JawaPos.com - Timnas Indonesia U-17 berhasil mengamankan poin pertama mereka di Piala Dunia U-17. Sayangnya, fisik pemain garuda muda masih jauh dari kata baik.
Timnas Indonesia berhasil menahan Ekuador dengan skor 1-1 pada hari Jumat malam (10/11) di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. Selain menerima banyak pujian, skuad asuhan Bima Sakti juga tidak luput dari kritikan, terutama soal fisik.
Binder Singh (Akrab disapa Bung Binder) turut mengomentari pertandingan pertama Garuda Muda di ajang Piala Dunia U-17 dalam kanal Youtube pribadi miliknya. Dari pengamatan Bung Binder, perbedaan paling mencolok dari kedua tim adalah dari fisik pemain.
Baca Juga: Indonesia Ingin Cetak Sejarah Menembus Piala Dunia U-20, Piala Dunia U-17 Jadi Momentum
“Selain taktik, kelebihan pemain Ekuador dibanding Indonesia adalah dari segi fisik,” ujar Bung Binder dalam kanal Youtube pribadinya, Bola Bung Binder.
Perbedaan kondisi fisik pemain membuat Ekuador berhasil mendominasi permainan. Masalah ini semakin jelas saat memasuki menit ke-70 ke atas.
Fisik pemain Indonesia terlihat kelelahan yang mengakibatkan gawang mereka semakin sering diserang. Statistik membuktikan bahwa Ekuador unggul dengan penguasaan bola mencapai 57% serta berhasil membuat belasan peluang ke arah gawang.
Pilihan Tepat Shin Tae-Yong Utamakan Latihan Fisik
Shin Tae-Yong sempat dikritik karena lebih memilih melatih fisik pemain dengan porsi banyak daripada pola latihan yang berkaitan dengan teknik maupun taktik.
Bung Binder merupakan satu dari sekian pengamat yang mendukung pilihan STY. Menurutnya, justru fisik yang wajib ditempa lebih dulu sebelum ke pola latihan lainnya.
“Kalau fisik pemain sudah kuat, pelatih jadi lebih mudah menerapkan taktik buat tim,” kata Bung Binder.
Bung Binder kemudian memberi contoh prestasi-prestasi STY di seluruh kelompok umur. Walaupun belum memberikan piala, Shin Tae-Yong telah membuktikan bahwa progress dari tim yang ia latih berjalan sukses.
“Kita lihat bagaimana fisik pemain yang diasuh STY mulai meningkat. Meskipun masih ada kekurangan, setidaknya tidak separah masa di mana pemain timnas mulai kelelahan di babak kedua dan hanya mengandalkan long pass,” tambahnya.
Selama Shin Tae-Yong melatih timnas di semua kelompok umur baik dari U-19, U-23, dan senior, pemain-pemain yang dia asuh punya fisik lebih kuat yang membuat timnas bisa bersaing dengan negara-negara di Asia.
PR Tim Pelatih dengan Sisa Dua Pertandingan
Apa yang disampaikan Bung Binder tentang fisik pemain Timnas U-17 terbukti setelah pertandingan melawan Ekuador. Banyak pemain alami kram dan kelelahan yang membuat taktik pelatih tidak berjalan maksimal.
Baca Juga: Kejutan di Piala Dunia U-17 2023, Dua Raksasa Amerika Latin Tumbang di Laga Pembuka
“Banyak pemain melakukan salah umpan. Karena apa? Karena kelelahan. Ketika pemain sudah lelah, sulit bagi pemain untuk tetap fokus,” kritik Bung Binder tentang pertandingan kemarin.
Kritikan Bung Binder menjadi pr serius bagi tim pelatih Timnas Indonesia U-17. Jika tidak ingin membuat malu masyarakat Indonesia, pelatih serta pemain harus mampu mengelola fisik mereka di lapangan sampai laga berakhir.
“Semangat boleh. Bagus. Tapi harus pintar mengatur tempo permainan. Hancur itu kalau nanti lawan Panama langsung ngegas. Fisik pemain langsung ngedrop dan rentan cedera,” masukan terakhir Bung Binder buat Timnas Indonesia U-17.
Timnas Indonesia akan kembali bermain melawan Panama hari senin esok (12/11) di Stadion Gelora Bung Tomo.
Dengan apa yang terjadi ketika melawan Ekuador, Bima Sakti serta seluruh jajaran tim pelatih wajib mengatur tempo permainan anak asuh mereka supaya kondisi fisik pemain tetap terjaga sampai laga selesai.