← Beranda
John Herdman: Pemain Timnas Indonesia Jadi Korban Bullying hingga Ancaman Pembunuhan
Andika Rachmansyah• Sabtu, 3 Oktober 2026 | 01.14 WIB
Pesepak bola Timnas Indonesia berselebrasi usai mencetak gol ke gawang Timnas Bangladesh dalam pertandingan penyisihan Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

 

JawaPos.com - Pelatih Timnas Indonesia John Herdman menyebut, sejumlah pemain menjadi korban bullying atau perundungan di media sosial. Bahkan, beberapa anak asuhnya menerima pesan yang berisi ancaman pembunuhan. 

Herdman mengungkap hal tersebut setelah Timnas Indonesia bantai Bangladesh 9-2 pada laga pamungkas Grup A FIFA ASEAN Cup 2026.

Drama 11 gol tersebut berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Kamis (1/10) malam WIB. 

Baca Juga: Bungkam Pakistan, Vietnam Tantang Malaysia di Perebutan Tempat Ketiga FIFA ASEAN Cup 2026

Kemenangan tersebut sekaligus membawa Timnas Indonesia lolos dramatis ke final FIFA ASEAN Cup 2026.

Namun di balik kesuksesan tersebut, ternyata ada persoalan serius yang dialami para pemain di luar lapangan. 

Herdman pun meminta masyarakat untuk lebih bijak dalam memberikan komentar terhadap pemain Timnas Indonesia.

Baca Juga: Mitchell Baker Pimpin Daftar Top Skor FIFA ASEAN Cup 2026

Dia menilai kata-kata kasar yang dilontarkan ketika pemain tidak tampil sesuai harapan dapat memberikan tekanan tersendiri. 

"Dan saya berharap kalian memperlakukan orang dengan lebih baik. Ketika situasinya sulit, saya berharap kalian memperlakukan orang dengan lebih baik," kata Herdman, dikutip Jumat (2/10). 

Menurut Herdman, persoalan yang dihadapi para pemain tidak hanya berupa perundungan.

Sejumlah anak asuhnya juga menerima tudingan yang tidak jelas asal-muasalnya, termasuk Mitchell Baker yang tampil gemilang dengan mencetak lima gol ke gawang Bangladesh.

Meski tidak merinci tudingan yang diarahkan kepada Baker, Herdman menilai komentar-komentar tersebut sudah melewati batas.

Terlebih, perundungan di media sosial dapat memberikan tekanan mental kepada pemain yang sedang menjalankan tugas membela negara.

Baca Juga: FAM Tuntut FIFA Jelaskan Waktu Tambahan Indonesia Lawan Bangladesh

"Karena beberapa hal yang dikatakan tentang dia dan pemain lainnya tidak benar. Perundungan secara online itu tidak benar. Sangat mudah mengirimkan hinaan sambil bersembunyi di balik keyboard atau telepon. Tetapi secara mental, itu menyakitkan," ujar Herdman.

Lebih jauh, Herdman mengungkap perundungan yang dialami para pemain tidak berhenti pada cacian dan hinaan.

Bahkan, sejumlah anak asuhnya sampai menerima pesan berisi ancaman pembunuhan yang turut mengusik kehidupan mereka.

Baca Juga: Penjualan Tiket Final FIFA ASEAN Cup Indonesia vs Thailand dibuka

"Anak-anak kami mendapatkan ancaman pembunuhan. Itu menyakitkan. Kita harus lebih baik dari ini. Kita harus lebih baik dari ini. Kita semua manusia," terang Herdman.

Kemenangan telak atas Bangladesh membuat Timnas Indonesia keluar sebagai juara grup dengan koleksi tujuh poin, sama seperti Malaysia.

Skuad Garuda berada di posisi teratas berkat keunggulan produktivitas gol.

Baca Juga: Ukir 5 Gol Bersama Timnas Indonesia, Mitchell Baker Samai Rekor Soetjipto Soentoro dan Iswadi Idris

Timnas Indonesia akan menantang Thailand pada laga final yang berlangsung di di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Senin (5/10).

Skuad Garuda diharapkan mampu meraih kemenangan sekaligus mewujudkan target juara. 

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah