JawaPos.com - Kepindahan Emil Audero ke Palermo menarik perhatian publik. Klub Serie B Italia itu menyebutnya sebagai "pejuang Indonesia pertama" dalam sejarah mereka yang telah berlangsung 125 tahun.
Hal ini memunculkan spekulasi apakah Emil akan membuka peluang dinaturalisasi atau Palermo sekadar ingin meningkatkan engagement dari fans Indonesia. Sebelumnya, Emil bergabung dengan Como 1907 pada awal musim, tetapi gagal menjadi pilihan utama di bawah asuhan Cesc Fabregas.
Dari delapan penampilan, ia kebobolan 18 gol dan belum mencatatkan clean sheet. Hal ini membuatnya dipinjamkan ke Palermo, klub yang tengah berjuang menembus promosi ke Serie A.
Sementara itu, di sisi lain dunia, Maarten Paes semakin kokoh di posisinya sebagai kiper utama FC Dallas di Major League Soccer (MLS). Bahkan, dalam beberapa pertandingan pramusim di Portugal, ia dipercaya mengenakan ban kapten.
Statusnya sebagai kiper utama Dallas membuatnya lebih diunggulkan untuk mempertahankan posisi di Timnas Indonesia. Lantas, bagaimana perbandingan kelebihan dan kekurangan antara Emil Audero dan Maarten Paes? Siapa yang lebih layak menjadi pilihan utama Timnas Indonesia?
Keunggulan Emil Audero Dibandingkan Maarten Paes
- Pengalaman di Liga Top Eropa
Emil memiliki pengalaman bermain di Serie A bersama Juventus, Sampdoria, dan Como. Hal ini membuatnya lebih terbiasa menghadapi tekanan tinggi dan penyerang kelas dunia. - Distribusi Bola yang Lebih Baik
Emil dikenal memiliki distribusi bola yang baik, baik dalam umpan pendek maupun panjang. Kemampuan ini sangat berguna dalam skema permainan modern yang menuntut kiper berperan dalam build-up serangan. - Refleks dan Duel Satu Lawan Satu
Salah satu kekuatan Emil adalah refleksnya yang cepat dalam situasi satu lawan satu. Hal ini bisa menjadi keuntungan besar saat menghadapi serangan balik lawan.
Keunggulan Maarten Paes Dibandingkan Emil Audero
- Sudah Beradaptasi dengan Timnas Indonesia
Maarten Paes telah menjalani debutnya bersama Timnas Indonesia dan mulai memahami rekan-rekannya di lini pertahanan. Ini memberinya keuntungan besar dibanding Emil yang belum menjalani proses adaptasi. - Konsistensi Bermain
Paes adalah kiper utama FC Dallas dan bermain secara reguler di MLS. Ia telah menunjukkan performa stabil dalam beberapa musim terakhir, berbeda dengan Emil yang masih mencari kestabilan setelah tersisih dari Como. - Usia Lebih Muda
Paes saat ini berusia 26 tahun, sedangkan Emil sudah 27 tahun. Meski hanya terpaut satu tahun, Paes masih dalam fase perkembangan dan bisa lebih lama membela Timnas Indonesia ke depannya.
Persaingan di Posisi Kiper Timnas Indonesia
Jika Emil Audero resmi dinaturalisasi, persaingan di posisi penjaga gawang Timnas Indonesia akan semakin ketat. Saat ini, Maarten Paes lebih diunggulkan karena sudah menjalani debut dan memiliki jam terbang lebih tinggi dalam beberapa musim terakhir.
Namun, kehadiran Emil bisa memberikan opsi tambahan bagi pelatih Patrick Kluivert. Jika menginginkan pengalaman dari liga top Eropa, Emil bisa menjadi pilihan utama.
Sebaliknya, jika menginginkan kiper yang sudah lebih padu dengan sistem permainan Timnas, Paes lebih ideal. Selain mereka berdua, kiper lokal seperti Ernando Ari juga masih memiliki peluang untuk bersaing.
Pelatih Timnas Indonesia nantinya harus mempertimbangkan aspek teknis, mental, dan konsistensi sebelum menentukan siapa yang layak menjadi kiper utama. Dengan situasi saat ini, Paes masih menjadi kandidat terkuat untuk mempertahankan posisinya.
Sementara itu, Emil Audero harus menunjukkan performa terbaiknya di Palermo jika ingin mendapatkan tempat di skuat Garuda. Apakah Emil bisa bangkit dan bersaing dengan Paes? Ataukah Paes akan terus menjadi pilihan utama Timnas Indonesia?