← Beranda
Pembuktian Duo Bintang Persib Bandung dari Kritik Netizen Jelang Timnas Indonesia Lawan Irak
Moch. Rizky Pratama Putra• Sabtu, 11 Oktober 2025 | 00.29 WIB
Tugas berat evaluasi Beckham Putra jelang laga Timnas Indonesia hadapi Irak. (Instagram @beckham_put7)
 

JawaPos.com — Duo Persib Bandung, Marc Klok dan Beckham Putra, punya misi pribadi ketika Timnas Indonesia bersua Irak pada laga Kualifikasi Piala Dunia 2026. Setelah dikritik habis-habisan oleh netizen dan dijuluki “beban negara”, keduanya ingin membuktikan diri layak mengenakan jersey Garuda.

Kritik pedas menghampiri dua pemain Maung Bandung itu usai laga melawan Arab Saudi di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah.

Timnas Indonesia kalah 2-3, dan sebagian publik menuding performa Klok dan Beckham sebagai penyebab menurunnya tempo permainan tim.

Sejumlah komentar bernada sinis membanjiri media sosial usai pertandingan. “Beban tim,” tulis salah satu netizen, sementara komentar lain menuding “2 BEBAN KLOK & BECKHAM GAGUNA DI TIMNAS!!!”.

Bahkan ada yang menyebut keduanya “ngukur lapangan Arab sebelum main, bukan waktunya bermain”.

Kritik semacam itu jelas menohok mental pemain mana pun, apalagi bagi mereka yang tengah berjuang menjaga kepercayaan pelatih Patrick Kluivert.

Namun bagi Klok dan Beckham, hujan kritik justru menjadi bahan bakar untuk bangkit menghadapi Irak. Mereka ingin membuktikan diri bukan sekadar pelengkap di skuad Garuda.

Dalam laga kontra Arab Saudi, Klok dan Beckham dipercaya tampil sejak menit awal. Sementara dua rekannya dari Persib, Thom Haye dan Eliano Reijnders, masuk sebagai pemain pengganti.

Keempatnya ikut merasakan intensitas tinggi laga internasional di tanah Arab, pengalaman yang tak mudah didapat di level klub.

Pelatih Persib, Bojan Hodak, mengaku bangga empat pemainnya bisa tampil di level tersebut. Ia menilai atmosfer pertandingan semacam itu akan menempa mental dan kualitas mereka.

Meski Timnas Indonesia kalah, Bojan menyebut para pemainnya mendapatkan pengalaman berharga untuk dibawa kembali ke klub.

“Saya melihatnya bagus, karena mereka dapat menit bermain, terpenting pemain-pemain ini bermain,” ujar Bojan Hodak dikutip dari laman I.League, Jumat (10/10/2025).

Pelatih asal Kroasia itu menegaskan laga melawan Arab Saudi menjadi bekal penting untuk pertandingan berikutnya kontra Irak.

Namun di balik apresiasi itu, Bojan juga menyelipkan pesan tegas kepada keempat pemainnya.

Ia menegaskan tak ada jaminan bagi Klok, Beckham, Reijnders, maupun Haye untuk langsung menjadi starter ketika kembali ke Persib. Semua bergantung pada kondisi fisik dan performa mereka usai memperkuat Timnas.

“Setelah mereka bermain di sana segera harus penerbangan, ada waktu dua hari untuk persiapan laga kami,” tegas Bojan.

Ia ingin memastikan siapa yang benar-benar siap tampil saat Persib melakoni laga pekan ke-8 Super League 2025/2026 melawan PSBS Biak di Stadion Maguwoharjo Sleman.

Meski demikian, fokus publik kini tertuju pada satu hal: pembuktian Klok dan Beckham di laga melawan Irak. Laga itu menjadi ajang balas kritik bagi dua pemain yang sempat dijuluki “beban negara”.

Keduanya ingin membuktikan semangat dan kualitas mereka sepadan dengan kepercayaan pelatih Patrick Kluivert.

Bagi Marc Klok, pengalaman internasional bukan hal baru. Gelandang berdarah Belanda itu dikenal punya jiwa kepemimpinan dan mental baja.

Ia sering menjadi jenderal lapangan tengah yang menyeimbangkan permainan, dan kritik dari publik justru bisa menjadi pelecut motivasi untuk tampil lebih konsisten.

Sementara Beckham Putra, yang masih berusia muda, menghadapi situasi berbeda. Label “beban timnas” jelas berat untuk pemain seumurannya, tapi justru di sanalah ujian mental ditempa.

Beckham dikenal punya kemampuan teknik tinggi dan kecepatan dalam membaca ruang, dua hal yang dibutuhkan untuk melawan tim sekelas Irak.

Laga kontra Irak juga jadi momen penting bagi Timnas Indonesia secara keseluruhan. Setelah kalah dari Arab Saudi, skuad Garuda tak punya pilihan selain tampil habis-habisan demi menjaga peluang lolos ke babak berikutnya.

Di tengah tekanan besar, sosok-sosok seperti Klok dan Beckham dituntut menunjukkan karakter sesungguhnya.

Kritik publik bukan hal baru bagi pesepak bola profesional. Namun cara mereka merespons kritik itulah yang menentukan arah karier.

Jika mampu tampil gemilang dan membawa Timnas Indonesia mencuri poin dari Irak, Klok dan Beckham tak hanya membungkam kritik, tapi juga menegaskan status mereka sebagai bintang sejati Persib Bandung.

Pelatih Bojan Hodak pun berharap anak asuhnya bisa memanfaatkan momentum tersebut untuk mengasah pengalaman dan meningkatkan kepercayaan diri. Baginya, laga Timnas menjadi sarana pembelajaran, bukan beban.

Ia percaya keempat pemain Persib bisa kembali dengan mental yang lebih kuat dan kesiapan yang lebih matang.

Beban yang semula berupa cemoohan publik kini berubah menjadi motivasi. Duo Persib itu punya kesempatan sempurna untuk menjawab semua tudingan lewat aksi nyata di lapangan.

Saat Garuda kembali terbang menghadapi Irak, publik menunggu pembuktian dua bintang yang sempat diremehkan.

Jika mereka mampu tampil penuh determinasi dan membantu Timnas Indonesia mencuri hasil positif, cerita “beban negara” akan berbalik menjadi “pahlawan bangsa”.

Sebab, di dunia sepak bola, pembuktian terbaik selalu datang dari lapangan, bukan dari komentar di dunia maya.

EDITOR: Edi Yulianto