← Beranda
Mantan Bomber Persebaya Surabaya Buka Suara! Dejan Tumbas Ungkap Tekanan Besar Persis Solo Jelang Duel Hidup-Mati
Moch. Rizky Pratama Putra• Kamis, 7 Mei 2026 | 21.45 WIB
Penyerang Persis Solo Dejan Tumbas mengungkap kondisi mental dan persiapan tim jelang duel krusial melawan Persebaya Surabaya di Stadion Manahan. (Dok. Persis)

JawaPos.com — Persis Solo sedang berada dalam tekanan besar jelang menghadapi Persebaya Surabaya di Stadion Manahan, Sabtu (9/5/2026), setelah dihajar Malut United dengan skor 5-2 pada pekan ke-32 Super League 2025/2026.

Kekalahan tersebut membuat Laskar Sambernyawa makin terancam degradasi dan memaksa seluruh pemain melakukan evaluasi total demi menyelamatkan posisi tim di tiga laga tersisa musim ini.

Mengapa Kekalahan dari Malut United Jadi Alarm Besar?

Persis Solo gagal memanfaatkan momentum saat menghadapi Malut United meski lawan bermain dengan 10 orang.

Situasi itu justru menjadi pukulan besar karena lini pertahanan Persis tampil rapuh dan kehilangan konsentrasi dalam banyak momen penting.

Hasil buruk tersebut membuat posisi Persis Solo semakin tertekan di papan bawah klasemen Super League 2025/2026.

Dengan hanya menyisakan tiga pertandingan, setiap poin kini menjadi penentu nasib Laskar Sambernyawa untuk bertahan di kasta tertinggi musim depan.

Penyerang asing Persis Solo, Dejan Tumbas, mengakui timnya tampil jauh dari ekspektasi saat melawan Malut United.

Mantan bomber Persebaya Surabaya itu menyebut seluruh pemain langsung melakukan evaluasi besar-besaran usai pertandingan.

“Setelah kekalahan melawan Malut United, kami melakukan banyak evaluasi sebagai sebuah tim,” ujar Dejan Tumbas dikutip dari Jawa Pos Radar Solo.

Baca Juga: Arek Sidoarjo Merapat? Striker PSM Makassar Ricky Pratama Dirumorkan ke Persebaya Surabaya, Isi Slot Bomber Lokal

Pemain asal Serbia tersebut menilai Persis Solo kehilangan fokus pada fase-fase krusial pertandingan. Kondisi itu membuat lawan mampu memanfaatkan celah dan menghukum kesalahan yang dilakukan timnya sepanjang laga.

“Kami tahu penampilan kami belum sesuai harapan, terutama pada momen-momen penting dalam pertandingan. Kami harus meningkatkan konsentrasi, komunikasi, dan mentalitas sepanjang 90 menit penuh,” lanjutnya.

Apa yang Dibangun Persis Solo Jelang Lawan Persebaya Surabaya?

Persis Solo langsung meningkatkan intensitas latihan sepanjang pekan ini untuk memperbaiki berbagai kelemahan. Tim pelatih fokus membenahi koordinasi pertahanan yang dalam beberapa laga terakhir terlihat mudah ditembus lawan.

Selain aspek teknis, komunikasi antarpemain juga menjadi perhatian utama menjelang duel melawan Persebaya Surabaya.

Dejan Tumbas menegaskan seluruh pemain memahami betapa pentingnya pertandingan di Stadion Manahan tersebut.

“Kami bekerja keras dalam latihan pekan ini, dan semua pemain memahami betapa pentingnya pertandingan berikutnya bagi kami,” tegasnya.

Laga melawan Green Force dipandang sebagai pertandingan penentuan bagi Persis Solo. Jika kembali gagal meraih poin maksimal, peluang mereka keluar dari ancaman degradasi bisa semakin berat pada akhir musim.

Persebaya Surabaya sendiri datang dengan motivasi tinggi untuk menjaga posisi di papan atas klasemen. Situasi itu membuat duel di Stadion Manahan diprediksi berlangsung sengit karena kedua tim sama-sama memiliki kepentingan besar.

Dejan Tumbas tentu menjadi salah satu pemain yang paling disorot pada pertandingan nanti.

Selain berstatus sebagai striker utama Persis Solo, dia juga pernah memperkuat Persebaya Surabaya sehingga memahami karakter permainan mantan timnya tersebut.

Baca Juga: Rumor Persija Jakarta Tikung Persebaya Surabaya dan Persib Bandung! 2 Pilar PSM Makassar Nyaris Diamankan Sekaligus

Bagaimana Kondisi Mental Persis Solo Saat Ini?

Tekanan besar mulai dirasakan skuad Persis Solo karena mereka masih berkutat di zona bawah klasemen. Situasi itu membuat kondisi mental pemain menjadi perhatian serius menjelang pekan-pekan terakhir kompetisi.

Meski demikian, Dejan Tumbas memastikan suasana ruang ganti tim masih solid dan penuh dukungan. Dia menyebut seluruh pemain tetap percaya diri untuk bangkit dan menyelamatkan Persis Solo dari ancaman degradasi.

“Tentu saja ketika berada dalam posisi sulit di klasemen, ada tekanan yang dirasakan. Namun secara mental kami tetap bersama dan saling mendukung setiap hari.

Kami masih percaya dengan kualitas yang kami miliki dan dengan tim ini,” ungkapnya.

Menurut Dejan, kekompakan tim menjadi modal penting menghadapi tekanan besar di akhir musim. Para pemain disebut terus menjaga semangat dan fokus agar tidak kembali kehilangan poin penting.

Atmosfer Stadion Manahan juga diyakini bakal menjadi tambahan motivasi bagi Laskar Sambernyawa. Dukungan suporter diharapkan mampu membantu pemain tampil lebih percaya diri saat menghadapi tekanan pertandingan besar.

Baca Juga: Timnas Indonesia U-17 Menang Dramatis atas Tiongkok, Kurniawan Dwi Yulianto Singgung Masalah Disiplin dan Taktik

Bisakah Persis Solo Bangkit di Tiga Laga Tersisa?

Persis Solo masih memiliki peluang bertahan di Super League musim depan meski situasi belum sepenuhnya aman. Karena itu, setiap pertandingan sisa diperlakukan seperti final oleh seluruh pemain dan tim pelatih.

Dejan Tumbas memastikan tidak ada kata menyerah di dalam skuad Persis Solo.

Mantan pemain Persebaya Surabaya tersebut menegaskan seluruh pemain siap memberikan kemampuan terbaik demi mengamankan kemenangan di kandang sendiri.

“Suasana di ruang ganti tetap positif, dan kami tahu harus berjuang lebih keras lagi di sisa pertandingan. Kami akan memberikan lebih dari 100 persen untuk Persis Solo dan para suporter,” tandasnya.

Duel melawan Persebaya Surabaya diprediksi menjadi salah satu laga paling menentukan bagi Persis Solo musim ini. Jika mampu meraih kemenangan, peluang mereka keluar dari tekanan zona bawah akan kembali terbuka lebar.

Namun sebaliknya, hasil negatif bisa membuat situasi Persis Solo semakin sulit menjelang akhir kompetisi.

Karena itu, seluruh perhatian kini tertuju pada bagaimana respons Laskar Sambernyawa setelah kekalahan menyakitkan dari Malut United.

Baca Juga: Timnas Iran Tetap ke Piala Dunia 2026, tapi Ultimatum FIFA soal IRGC Bikin Tegang

EDITOR: Hendra