JawaPos.com — Kabar terbaru Elkan Baggott kembali jadi buah bibir, dulu menolak panggilan Timnas Indonesia, kini merana di Ipswich Town menjadi gambaran karier sang bek dalam beberapa musim terakhir. Nama yang sempat dielu-elukan publik Tanah Air itu justru tersendat di klubnya sendiri, meski usia dan potensi masih menjanjikan.
Elkan Baggott pernah berada di titik penting ketika Timnas Indonesia U-23 bersiap tampil di playoff Olimpiade Paris 2024.
Saat kesempatan besar itu datang, ia memilih tidak bergabung dan keputusan tersebut terus menjadi sorotan hingga hari ini.
Penolakan itu terasa kontras dengan kondisi kariernya saat ini yang belum kunjung melonjak. Alih-alih menembus tim utama Ipswich Town, Elkan justru lebih sering tampil di level U-21.
Situasi ini membuat publik bertanya-tanya karena Elkan bukan lagi pemain usia muda. Ia sudah berada di atas 21 tahun dan dalam profil resmi tercatat lahir pada 23 Oktober 2002.
Ipswich Town U-21 musim ini dihuni pemain-pemain yang seluruhnya berusia di bawah 21 tahun. Namun, nama Elkan Baggott tetap muncul dalam daftar pemain yang tampil bersama tim tersebut.
Status Elkan sejatinya masih sebagai bagian dari skuad utama Ipswich Town. Persaingan ketat di lini belakang The Tractors membuatnya lebih sering “turun level” dan bermain bersama tim U-21.
Musim ini Elkan sama sekali belum mencatatkan menit bermain bersama tim senior Ipswich Town. Total empat penampilannya seluruhnya terjadi bersama Ipswich Town U-21.
Menariknya, kontribusi Elkan di tim U-21 terbilang positif. Dari tiga laga Premier League 2 2025–2026 yang ia mainkan penuh 90 menit, Ipswich Town U-21 selalu meraih kemenangan.
Ia ikut berperan saat Ipswich Town U-21 menaklukkan Leeds United dengan skor 3-2. Elkan juga tampil solid ketika Brighton dikalahkan 3-1 dan Newcastle United ditundukkan 1-0.
Catatan itu menunjukkan kualitas Elkan belum benar-benar hilang. Namun, performa di level U-21 tentu belum cukup untuk membuka pintu tim utama.
Kondisi ini terasa ironis mengingat ekspektasi besar yang pernah melekat pada dirinya. Postur 196 sentimeter dan kaki kiri yang dominan membuat Elkan sempat diproyeksikan sebagai bek masa depan.
Di level internasional, perjalanan Elkan bersama Timnas Indonesia juga penuh dinamika. Ia pernah menolak panggilan Timnas Indonesia senior pada Juni 2021 saat laga penentuan Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia.
Keputusan tersebut sempat memicu kritik luas dari publik. Namun, Elkan akhirnya kembali mengenakan seragam Merah Putih sejak November 2021 hingga Januari 2024.
Pada 2025, peluang kembali ke Timnas Indonesia sebenarnya masih terbuka. Pelatih Patrick Kluivert sempat berniat memanggilnya untuk laga melawan Australia dan Bahrain.
Kesempatan itu kembali tidak diambil karena Elkan memilih fokus membela klubnya saat itu, Blackpool FC. Pilihan tersebut lagi-lagi menimbulkan tanda tanya besar.
Kini, saat karier klubnya belum stabil, wacana comeback ke Timnas Indonesia kembali mencuat. Publik menanti apakah Elkan akan membuka lembaran baru atau tetap bertahan pada jalur yang ia pilih.
Secara kontrak, Elkan masih memiliki masa depan panjang di Ipswich Town. Ia terikat kontrak hingga 30 Juni 2028 dengan perpanjangan terakhir pada Agustus 2025.
Nilai pasar Elkan saat ini berada di angka Rp3,48 miliar. Angka tersebut menunjukkan ia masih dianggap aset berharga, meski jam terbang senior minim.
Latar belakang Elkan juga membuat kisahnya semakin menarik. Ia lahir di Bangkok dari ibu Indonesia dan ayah Inggris, lalu memilih kewarganegaraan Indonesia pada 9 November 2021.
Pilihan membela Indonesia sempat membuatnya dicintai suporter. Namun, rangkaian keputusan karier kemudian membuat hubungan itu naik turun.
Ipswich Town saat ini berkompetisi di Liga 2 Inggris. Kondisi tersebut sebenarnya bisa menjadi panggung ideal bagi pemain seperti Elkan untuk unjuk gigi.
Sayangnya, hingga kini ia belum mampu menembus skuad utama. Peran di tim U-21 menjadi pengingat keras tentang ketatnya persaingan sepak bola profesional.
Nasib Elkan Baggott masih jauh dari kata selesai. Dengan usia yang relatif muda, peluang bangkit tetap ada jika ia mampu mengambil keputusan tepat.
Baca Juga: Uston Nawawi Kantongi Kelemahan Borneo FC! Persebaya Surabaya Pede Amankan Tiga Poin di GBT
Publik Indonesia hanya bisa menunggu kelanjutan kisah sang bek jangkung. Apakah ia akan kembali bersinar bersama Timnas Indonesia atau terus merana di Ipswich Town, waktu yang akan menjawab.