← Beranda
Geser Ernando Ari dari Kiper Utama Persebaya Surabaya, Andhika Ramadhani Bongkar Persaingan di Bawah Mistar Gawang
Moch. Rizky Pratama Putra• Sabtu, 28 September 2024 | 16.49 WIB
Andhika Ramadhani bongkar persaingan ketat kiper Persebaya Surabaya di Liga 1 Indonesia 2024/2025. (Moch. Rizky Pratama Putra/JawaPos.com)

JawaPos.com — Persebaya Surabaya harus puas berbagi poin dengan Dewa United setelah pertandingan berakhir imbang 0-0 di Stadion Gelora Bung Tomo. Meski Persebaya Surabaya menciptakan 18 peluang dengan 9 di antaranya tepat sasaran, tak satu pun gol berhasil dicetak.

Pelatih Persebaya Surabaya, Paul Munster, mengapresiasi kerja keras timnya meski gagal meraih kemenangan. Dia mengakui anak asuhnya sudah berusaha sekuat tenaga, terutama di babak kedua, namun dewi fortuna belum berpihak kepada Green Force.

“Kami hanya membutuhkan gol pertama dan kami kurang ‘kejam’. Secara teknis mereka adalah tim yang bagus, dan kami mendapatkan satu poin. Kecewa, tapi kami akan terus maju,” ujar Munster dalam konferensi pers usai pertandingan.

Persebaya Surabaya sebenarnya berhasil mencetak gol di injury time melalui Malik Risaldi. Sayangnya, gol tersebut dianulir wasit karena Malik terjebak dalam posisi offside.

“Kita bisa melihat semua, pemain kami push dan push untuk mencetak gol. Tetapi sayangnya, itu tidak terjadi. Dan, ketika kami mencetak gol, kami offside,” tambah Munster dengan nada kecewa.

Di samping hasil imbang ini, Andhika Ramadhani yang menjadi kiper utama Persebaya Surabaya menggantikan Ernando Ari turut memberikan pandangannya. Menurutnya, satu poin yang diraih tetap penting bagi Persebaya Surabaya untuk menjaga posisi di puncak klasemen.

“Kami sedikit kecewa dengan hasil yang kami dapatkan. Alhamdulillah, kami mendapatkan satu poin dari kerja keras kami. Itulah sepak bola. Kami menyerang, kami memiliki banyak peluang, tetapi kami tidak memiliki gol saat ini,” ungkap Andhika.

Andhika Ramadhani juga menyampaikan komentarnya terkait persaingan di posisi kiper utama. Setelah menggantikan Ernando Ari di bawah mistar gawang, Andhika menegaskan bahwa persaingan di tim tetap berjalan secara sehat.

“Ya, persaingan di sini selalu sehat. Tidak ada saling menjatuhkan, siapa yang layak bermain itulah yang turun ke lapangan,” kata Andhika ketika ditemui di mixed zone Stadion Gelora Bung Tomo.

Andhika menegaskan bahwa fokus utamanya adalah memberikan yang terbaik bagi tim, apapun peran yang dimainkan. Baginya, tidak penting siapa yang bermain selama tim bisa meraih hasil positif.

“Kalau tekanan, sih, nggak ada. Tapi, ketika diberi kesempatan, kami harus menunjukkan yang terbaik. Dan, jika tidak bermain, kami tetap mendukung tim agar mendapatkan hasil bagus,” tambahnya.

Andhika juga memuji rekannya, Ernando Ari, yang dikenal sebagai kiper andalan dengan segudang pengalaman. Ernando telah beberapa kali membawa Timnas Indonesia berprestasi dan bahkan tampil melawan Argentina, sementara Andhika menyadari bahwa dirinya masih dalam proses pembuktian.

“Kita semua tahu siapa Ernando, dia punya banyak pengalaman dan pernah juara dengan timnas. Kalau memang dia layak bermain, ya kami semua tetap support 100 persen,” ujar Andhika.

Meskipun dirinya sempat menjadi pilihan utama di beberapa pertandingan terakhir, Andhika tidak merasa posisinya lebih unggul dari Ernando. Baginya, yang terpenting adalah kemenangan tim, apapun peran yang dimainkan.

“Yang penting Persebaya menang. Siapapun yang bermain, yang penting tim mendapatkan hasil terbaik, dan alhamdulillah,” pungkasnya.

Dalam pertandingan melawan Dewa United, Andhika berhasil menjaga gawangnya tetap steril. Ini menjadi salah satu bukti bahwa meskipun masih dalam tahap pembuktian, dia mampu menjalankan tugasnya dengan baik.

Keputusan pelatih Paul Munster untuk memberi kesempatan kepada Andhika di laga penting ini terbilang tepat. Namun, pertanyaan tentang siapa yang akan menjadi kiper utama di laga-laga berikutnya masih menjadi tanda tanya.

Persaingan sehat antara Ernando Ari dan Andhika Ramadhani di posisi penjaga gawang tentu menjadi keuntungan bagi Persebaya Surabaya. Kedua kiper ini memiliki kelebihan masing-masing yang dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan tim.

Di tengah jadwal yang padat, rotasi pemain terutama di posisi krusial seperti penjaga gawang adalah hal yang sangat penting. Paul Munster harus cermat dalam menentukan siapa yang lebih siap di setiap pertandingan.

Meski begitu, baik Ernando maupun Andhika sama-sama menunjukkan sikap profesional. Mereka berdua mengutamakan kepentingan tim di atas ambisi pribadi untuk menjadi pemain utama.

Hasil imbang melawan Dewa United memang sedikit mengecewakan bagi Persebaya Surabaya, terutama mengingat dominasi mereka selama pertandingan. Namun, dengan pertahanan kukuh dari Andhika dan peluang yang terus tercipta, ada optimisme kemenangan segera datang.

Dengan perolehan satu poin ini, Persebaya Surabaya tetap memimpin klasemen Liga 1 Indonesia dengan 17 poin dari tujuh pertandingan. Meski demikian, persaingan di papan atas semakin ketat, dengan Borneo FC yang terus mengejar di posisi kedua.

Paul Munster tentu harus segera mengevaluasi permainan timnya, terutama di sektor serangan yang terlihat kurang tajam dalam beberapa laga terakhir. Selain itu, konsistensi performa dari penjaga gawang juga akan menjadi kunci dalam menjaga momentum tim.

Di sisi lain, peran pemain cadangan seperti Andhika Ramadhani akan terus ditunggu, terutama di tengah persaingan ketat dengan Ernando Ari. Siapapun yang terpilih, mereka harus siap memberikan yang terbaik demi kejayaan Persebaya Surabaya.

Tentu, bagi para Bonek, siapa yang berdiri di bawah mistar gawang tidaklah penting. Yang mereka inginkan hanyalah kemenangan bagi Green Force, di setiap laga, di setiap kesempatan.

Dengan sikap saling mendukung antara pemain dan pelatih, Persebaya Surabaya dipastikan akan terus menjadi salah satu tim kuat di Liga 1 Indonesia. Persaingan sehat seperti yang ditunjukkan oleh Andhika dan Ernando adalah cerminan profesionalisme yang patut diapresiasi.

EDITOR: Edi Yulianto