← Beranda
Bongkar Peran Rahasia Achmad Jufriyanto! Bisa Jadi Batu Sandungan Persebaya Surabaya di GBLA
Moch. Rizky Pratama Putra• Selasa, 9 September 2025 | 00.17 WIB
Achmad Jufriyanto mengikuti latihan bersama tim Persib di Lapangan GBLA usai pulih dari cedera patah tulang rusuk. (Dok. Jawapos.com)

JawaPos.com — Persib Bandung kembali akan mengandalkan sosok senior penuh pengalaman, Achmad Jufriyanto, dalam laga pekan kelima Super League 2025/2026 melawan Persebaya Surabaya. Peran Jupe sebagai mentor sekaligus pemain berpengalaman diyakini bisa menjadi batu sandungan bagi Green Force yang tengah berusaha meraih kemenangan ketiga musim ini.

Meski usianya sudah menginjak 38 tahun, Jupe tetap tercatat sebagai pemain aktif di skuat Maung Bandung.

Statusnya bukan hanya sekadar pemain, melainkan juga sosok pemimpin yang mampu merangkul para pemain muda agar bisa beradaptasi lebih cepat di level senior.

Pelatih Persib, Bojan Hodak, menegaskan peran ganda yang kini dijalani Jufriyanto.

Selain masih bisa dimainkan bila dibutuhkan, ia lebih banyak bertugas sebagai mentor, motivator, sekaligus bagian dari tim pelatih untuk mendampingi para pemain muda.

“Dia akan menjadi mentor untuk para pemain muda. Dia juga akan membantu tim pelatih dan jika kami membutuhkan dia, dia masih bisa bermain. Tapi paling banyak dia akan lebih bekerja sebagai pelatih,” ujar Bojan Hodak dikutip dari I.League, Senin (8/9/2025).

Menariknya, Jupe saat ini juga sedang menjalani kursus kepelatihan A AFC. Hal itu semakin menegaskan perannya sebagai pemain sekaligus calon pelatih yang tengah menimba ilmu sebelum resmi gantung sepatu.

Bojan menyebut Jupe sudah mengikuti kursus dalam sepekan terakhir bersama PSSI. Setelah itu, ia akan kembali ke tim dan berperan ganda sebagai pemain-pelatih untuk Persib.

“Ya Jupe sebenarnya sedang mengikuti kursus kepelatihan. Dia sudah oke dalam satu pekan tapi akan mengikuti kursus kepelatihan AFC bersama PSSI. Jadi dia akan kembali gabung dan akan menjadi pemain-pelatih,” bebernya.

Tugas tambahan tersebut bukan hal ringan, namun Jupe menerimanya dengan lapang dada. Ia paham generasi muda Persib harus ditempa dengan mental yang kuat agar bisa segera nyetel di tim senior.

Saat ini, ada sekitar enam pemain muda U20 yang sedang berproses di skuat Maung Bandung.

Nama-nama seperti Rhaka Syafaka, Fitrah Maulana, Kevin Pasha, Nazriel Alfaro, Zulkifli Lukmansyah, dan Athaya Zahran menjadi fokus pendampingan Jupe.

“Hampir sekarang rata-rata banyak pemain muda, kalau tidak salah ada lima-enam pemain U20 yang pasti mereka masih canggung,” jelas Jupe.

“Tugas saya gimana caranya mereka merasa diterima di tim ini dan adapun pemain-pemain baru seperti Saddil (Ramdani), (Alfeandra) Dewangga, mereka kan secara pengalaman sudah ada, mereka tentunya sudah bisa beradaptasi,” jelasnya.

Sebagai pemain senior yang sudah mempersembahkan tiga gelar juara bersama Persib, Jupe tahu betul bagaimana atmosfer tim besar.

Pengalamannya menjadi modal berharga untuk menularkan rasa percaya diri dan mental pemenang kepada para juniornya.

Ia juga menegaskan adaptasi bukan hanya soal teknis permainan, tetapi juga soal rasa memiliki. Jupe ingin para pemain muda merasakan atmosfer kekeluargaan sehingga mereka tidak merasa terasing di dalam tim.

“Kalau yang muda-muda ini agak, jadi pelan-pelan. Gimana caranya bisa merasa 'oh saya diterima di tim ini, oh saya ternyata (tim) senior tuh seperti ini' makin termotivasi untuk bisa main di tim senior,” tegasnya.

Selain itu, Jupe juga menjadi sosok yang menjembatani komunikasi pemain baru dengan pemain lama.

Nama-nama berpengalaman seperti Saddil Ramdani dan Alfeandra Dewangga mungkin sudah matang, namun pemain muda jelas membutuhkan figur panutan.

Dengan hadirnya mentor seperti Jupe, pemain muda bisa lebih cepat belajar dari pengalaman. Mereka juga akan tahu bagaimana menghadapi tekanan, apalagi saat bermain di laga besar seperti menghadapi Persebaya Surabaya.

Pertandingan Persib kontra Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Jumat (12/9/2025), diprediksi berlangsung ketat.

Green Force datang dengan ambisi besar untuk meraih kemenangan ketiga mereka di musim ini.

Namun, Persib punya modal kuat dengan keberadaan pemain senior yang mampu menjaga keseimbangan tim.

Jupe dipandang sebagai faktor X yang bisa membuat Green Force kesulitan menembus organisasi pertahanan Maung Bandung.

Persebaya Surabaya sendiri dikenal memiliki lini serang tajam dengan kombinasi pemain muda dan berpengalaman. Tapi kehadiran mentor seperti Jupe di lapangan maupun dari sisi teknis bisa menjadi penghalang besar untuk mereka.

Apalagi, Persib punya tradisi kuat saat bermain di kandang. Dukungan penuh bobotoh di GBLA bisa semakin membakar semangat para pemain muda yang sudah digembleng oleh Jupe.

Achmad Jufriyanto. (instagram @achmad16jufriyanto)
Achmad Jufriyanto. (instagram @achmad16jufriyanto)

Bukan hanya fisik, mental dan kebersamaan tim juga jadi modal penting untuk menghadapi laga penuh gengsi ini. Dan di sinilah peran rahasia Jupe benar-benar diuji untuk mengangkat kualitas tim secara keseluruhan.

Jika berhasil mengarahkan para pemain muda tampil penuh percaya diri, Jupe bisa jadi pembeda. Persib akan makin sulit dibendung, dan Persebaya Surabaya berpotensi menemui jalan terjal dalam usahanya meraih poin di Bandung.

Dengan pengalaman panjang dan dedikasi penuh, Achmad Jufriyanto tak hanya menjadi pemain biasa. Ia menjelma sebagai mentor sekaligus pelatih masa depan yang siap membawa Persib tetap kompetitif di Super League.

Peran ganda inilah yang membuat sosoknya sangat berharga di tubuh Maung Bandung. Dan bisa jadi, keberadaan Jupe adalah rahasia yang mampu menghambat langkah Persebaya Surabaya di GBLA.

EDITOR: Hendra