← Beranda
Dibuang Persebaya Surabaya! Dejan Tumbas Bangkit Jadi Penyelamat Persis Solo dari Jurang Degradasi
Moch. Rizky Pratama Putra• Senin, 13 April 2026 | 19.17 WIB
Dejan Tumbas merayakan gol penting bersama Persis Solo yang membawa timnya menjauh dari zona degradasi. (Persis)

 

JawaPos.com — Nama Dejan Tumbas mendadak jadi sorotan setelah tampil impresif bersama Persis Solo di putaran kedua Super League 2025/2026. Ironisnya, kebangkitan sang pemain justru terjadi setelah ia tersingkir dari Persebaya Surabaya.

Didatangkan di tengah musim, Dejan Tumbas langsung memikul misi berat untuk menyelamatkan Persis Solo dari zona degradasi. Target itu bukan sekadar wacana karena ia langsung menunjukkan kontribusi nyata di lapangan.

“Tujuan saya adalah membantu tim mencapai hasil terbaik. Saya ingin berkontribusi dengan pengalaman saya, bekerja keras setiap hari, dan memberikan yang terbaik di lapangan," ujar Dejan Tumbas.

Baca Juga: Imran Nahumarury Soroti Penyelesaian Akhir Usai Semen Padang Kalah dari Persis Solo

"Bersama sebagai sebuah tim, saya percaya kita dapat berkembang dan mencapai target kita,” tuturnya.

Ucapan tersebut bukan sekadar janji karena performa Persis Solo langsung mengalami perubahan signifikan sejak kedatangannya.

Dalam tujuh pertandingan yang ia jalani, Laskar Sambernyawa tak sekalipun menelan kekalahan.

Baca Juga: Semen Padang Kalah Lagi! Imran Nahumarury Bongkar Masalah Utama Usai Tumbang dari Persis Solo di Manahan

Catatan itu terdiri dari empat hasil imbang dan tiga kemenangan yang sangat krusial dalam perebutan poin. Hasil tersebut cukup untuk mengangkat posisi Persis Solo keluar dari zona merah yang sebelumnya menghantui.

Menariknya, peran Dejan Tumbas di Persis Solo sangat berbeda dibanding saat masih berseragam Persebaya Surabaya. Di klub lamanya, ia lebih sering dimainkan sebagai bek kiri, posisi yang jauh dari karakter aslinya.

Padahal, Dejan Tumbas dikenal sebagai pemain versatile yang bisa mengisi berbagai posisi di lapangan. Ia mampu bermain sebagai striker, gelandang serang, gelandang tengah, hingga sayap.

Perbedaan penempatan posisi itulah yang membuat kontribusinya di Persebaya Surabaya terbilang minim. Ia kesulitan menunjukkan performa terbaik karena tidak bermain di posisi idealnya.

Situasi tersebut semakin rumit ketika tim mengalami inkonsistensi performa di bawah asuhan Eduardo Perez. Hasil imbang yang terlalu sering membuat tim kehilangan momentum dalam persaingan.

Perubahan pelatih ke tangan Bernardo Tavares menjadi titik akhir perjalanan Dejan Tumbas di Persebaya Surabaya. Sang pelatih memutuskan untuk menyudahi kontraknya dan membuka jalan bagi karier barunya.

Baca Juga: Dramatis! Persis Solo Kalahkan Semen Padang dan Tinggalkan Zona Degradasi

Keputusan tersebut justru menjadi berkah terselubung bagi sang pemain. Bersama Persis Solo, ia menemukan kembali peran terbaiknya sebagai motor serangan tim.

Kini, Dejan Tumbas lebih sering dimainkan sebagai gelandang serang dan gelandang tengah. Peran itu membuatnya lebih leluasa dalam mengatur permainan sekaligus membantu lini depan.

Kontribusinya pun langsung terasa dengan torehan dua gol penting bagi Persis Solo. Selain itu, pergerakannya di lini tengah mampu membuka ruang dan menciptakan peluang bagi rekan-rekannya.

Salah satu momen krusial terjadi pada pekan ke-27 saat Persis Solo menghadapi Semen Padang. Dalam laga tersebut, Dejan Tumbas berhasil mencetak gol penting yang menyelamatkan tim dari kekalahan.

Baca Juga: Prediksi Persis Solo vs Semen Padang, Duel Penting demi Lepas Jerat Degradasi

Gol itu terasa semakin spesial karena pertandingan digelar tanpa penonton. Tekanan tinggi tetap mampu diatasi berkat ketenangan dan pengalaman yang dimiliki pemain asal Serbia tersebut.

Secara profil, Dejan Tumbas memang bukan pemain sembarangan. Ia lahir pada 5 Agustus 1999 di Krivaja, Serbia, dengan postur ideal setinggi 1,87 meter.

Karier sepak bolanya dimulai dari akademi muda Hajduk 1912 U-19 dan Partizan U-19. Dari sana, ia mulai menapaki perjalanan profesional bersama FK Backa.

Perjalanan kariernya berlanjut ke Dinamo Vranje, di mana ia mencatatkan delapan gol dan satu assist dari 40 pertandingan. Ia kemudian memperkuat Kolubara sebelum mencoba peruntungan di luar negeri.

Pengalaman internasionalnya dimulai bersama Rudar Pljevlja di Montenegro. Dalam waktu singkat, ia mampu mencetak empat gol dan dua assist dari 16 pertandingan.

Setelah kembali ke Serbia bersama Sloboda Uzice, performanya kembali meningkat saat bergabung dengan FK Khujand di Tajikistan. Di sana, ia tampil gemilang dengan delapan gol dan dua assist dari 13 laga.

Penampilan impresif tersebut membuatnya dinobatkan sebagai pemain asing terbaik Liga Tajikistan musim 2024. Prestasi itu menjadi salah satu pencapaian penting dalam kariernya.

Baca Juga: Semen Padang Pincang Tanpa Alhassan Wakaso, Imran Nahumarury Siapkan Antisipasi Kontra Persis Solo

Pada Januari 2025, Dejan Tumbas memutuskan untuk merantau ke Indonesia dan bergabung dengan Persebaya Surabaya. Namun, perjalanan tersebut tidak berjalan sesuai harapan.

Kini, bersama Persis Solo, ia justru menemukan kembali performa terbaiknya. Perubahan posisi dan kepercayaan dari tim menjadi kunci kebangkitannya.

Kisah Dejan Tumbas menjadi bukti keputusan pahit bisa berujung manis. Dari pemain yang tersisih, ia menjelma menjadi sosok penting dalam perjuangan tim keluar dari degradasi.

Jika tren positif ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin Dejan Tumbas akan menjadi salah satu pemain kunci di Super League musim ini. Persis Solo pun punya peluang besar untuk bertahan dan bahkan melangkah lebih jauh.

EDITOR: Edi Yulianto