JawaPos.com — Borneo FC menghadapi laga hidup mati melawan Malut United pada pekan terakhir Super League 2025/2026 di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu 23 Mei 2026 pukul 16.00 WIB. Pesut Etam wajib menang demi menjaga asa juara sambil berharap Persijap Jepara mampu menumbangkan Persib Bandung di pertandingan lain.
Tekanan besar kini berada di pundak skuad Borneo FC karena kemenangan saja belum cukup menjamin trofi juara.
Namun, performa impresif dalam beberapa pekan terakhir membuat publik Samarinda tetap percaya tim kesayangannya masih punya peluang menciptakan akhir musim sempurna.
Rekor Tak Terkalahkan Jadi Modal Besar Borneo FC
Borneo FC datang ke laga pamungkas dengan catatan performa yang sangat konsisten sepanjang lima pertandingan terakhir.
Tim asuhan Pieter Huistra membukukan empat kemenangan dan satu hasil imbang tanpa sekalipun menelan kekalahan.
Yang paling mencolok adalah ketangguhan lini belakang mereka dalam periode tersebut. Borneo FC sukses mencatatkan empat clean sheet saat mengalahkan Semen Padang 3-0, Persik Kediri 1-0, hingga Persita dengan skor 2-0.
Mental bertanding mereka juga terlihat saat menang dramatis 3-2 di kandang Bali United. Hasil imbang tanpa gol melawan Persijap Jepara pada 17 Mei lalu memang menghentikan laju kemenangan beruntun, tetapi organisasi permainan mereka tetap terlihat sangat stabil.
Atmosfer Stadion Segiri dipastikan menjadi energi tambahan bagi Pesut Etam. Dukungan penuh suporter diprediksi membuat tekanan kepada para pemain Malut United semakin besar sejak menit awal pertandingan.
Malut United Datang dengan Ancaman Ledakan Gol
Malut United bukan lawan yang bisa diremehkan meski performanya sangat naik turun dalam beberapa pekan terakhir. Tim asal Maluku Utara itu mencatatkan dua kemenangan, satu imbang, dan dua kekalahan dalam lima laga terakhir.
Ledakan performa mereka sempat mengejutkan banyak pihak ketika membantai PSBS Biak 7-0 dan menghancurkan Persis Solo 5-2. Total 12 gol dalam dua pertandingan menjadi bukti lini depan mereka sangat berbahaya saat sedang berada dalam momentum terbaik.
Namun inkonsistensi masih menjadi masalah utama skuad Laskar Kie Matubu. Setelah pesta gol tersebut, mereka justru kalah 0-2 dari PSIM Yogyakarta sebelum ditahan Persita 1-1 pada pertandingan terakhir.
Ketajaman lini depan Malut United akan kembali diuji dalam laga ini. Mereka harus menghadapi salah satu pertahanan terbaik di Super League yang sedang menikmati tren nirbobol dalam empat pertandingan.
Nama David da Silva dan Dimas Drajad menjadi tumpuan utama untuk membongkar tembok pertahanan tuan rumah. Kombinasi kecepatan, pengalaman, dan finishing keduanya berpotensi menjadi ancaman serius bagi lini belakang Borneo FC.
Rekor Pertemuan Jadi Alarm Bahaya bagi Pesut Etam
Meski secara kualitas dan pengalaman lebih mapan, Borneo FC justru memiliki catatan kurang bagus saat menghadapi Malut United. Dari tiga pertemuan terakhir, Malut United sukses memenangkan dua laga dan hanya sekali kalah.
Kemenangan paling menyakitkan terjadi pada Februari 2025 ketika Malut United menghancurkan Borneo FC dengan skor telak 3-0. Trauma tersebut kembali berlanjut pada Desember 2025 saat Pesut Etam kalah dramatis 2-3.
Fakta kebobolan enam gol dalam dua laga melawan Malut United menjadi noda besar bagi pertahanan Borneo FC. Padahal secara umum mereka dikenal sebagai salah satu tim dengan organisasi bertahan terbaik di liga.
Satu-satunya kemenangan Borneo FC atas Malut United terjadi pada September 2024 dengan skor tipis 1-0.
Saat itu Pesut Etam tampil sangat disiplin dan berhasil meredam agresivitas lawan lewat pendekatan taktis yang hati-hati.
Rekor pertemuan ini membuat laga diprediksi berlangsung jauh lebih ketat dibanding posisi klasemen kedua tim.
Malut United memiliki modal psikologis yang cukup besar karena beberapa kali berhasil membongkar pertahanan kokoh Pesut Etam.
Susunan Pemain dan Prediksi Jalannya Pertandingan
Borneo FC menurunkan kekuatan terbaiknya dalam laga penentuan ini. Nadeo Argawinata kembali dipercaya menjadi kapten dengan dukungan lini belakang yang diisi Christophe Nduwarugira, Cleyton Santos, dan Komang Teguh.
Lini tengah mereka diperkuat Kei Hirose dan Juan Felipe Villa Luiz yang menjadi motor pengatur tempo permainan. Sementara Mariano Peralta dan Koldo Obieta akan menjadi tumpuan utama untuk mencetak gol kemenangan.
Di kubu Malut United, David da Silva langsung dipercaya sebagai starter bersama Dimas Drajad di lini depan. Kehadiran Septian David Maulana dan Rizky Pellu juga membuat lini tengah mereka tetap punya kreativitas tinggi.
Pertandingan diprediksi berlangsung dengan intensitas tinggi sejak awal laga. Borneo FC kemungkinan akan langsung mengambil inisiatif menyerang demi memburu kemenangan cepat di depan ribuan pendukung sendiri.
Namun Malut United dipastikan tidak hanya bertahan karena mereka juga masih memburu posisi empat besar untuk menyalip Persebaya Surabaya.
Situasi itu membuat duel ini berpotensi menghadirkan tempo cepat dan tensi panas sepanjang pertandingan.
Melihat momentum, konsistensi performa, dan kekuatan pertahanan saat ini, Borneo FC sedikit lebih diunggulkan untuk mengamankan kemenangan tipis.
Faktor dukungan publik Segiri juga bisa menjadi pembeda dalam pertandingan sebesar ini.