← Beranda
7 Laga Final Persebaya Surabaya! Evaluasi Total Atau Hancur Lebur di Akhir Musim Super League 2025/2026
Moch. Rizky Pratama Putra• Senin, 13 April 2026 | 19.22 WIB
Ekspresi kecewa pemain Persebaya Surabaya usai kekalahan telak dari Persija Jakarta di Stadion GBK. (Persebaya)

 

JawaPos.com — Kekalahan telak yang dialami Persebaya Surabaya menjadi alarm keras jelang tujuh laga penentuan Super League 2025/2026. Tumbang 0-3 dari Persija Jakarta di Stadion Gelora Bung Karno, Sabtu (11/4/2026), membuat situasi tim kian genting.

Hasil itu bukan sekadar kehilangan tiga poin, tetapi juga mengguncang mental skuad Green Force di fase krusial musim. Evaluasi besar pun langsung dilakukan demi menyelamatkan posisi di klasemen yang masih rawan tergeser.

Pelatih Bernardo Tavares tak menutupi kekecewaannya atas performa anak asuhnya di laga tersebut. Ia menyoroti kesalahan mendasar yang berujung pada gol pertama lawan.

Baca Juga: Dibuang Persebaya Surabaya! Dejan Tumbas Bangkit Jadi Penyelamat Persis Solo dari Jurang Degradasi

"Gol pertama yang kami terima berawal dari kesalahan yang sangat mendasar. Itu yang membuat saya kecewa," ujar Tavares, Minggu (12/4/2026).

Ia menegaskan situasi seperti penalti atau blunder sudah dibahas sebelumnya, namun tetap terjadi di lapangan.

Selain itu, Tavares juga menyoroti lemahnya organisasi permainan tim yang memberi terlalu banyak ruang kepada lawan. Kondisi tersebut membuat Persija semakin percaya diri, apalagi bermain di hadapan ribuan pendukungnya sendiri.

Baca Juga: Menangi Laga Klasik! Mauricio Souza Puji Persebaya Sebagai Tim Hebat, Tapi Persija Jakarta Lebih Layak Menang

Green Force dinilai gagal menjaga kedisiplinan taktik setelah kebobolan pertama. Dampaknya, permainan menjadi tidak terkontrol dan semakin mudah ditembus lawan.

Masalah lain yang tak kalah serius adalah runtuhnya mental pemain saat tertinggal. Tavares menilai kontrol emosi dan fokus tim menurun drastis dalam situasi sulit.

"Ketika situasi tidak berjalan baik, kontrol emosi dan fokus kami menurun. Hal seperti itu tidak boleh terjadi jika kami ingin menjadi tim yang lebih baik. Mentalitas juga harus diperbaiki," ungkapnya.

Pernyataan ini menjadi sinyal jelas pembenahan mental jadi prioritas utama.

Hal senada disampaikan oleh pemain andalan Rachmat Irianto yang mengakui tim tampil di bawah standar. Ia menilai banyak kesalahan terjadi, baik di lini belakang maupun saat menyerang.

"Kita bermain tidak bagus hari ini, dan banyak evaluasi karena banyak melakukan kesalahan di area sendiri dan di depan," katanya. Ia juga menegaskan tim harus segera bangkit dan menunjukkan reaksi positif di laga berikutnya.

Baca Juga: Dibantai Persija, Pertahanan Persebaya Surabaya Bobrok! Selisih Gol Malah Minus di Era Bernardo Tavares

Meski kecewa, optimisme tetap dijaga di ruang ganti Persebaya Surabaya. Para pemain bertekad memperbaiki kesalahan dan kembali ke jalur kemenangan.

Saat ini, Persebaya Surabaya masih tertahan di peringkat enam klasemen dengan koleksi 42 poin. Posisi tersebut belum aman karena hanya terpaut satu angka dari Persita Tangerang di bawahnya.

Dengan tujuh laga tersisa, setiap pertandingan akan terasa seperti final bagi Green Force. Kesalahan sekecil apa pun bisa berakibat fatal terhadap posisi akhir mereka.

Ujian terdekat datang dari rival sesama Jawa Timur, Madura United. Laga ini akan digelar di Stadion Gelora Bung Tomo pada Jumat (17/4/2026).

Baca Juga: Bonek Murka! Ultimatum Keras untuk Presiden Azrul Ananda Usai Persebaya Surabaya Dipermalukan Persija Jakarta

Secara statistik, Persebaya Surabaya unggul dalam lima pertemuan terakhir dengan tiga kemenangan. Namun, situasi Madura United yang sedang berjuang keluar dari zona degradasi membuat laga ini diprediksi berjalan sengit.

Tim tamu dipastikan datang dengan motivasi tinggi untuk mencuri poin. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi Persebaya Surabaya yang harus tampil lebih disiplin dan fokus.

Setelah itu, tantangan lebih berat sudah menanti di depan. Persebaya Surabaya akan menghadapi Malut United dan Arema FC dalam dua laga beruntun yang tidak mudah.

Duel melawan Arema FC bahkan dipastikan sarat gengsi karena merupakan salah satu laga klasik di Jawa Timur. Atmosfer panas diprediksi kembali menguji mental para pemain Green Force.

Memasuki pekan-pekan akhir, tekanan semakin meningkat. Konsistensi akan menjadi kunci utama jika Persebaya Surabaya ingin tetap bersaing di papan atas.

Selain itu, Persebaya Surabaya juga harus menghadapi PSBS Biak, Persis Solo, dan Semen Padang. Setiap laga memiliki tingkat kesulitan tersendiri yang tak bisa dianggap remeh.

Di pekan terakhir, laga derby Jawa Timur kontra Persik Kediri akan menjadi penutup musim. Pertandingan ini berpotensi menjadi penentu nasib Persebaya Surabaya di klasemen akhir.

Baca Juga: Bukti Kesaktian Mauricio Souza! Persija Jakarta Bantai Persebaya Surabaya, Kini Fokus Kejar Lari Persib Bandung

Situasi ini membuat Persebaya Surabaya tidak punya banyak pilihan selain bangkit. Evaluasi yang dilakukan harus segera diterjemahkan menjadi performa nyata di lapangan.

Jika gagal memanfaatkan tujuh laga tersisa, bukan tidak mungkin posisi mereka akan terjun bebas. Sebaliknya, jika mampu bangkit, peluang finis di papan atas masih terbuka lebar.

Kini, semua bergantung pada respons tim dalam menghadapi tekanan. Apakah Green Force mampu menjawab tantangan, atau justru runtuh di saat paling menentukan.

EDITOR: Edi Yulianto