← Beranda
Prediksi PSIM Yogyakarta vs Persis Solo, Derbi Mataram Suguhkan Tensi Tinggi di Bantul
Edi Yulianto• Jumat, 6 Februari 2026 | 18.19 WIB
Aksi Ze Valente (kanan) saat dikawal gelandang Persebaya Surabaya, Francisco Rivera. (Dok. PSIM Yogyakarta)

JawaPos.com – PSIM Yogyakarta akan menjamu Persis Solo pada pekan ke-20 Super League 2025/2026. Laga bertajuk Derbi Mataram ini tersaji di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat (6/2) kick-off pukul 15.30 sore.

Banyaknya perubahan pada komposisi pemain di tim Persis membuat pelatih PSIM, Jean Paul Van Gastel, mewaspadai benar kebangkitan lawan.

Disaat yang sama, PSIM juga bertekad segera bangkit dari dua kekalahan beruntun yang didapat pada dua laga terakhirnya. Kalah 0-3 dari Persebaya di Surabaya dan takluk 1-2 dari Borneo FC di Samarinda membuat perolehan poin PSIM masih tak beranjak dari 30 poin saat ini.

Menghadapi Laskar Sambernyawa yang baru saja merombak skuad paruh musim, juru taktik asal Belanda tersebut mengakui kesulitan memprediksi kekuatan lawan. Menurutnya, banyaknya wajah baru di kubu tamu membuat skema permainan Persis berbeda di tiga laga terakhir.

“Persis Solo sulit diprediksi karena mereka mendatangkan 11 pemain baru. Saya sudah melihat tiga pertandingan mereka dan setiap laga pemainnya berbeda-beda. Jadi pada dasarnya, sedang terjadi perubahan di tim mereka,” kata pelatih PSIM, Jean Paul Van Gastel.

Namun demikian, dia mengaku tak mau terlalu dipusingkan dengan perubahan kekuatan Persis. Jean Paul Van Gastel lebih memilih untuk memprioritaskan perbaikan internal PSIM untuk bangkit dari dua hasil minor sebelumnya.

“Bagi kami, kami mencoba memainkan permainan kami sendiri, yang mana itu lebih penting. Jelas kami mencoba untuk menang seperti yang kami lakukan tiap minggu, terutama setelah dua kekalahan, kami mencari kemenangan lagi,” dia menegaskan.

Terkait komposisi skuad, Van Gastel memastikan rekrutan anyar, Jop Van der Avert, belum bisa diturunkan dalam laga krusial ini. Eks pemain Liga Korea tersebut dinilai masih membutuhkan waktu adaptasi fisik usai libur kompetisi K-League 2 sejak November tahun lalu.

“Jop belum tersedia untuk laga lawan Persis karena menurut saya dia butuh latihan lebih banyak. Karena dia mengakhiri musim di Korea pada November 2025, jadi dia butuh waktu latihan lagi,” jelas Van Gastel.

Meski demikian, Van Gastel tetap mengapresiasi langkah cepat manajemen. “Saya sangat berterima kasih kepada manajemen yang mendatangkan Jop untuk menutupi kekurangan skuad kami di lini pertahanan,” tambahnya.

Selain itu, beberapa pilar PSIM juga masih dalam balutan cedera jelang laga lawan Persis nanti. Dery Corfe dipastikan absen, sementara Rahmatsho Rahmatzoda, yang sempat menepi saat melawan Borneo FC, kondisinya perlahan membaik meski belum dipastikan menjadi starter.

Sementara Persis sangat membutuhkan poin untuk memperbaiki peringkatnya. Dari 19 laga yang sudah dijalani, Persis baru mampu mengoleksi 10 poin hasil dari dua kali menang, empat kali imbang dan 14 kali kalah.

Sedangkan PSIM yang notabene adalah tim promosi musim ini justru berada di peringkat ketujuh dengan 30 poin hasil dari delapan kali menang, enam kali imbang dan lima kali kalah.

Secara peringkat, Persis terpaut jauh dari PSIM. Namun, laga nanti adalah duel dengan tajuk Derbi Mataram yang syarat dengan gengsi tinggi kedua tim. Artinya, motivasi dan semangat lebih akan tersaji di pertandingan nanti.

Pelatih Persis, Milomir Seslija, memastikan pemainnya dalam kondisi siap bertanding lawan PSIM. Dia juga mengaku jika anak asuhnya memiliki kepercayaan diri yang baik melawan tuan rumah nanti.

Dia memprediksi laga lawan PSIM nanti akan berlangsung sengit, mengingat lawan adalah tim yang memiliki komposisi pemain yang bagus. Namun demikian, dia optimistis para pemainnya bisa mencuri poin penuh di kandang lawan.

“Untuk derbi ini kita memiliki target yang tinggi meskipun kita akan menghadapi tim yang bagus. Mereka sangat baik dalam segi penguasaan bola, ada Ze Valente dan beberapa pemain lokal lainnya. Tapi, kami yakin bisa meraih hasil baik,” kata Milomir Seslija.

Dia mengatakan persiapan yang matang sudah dilakukan termasuk mengevaluasi pertandingan sebelumnya. Ia berharap dengan kesiapan ini, Persis bisa mendapatkan poin penuh.

Pelatih Milomir Seslija mengakui laga kontra PSIM tidak akan berjalan mudah. Ia menilai Laskar Mataram sebagai salah satu tim dengan kualitas serangan yang berbahaya. “PSIM adalah salah satu tim dengan penyerangan terbaik. Saat mereka berada dalam performa terbaik, mereka sangat berbahaya," ujar pelatih yang akrab disapa Milo tersebut.

“Ini laga derbi dan kami harus menginvestasikan banyak energi. Kalau kami ingin menang, kami harus bermain jauh lebih baik dibanding pertandingan sebelumnya,” dia menegaskan.

Mengenai adaptasi para pemain baru, khususnya para pemain asing Persis, Milo menyebutkan adaptasi berjalan dengan arah yang positif. “Kita tahu memang belum membuat perubahan ke posisi yang baik, tapi pemain baru kita sedang adaptasi tapi tidak akan membutuhkan waktu lama,” ucapnya.

EDITOR: Edi Yulianto