← Beranda
Ernando Ari Blak-blakan Soal Paul Munster Absen Saat Persebaya Surabaya vs PSBS Biak: Kami Sudah Pernah
Moch. Rizky Pratama Putra• Rabu, 12 Februari 2025 | 02.12 WIB
Ernando Ari sudah terbiasa tanpa Paul Munster di pinggir lapangan jelang laga Persebaya Surabaya vs PSBS Biak. (Media Persebaya)
 

JawaPos.com — Persebaya Surabaya menghadapi tantangan besar saat menjamu PSBS Biak di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, pada 15 Februari 2025. Green Force harus tampil tanpa pelatih kepala Paul Munster yang absen karena akumulasi kartu kuning.

Paul Munster menerima kartu kuning kedua saat Persebaya Surabaya kalah 2-1 dari Persis Solo pada 7 Februari 2025. Sebelumnya, ia juga mendapatkan kartu kuning dalam kekalahan 3-1 dari PSS Sleman pada 11 Januari 2025.

Ini bukan pertama kalinya Paul Munster harus absen mendampingi tim karena hukuman kartu. Pada 7 Desember 2024, ia juga melewatkan laga penting saat Persebaya Surabaya menghadapi Arema FC di kandang.

Selain pelatih kepala, Persebaya Surabaya juga harus kehilangan Mohammed Rashid yang mendapat akumulasi kartu. Gelandang bertahan Gilson Costa juga harus absen setelah menerima kartu merah di laga terakhir.

Kondisi semakin sulit karena Bruno Moreira dan Slavko Damjanovic yang absen di laga sebelumnya belum dipastikan bisa kembali bermain. Bek tengah Kadek Raditya juga masih dalam pemulihan cedera yang dideritanya saat melawan Persis Solo.

Artinya, Persebaya Surabaya berpotensi kehilangan lima pemain inti dalam laga penting melawan PSBS Biak. Situasi ini tentu menjadi ujian berat bagi tim yang tengah berusaha bangkit dari keterpurukan.

Paul Munster berada dalam tekanan besar karena hasil buruk yang diraih Persebaya Surabaya dalam enam laga terakhir. Lima kekalahan dan satu hasil imbang membuat manajemen klub mulai mempertimbangkan masa depan Munster.

Manajemen Persebaya Surabaya secara terbuka menyatakan nasib Paul Munster akan ditentukan dalam dua laga berikutnya. Duel melawan PSBS Biak dan Dewa United (21 Februari 2025) menjadi penentu masa depannya di kursi kepelatihan.

Meski situasi sedang sulit, kiper utama Persebaya Surabaya, Ernando Ari, tetap optimis dengan kekuatan timnya. Ia menegaskan absennya pelatih dan beberapa pemain inti bukan alasan bagi Persebaya Surabaya untuk tampil melempem.

Menurut Ernando, skuad Persebaya Surabaya saat ini diisi oleh banyak pemain berkualitas yang siap tampil maksimal. Ia menilai kehilangan satu atau dua pemain tidak akan mengurangi kekuatan tim secara keseluruhan.

“Ah, pemain, enggak lah Mas, karena kita di sini pemain bagus-bagus, semua bagus-bagus kita tidak terpaku dengan satu, dua pemain saja, kita di sini punya kualitas semua, saya percaya dengan pemain yang ada di sini,” ujar Ernando Ari, dalam sesi latihan Persebaya Surabaya, Selasa (11/2/2025).

Dalam sesi latihan di Gelora 10 Nopember, Ernando menegaskan timnya sudah terbiasa menghadapi situasi sulit. Ia mencontohkan laga melawan Arema FC yang tetap berhasil dimenangkan meski tanpa Paul Munster di pinggir lapangan.

Menurutnya, para pemain tetap mengikuti arahan pelatih dalam latihan dan menerapkannya dalam pertandingan. Oleh karena itu, absennya Munster di laga kontra PSBS Biak tidak akan menjadi masalah besar bagi tim.

Ernando juga menekankan semua pemain memiliki tanggung jawab yang sama untuk membawa Persebaya Surabaya kembali ke jalur kemenangan. Ia percaya timnya bisa bangkit dan memberikan hasil terbaik bagi Bonek dan Bonita.

“Dan juga masalah tentang Coach, kita sebenarnya sebelum pertandingan juga selalu mengikuti arahan dari Coach juga mendengarkan Coach, mungkin selebihnya kalau tidak didampingi itu kita juga udah pernah melawan Arema juga yang akhirnya bisa mendapatkan kemenangan, tapi kita selalu mengikut arahan Coach ketika latihan sampai pertandingan,” imbuh Ernando Ari.

Dukungan dari suporter juga menjadi motivasi tambahan bagi Persebaya Surabaya untuk tampil maksimal. Laga di GBT nanti diprediksi akan kembali dipadati oleh ribuan pendukung setia yang siap memberikan dukungan penuh.

Persebaya Surabaya memang sedang dalam kondisi sulit, namun mentalitas para pemain akan diuji di laga kontra PSBS Biak. Dengan atau tanpa Paul Munster di pinggir lapangan, Persebaya Surabaya tetap wajib meraih kemenangan untuk mengakhiri tren negatif.

Kehilangan beberapa pemain inti tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Green Force. Namun, ini juga menjadi kesempatan bagi pemain lain untuk membuktikan kualitas mereka dan menunjukkan Persebaya Surabaya tetap tim yang kompetitif.

Jika gagal meraih hasil maksimal, tekanan terhadap Paul Munster akan semakin besar. Manajemen bisa saja mengambil keputusan drastis jika Persebaya Surabaya kembali gagal meraih kemenangan di dua laga krusial ini.

Sementara itu, PSBS Biak tentu tidak akan datang ke GBT tanpa ambisi. Tim promosi ini dikenal memiliki semangat juang tinggi dan siap memanfaatkan situasi sulit yang sedang dialami Persebaya Surabaya.

Laga ini akan menjadi ajang pembuktian bagi Persebaya Surabaya, apakah mereka masih layak bersaing di papan atas atau semakin terpuruk di papan tengah. Segala kemungkinan bisa terjadi dalam pertandingan yang penuh tekanan ini.

Bonek dan Bonita tentu berharap Persebaya Surabaya bisa segera bangkit dan kembali ke jalur kemenangan. Satu hal yang pasti, pertandingan melawan PSBS Biak akan menjadi salah satu laga paling menentukan bagi masa depan Green Force di musim ini.

EDITOR: Edi Yulianto