← Beranda
Bongkar Peran Krusial Alexis Messidoro! Momok Persebaya Surabaya saat Jamu Dewa United di Gelora Bung Tomo
Moch. Rizky Pratama Putra• Sabtu, 31 Januari 2026 | 17.26 WIB
Alexis Messidoro siap bawa Dewa United menang di kandang Persebaya Surabaya. (Dewa United)

JawaPos.com — Peran krusial Alexis Messidoro menjadi topik menarik jelang duel panas Persebaya Surabaya kontra Dewa United pada pekan ke-19 Super League 2025/2026. Gelandang asal Argentina itu berpotensi menjadi momok serius bagi Green Force saat laga digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (1/2/2026).

Alexis Messidoro kembali menunjukkan kelasnya sebagai otak permainan Dewa United ketika menghadapi Arema FC pada pekan sebelumnya.

Meski tidak mencetak gol, pengaruhnya sangat dominan dan menjadi fondasi kemenangan 2-0 Banten Warriors.

Dalam laga di Stadion Internasional Banten itu, Messidoro bermain penuh selama 90 menit dengan kontribusi satu assist dan satu penalti yang berujung gol.

Pergerakannya konsisten mengacaukan struktur pertahanan Arema sejak menit awal.

Data Sofascore memperlihatkan betapa vital peran Messidoro dalam mengatur tempo dan distribusi bola. Ia mencatatkan akurasi umpan 88 persen dengan 69 umpan sukses dari total 78 percobaan.

Dominasi Messidoro terlihat dari keberaniannya bermain di area lawan dengan 36 umpan akurat dari 41 percobaan. Ia juga aktif menjemput bola dari lini belakang dengan 33 umpan sukses di area sendiri.

Kontribusinya tidak berhenti pada distribusi bola, karena Messidoro mencatat dua key passes dan satu umpan silang akurat.

Meski tanpa tembakan dan dribel sukses, efektivitasnya justru terlihat dari bagaimana ia membuat rekan setim lebih hidup.

Gol pembuka Dewa United lahir dari kerja sama Messidoro dan Alex Martins yang dihentikan secara ilegal di kotak penalti.

Alex Martins sukses mengeksekusi penalti tersebut dan membawa tuan rumah unggul cepat saat laga baru berjalan empat menit.

Peran Messidoro kembali terasa pada gol kedua di menit ke-43 lewat situasi sepak pojok. Umpan lambungnya mampu dikontrol dengan sempurna oleh Alex Martins sebelum berujung gol kedua Dewa United.

Baca Juga: Rekap Transfer Persis Solo! Borong 10 Pemain Baru, Eks Bintang Persebaya Surabaya Kunci Lolos dari Degradasi

Pelatih kepala Dewa United, Jan Olde Riekerink, secara terbuka membongkar peran krusial Messidoro dalam konferensi pers usai laga. Ia mengakui ada momen penting ketika posisi Messidoro diubah demi menutup celah permainan.

“Pertama-tama tentu saya senang kami meraih tiga poin. Saya pikir itu bukan laga yang mudah,” ujar Jan Olde mengawali komentarnya.

“Itu juga bukan laga terbaik kami dalam tiga tahun terakhir. Tapi kami mencetak gol cepat dan tentu itu membantu banyak.”

Jan Olde juga menyoroti ancaman serius dari Arema FC yang sempat membuat Dewa United kesulitan. Menurutnya, dua pemain sayap Singo Edan memberi tekanan besar di awal laga.

“Saya pikir Arema sangat berbahaya, terutama di 20 menit awal dengan penyerang sayap mereka nomor punggung 7 dan 77,” katanya. “Saya pikir mereka memberikan kami masalah yang besar.”

Situasi mulai berubah ketika Jan Olde melakukan penyesuaian taktik dengan menggeser posisi Ricky dan Messidoro. Keputusan itu membuat Dewa United lebih nyaman menguasai bola dan meredam tekanan lawan.

“Ada satu ruang di sisi kiri penyerangan kami dan kami membiarkan itu kosong,” ucap Jan Olde.

“Setelah itu kami mengubah posisi Ricky dan Messidoro, lalu semuanya menjadi lebih mudah untuk kami, karena kami bisa menahan bola di sana lebih banyak.”

Kontrol permainan Dewa United semakin terlihat setelah gol kedua tercipta jelang turun minum. Meski unggul, Jan Olde tetap menilai Arema sebagai tim dengan kualitas dan transisi yang berbahaya.

“Lalu kami mencetak gol kedua, saya rasa kita tidak boleh meremehkan Arema,” tegasnya. “Saya pikir mereka memiliki transisi yang bagus dan pemain-pemain yang berkualitas, jadi mereka bukanlah tim yang buruk.”

Babak kedua berjalan lebih seimbang dengan Arema mencoba bangkit lewat sejumlah serangan. Namun solidnya lini belakang Dewa United dan performa impresif Sonny Stevens menjaga keunggulan tetap aman.

Jan Olde menilai kemenangan ini lahir dari mentalitas dan semangat juang pemainnya. Ia menyebut laga sulit terkadang harus dimenangkan dengan karakter tim, bukan sekadar permainan indah.

Baca Juga: Prediksi Napoli vs Fiorentina: Conte Rintis Kembali Tiket Liga Champions, Kehilangan Kans Raih Rp 200 Miliar

“Pada akhirnya, beberapa laga yang berjalan sulit terkadang harus dimenangkan dengan semangat juang tim,” ujarnya. “Saya pikir itu adalah upaya para pemain untuk terus berjuang.”

Modal performa impresif Messidoro tentu menjadi alarm serius bagi Persebaya Surabaya. Gelandang kreatif ini berpotensi menjadi pusat masalah jika tidak mendapat pengawalan ketat di lini tengah.

Dengan kecerdasan membaca ruang, akurasi umpan tinggi, serta kemampuan mengatur ritme, Messidoro bisa mengendalikan atmosfer laga tandang.

Jika diberi ruang sedikit saja, ia mampu mengubah pertandingan lewat satu sentuhan kunci.

Persebaya Surabaya dipastikan harus menyiapkan skema khusus untuk mematikan pengaruh Messidoro di Gelora Bung Tomo.

Jika gagal, bukan tidak mungkin sang penyihir lapangan kembali beraksi dan membawa Dewa United pulang dengan hasil manis.

 
EDITOR: Hendra