dari agenda Perseru dalam dua pekan ke depan. Setelah menjamu Barito Putera, Perseru akan menghadapi tuan rumah PS Tira di Bantul, Jogjakarta, Selasa (22/5).
Malang dianggap relatif dekat dengan Jogjakarta. Perjalanan dari Malang ke Jogja juga tidak memakan banyak waktu. Bisa ditempuh dengan berbagai moda transportasi. Mulai dari bus, kereta api, hingga pesawat terbang.
Dengan menggelar pertandingan di Malang, Perseru pun bisa mendapatkan waktu yang cukup panjang untuk beristirahat. Sebab, sebelum melawan Barito Putera, mereka telah melakoni away ke Malang menghadapi Persela.
“Selain itu, adaptasi pemain cukup cepat karena kami sudah melakoni TC di Malang selama hampir dua bulan. Kami berharap bisa memperoleh poin maksimal pada dua laga mendatang,” tegas Norman.