JawaPos.com - Persib Bandung resmi memilih Stadion Si Jalak Harupat (SJH), Kabupaten Bandung, sebagai markas sementara untuk tiga pertandingan kandang sepanjang Oktober 2026.
Keputusan tersebut membuat Persib Bandung meninggalkan sementara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) demi memberi waktu tambahan untuk perawatan rumput. Persib diharapkan kembali menggunakan GBLA sebagai kandang mulai November 2026.
Kenapa Persib Bandung Meninggalkan GBLA?
Persib Bandung harus mengungsi dari GBLA karena kondisi lapangan belum sepenuhnya ideal setelah menjalani proses perawatan sejak Juni 2026.
Manajemen Persib Bandung memilih memperpanjang masa perawatan agar kualitas lapangan benar-benar siap digunakan untuk pertandingan kandang berikutnya.
Keputusan tersebut diambil setelah manajemen melakukan peninjauan terhadap kondisi lapangan GBLA pada Selasa (29/9/2026).
Hasil pemeriksaan menunjukkan perkembangan positif. Kerapatan rumput dinilai lebih baik dibandingkan kondisi pada bulan sebelumnya.
Meski mengalami perkembangan, kondisi GBLA belum dianggap optimal untuk digunakan secara rutin dalam pertandingan.
Persib Bandung pun memilih memindahkan seluruh laga kandang sepanjang Oktober ke Stadion Si Jalak Harupat di Kabupaten Bandung.
“Manajemen PT Persib Bandung Bermartabat menyampaikan bahwa tiga pertandingan kandang Persib sepanjang Oktober 2026 akan digelar di Stadion Si Jalak Harupat (SJH), Kabupaten Bandung,” demikian keterangan resmi klub.
Baca Juga: Mariano Peralta Gas Pol! Persib Bandung Siap Hadapi Port FC di Panggung ASEAN
“Keputusan ini diambil untuk memberikan waktu bagi penyelesaian perawatan lapangan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).”
Tiga Laga Persib Bandung Pindah ke SJH
Persib Bandung akan menggunakan Stadion Si Jalak Harupat untuk tiga pertandingan kandang pada Oktober 2026.
Dua pertandingan berasal dari kompetisi Super League 2026/2027, yakni menghadapi Dewa United Banten FC pada 11 Oktober dan Persik Kediri pada 18 Oktober.
Di antara dua pertandingan tersebut, Persib Bandung juga harus menjalani pertandingan internasional di ajang AFC Champions League Two (ACL 2).
The Cong Viettel dari Vietnam dijadwalkan menjadi lawan Persib Bandung pada 14 Oktober. Dengan demikian, Stadion Si Jalak Harupat akan menjadi venue untuk tiga pertandingan kandang Persib dalam rentang satu pekan.
Padatnya agenda tersebut membuat kondisi lapangan menjadi faktor penting bagi Persib Bandung.
Dengan memindahkan seluruh pertandingan Oktober ke SJH, GBLA mendapatkan tambahan waktu untuk menjalani proses perawatan tanpa harus digunakan untuk pertandingan kompetitif.
Bagi Persib Bandung, perpindahan markas ini bersifat sementara sampai kondisi GBLA kembali memenuhi kebutuhan pertandingan.
Klub tidak menyebut perpindahan tersebut sebagai perubahan markas permanen karena GBLA tetap diproyeksikan menjadi kandang Persib Bandung setelah proses perawatan selesai.
Baca Juga: Madura United Menang 1-0 atas Persekabpas, Jose Gomes Soroti Kreativitas Pemain
Kapan Persib Bandung Kembali ke GBLA?
Manajemen Persib Bandung menargetkan proses perawatan GBLA dapat dituntaskan sepanjang Oktober 2026.
Jika pekerjaan berjalan sesuai rencana, Persib Bandung diharapkan kembali menggelar pertandingan kandang di stadion tersebut mulai November 2026.
“Berdasarkan peninjauan terhadap kondisi lapangan GBLA pada Selasa (29/9/2026), manajemen melihat perkembangan positif dalam proses perawatan yang telah berlangsung sejak bulan lalu,” lanjut keterangan resmi manajemen Persib.
“Kondisi lapangan telah menunjukkan perbaikan dibandingkan saat digunakan pada bulan sebelumnya.”
Perawatan rumput GBLA sendiri sudah berlangsung sejak Juni 2026 dan menjadi perhatian klub setelah kondisi lapangan belum mencapai standar ideal.
Perkembangan terbaru menunjukkan kerapatan rumput sudah lebih baik dibandingkan bulan lalu ketika stadion kembali digunakan untuk pertandingan Persib Bandung versus PSM Makassar.
Namun, peningkatan tersebut belum membuat manajemen mengambil risiko menggunakan GBLA secara penuh selama Oktober.
Persib Bandung ingin memastikan proses perawatan berlangsung maksimal sebelum kembali menjadikan stadion tersebut sebagai lokasi pertandingan kandang.
“Meski demikian, penyelesaian perawatan secara menyeluruh tetap menjadi perhatian agar lapangan lebih siap digunakan untuk pertandingan,” papar klub.
“Manajemen berharap proses perawatan dapat diselesaikan sepanjang Oktober 2026, sehingga Persib dapat kembali menggelar pertandingan kandang di GBLA mulai November 2026.”
Baca Juga: Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan
Bobotoh Menanti Kembali ke GBLA
Perpindahan sementara menuju Stadion Si Jalak Harupat membuat tiga pertandingan kandang Persib Bandung pada Oktober 2026 memiliki atmosfer berbeda dari biasanya.
Namun, keputusan tersebut menjadi bagian dari upaya klub memberikan waktu tambahan bagi GBLA agar proses pemulihan rumput tidak terganggu oleh agenda pertandingan.
Bagi Bobotoh, GBLA masih menjadi stadion yang diharapkan kembali menjadi rumah Persib Bandung setelah perawatan selesai.
Klub pun berharap pekerjaan selama Oktober dapat berjalan sesuai target sehingga pertandingan kandang pada November 2026 bisa kembali digelar di GBLA.
Dengan demikian, Persib Bandung setidaknya akan menjalani tiga laga kandang Oktober di Stadion Si Jalak Harupat, yakni menghadapi Dewa United Banten FC, The Cong Viettel, dan Persik Kediri.
Setelah periode tersebut, perhatian akan kembali tertuju pada perkembangan rumput GBLA dan kesiapan stadion untuk menyambut kembali Persib Bandung serta Bobotoh.
Baca Juga: Prediksi Skor Makedonia Utara vs Skotlandia di Liga Nations UEFA: The Tartan Army Menang Tipis