← Beranda
Peter De Roo Akui Kalah Cerdas Hadapi Eduardo Perez! Persebaya Surabaya Kirim Persis Solo ke Jurang Degradasi
Moch. Rizky Pratama Putra• Senin, 3 November 2025 | 17.29 WIB
Pelatih Persis Solo kewalahan menghadapi gaya bermain Persebaya Surabaya di Gelora Bung Tomo, Minggu (2/11/2025). (Dok. Persis Solo)

JawaPos.com — Persis Solo harus menelan pil pahit di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu malam, setelah kalah 2-1 dari Persebaya Surabaya dalam laga pekan ke-11 Super League 2025/2026. Kekalahan itu bukan hanya membuat Laskar Sambernyawa pulang tanpa poin, tapi juga menyeret mereka semakin dekat ke zona degradasi.

Pelatih Persis Solo, Peter De Roo, mengakui timnya kalah secara taktis dan mental dari tim tuan rumah yang dilatih Eduardo Perez.

Ia menyebut Persebaya Surabaya bermain lebih cerdas memanfaatkan momen penting, terutama saat Persis kehilangan fokus di menit krusial.


“Kami sangat kecewa. Tapi jika melihat jalannya pertandingan selama 90 menit, kami sebenarnya menciptakan cukup banyak peluang,” ucap Peter usai pertandingan.


Pelatih asal Belanda itu menyayangkan timnya gagal mengonversi dominasi penguasaan bola menjadi gol tambahan yang bisa mengubah jalannya laga.

Menurutnya, Persis sebenarnya tampil cukup baik, terutama di babak pertama, ketika mampu menekan dan menjaga ritme permainan. Namun, satu kesalahan kecil jelang turun minum mengubah arah pertandingan secara drastis.

Gol Persebaya Surabaya di akhir babak pertama membuat mental pemain Persis terganggu dan kehilangan momentum.

Setelah kebobolan gol kedua, permainan Laskar Sambernyawa kian tidak terorganisir dan mulai kehilangan ritme.

Peter menyebut timnya berusaha keras mengejar ketertinggalan, tapi terburu-buru dalam mengambil keputusan di sepertiga akhir lapangan.

Beberapa peluang yang seharusnya bisa menjadi gol justru hilang karena penyelesaian akhir yang kurang tenang.

Ia menilai kelelahan juga menjadi faktor yang membuat Persis sulit menjaga disiplin di lini pertahanan.

Pemainnya harus menutup ruang yang luas untuk mengantisipasi serangan balik cepat dari Persebaya Surabaya yang tampil efisien dan agresif.

“Gol menjelang turun minum menjadi momen yang buruk bagi kami. Setelah kebobolan gol kedua, permainan kami mulai kehilangan ritme,” tegasnya.

Menurut Peter, Persebaya Surabaya mampu memanfaatkan setiap celah kecil yang ditinggalkan pemain Persis untuk menciptakan peluang berbahaya.

Dalam pandangan sang pelatih, timnya sejatinya memiliki momen untuk membalas melalui serangan balik.

Namun karena terburu-buru, Persis justru sering kehilangan bola di area berbahaya dan memberi kesempatan bagi tuan rumah untuk menekan balik.

“Kami memberikan ruang yang tidak seharusnya ada, terutama di babak pertama. Padahal kami datang untuk mencoba memenangkan pertandingan,” ujar Peter dengan nada kecewa.

Ia menilai para pemain sudah berusaha keras, tapi masih kurang cerdas dalam membaca situasi dan menjaga konsistensi permainan.

Kekalahan dari Persebaya Surabaya menjadi tamparan keras bagi Persis Solo yang kini harus menatap papan bawah klasemen.

Hasil ini juga mempertegas rapuhnya fokus tim di momen krusial, sesuatu yang diakui Peter harus segera dibenahi jika ingin keluar dari tekanan.

Sebagai bahan evaluasi, pelatih berusia 55 tahun itu menegaskan pentingnya membangun ruang permainan dengan lebih rapi agar Persis bisa tampil lebih produktif.

Ia percaya, dengan perbaikan dalam transisi dan kontrol tempo, timnya masih punya peluang untuk bangkit.

Aksi Perovic saat Persebaya Surabaya kalahkan Persis Solo 2-1 di Gelora Bung Tomo, Minggu (2/11/2025). (Persebaya Surabaya)
Aksi Perovic saat Persebaya Surabaya kalahkan Persis Solo 2-1 di Gelora Bung Tomo, Minggu (2/11/2025). (Persebaya Surabaya)

Sementara itu, gelandang Persis Solo Fuat Dapo Sule turut menyuarakan kekecewaan serupa usai pertandingan. Ia menilai kekalahan di Surabaya disebabkan oleh kelengahan kecil yang berdampak besar bagi hasil akhir.

“Kami punya beberapa peluang untuk menciptakan jarak, tapi tidak bisa memanfaatkannya. Dua gol yang kami terima sebetulnya bisa dihindari,” ujarnya.

Sule menambahkan, tim seharusnya bisa tampil lebih fokus dan tidak kehilangan konsentrasi setelah kebobolan.

Meski begitu, Sule tetap menegaskan seluruh pemain masih percaya dengan filosofi permainan yang diterapkan Peter De Roo. Ia menyebut semua pemain berkomitmen untuk memperbaiki diri dan bangkit di laga-laga berikutnya.

“Kami semua ingin menang, tapi mungkin ini proses yang harus kami lewati untuk tumbuh sebagai tim,” kata Sule. Ia yakin kerja keras dan kesabaran akan membawa Persis keluar dari masa sulit ini.

Bagi Persebaya Surabaya, kemenangan atas Persis menjadi bukti tajamnya strategi Eduardo Perez dalam memaksimalkan potensi pemain muda dan kecepatan lini depan.

Tim Green Force tampil efisien, sabar menunggu celah, dan memanfaatkan setiap kesalahan lawan dengan penuh perhitungan.

Di sisi lain, bagi Persis Solo, kekalahan ini menjadi sinyal bahaya yang tidak bisa diabaikan. Posisi mereka di papan bawah kini semakin genting, dan tekanan dari suporter untuk segera berbenah pun kian menguat.

Peter De Roo kini dihadapkan pada tantangan berat untuk mengembalikan kepercayaan diri tim yang mulai goyah.

Ia dituntut tidak hanya memperbaiki taktik, tapi juga menumbuhkan mental juang pemain agar Persis tak tenggelam lebih dalam di jurang degradasi.

Dengan jadwal padat yang menanti, Persis harus segera menemukan ritme terbaiknya sebelum terlambat. Jika tidak, musim ini bisa berubah menjadi perjalanan penuh penderitaan bagi klub kebanggaan Kota Bengawan itu.

Persebaya Surabaya kalahkan Persis Solo 2-1 di Gelora Bung Tomo, Minggu (2/11/2025). (Persebaya Surabaya)
Persebaya Surabaya kalahkan Persis Solo 2-1 di Gelora Bung Tomo, Minggu (2/11/2025). (Persebaya Surabaya)

EDITOR: Hendra