← Beranda
Kemenangan PSIS dan Penghormatan untuk Korban Kanjuruhan
Andre Rizal Hanafi• Senin, 5 Oktober 2026 | 00.00 WIB
Suporter PSIS Semarang turut memberikan doa atas korban Tragedi Kanjuruhan. (PSIS)
 
 

 

JawaPos.com - Panser Biru turut mengenang empat tahun Tragedi Kanjuruhan setelah pertandingan PSIS Semarang melawan Adhyaksa Bekasi FC pada pekan keempat Championship 2026/2027.

Pertandingan yang berlangsung di Stadion Jatidiri, Semarang, Sabtu (3/10), tersebut memang berakhir dengan kemenangan PSIS.

Laskar Mahesa Jenar mengamankan tiga poin setelah Miftahul Hamdie mencetak gol melalui sundulan pada menit ke-44 babak pertama.

Baca Juga: PSIS Semarang Kenang 4 Tahun Tragedi Kanjuruhan dengan Doa Bersama

Namun, perhatian kemudian tertuju pada momen setelah pertandingan. Panser Biru memberikan penghormatan kepada para korban tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada 1 Oktober 2022.

Sejumlah spanduk bertuliskan pesan untuk mengenang tragedi Kanjuruhan dibentangkan di tribun Stadion Jatidiri. Spanduk tersebut terlihat di sejumlah titik, mulai dari tribun selatan hingga tribun timur sisi tengah.

Pesan yang disampaikan melalui spanduk menjadi bagian dari penghormatan suporter PSIS kepada para korban.

Baca Juga: Prediksi Susunan Pemain PSIS vs Adhyaksa FC Bekasi: Laskar Mahesa Jenar Incar Kemenangan di Jatidiri

Empat tahun telah berlalu, tetapi tragedi tersebut masih meninggalkan kenangan mendalam bagi banyak pihak di sepak bola Indonesia.

Setelah pertandingan berakhir dan para pemain PSIS menyelesaikan anthem, seluruh pemain kemudian berkumpul di tengah lapangan.

Mereka berdiri dan mengikuti doa bersama untuk mengenang 135 korban yang meninggal dunia dalam tragedi Kanjuruhan.

Panser Biru yang berada di tribun juga mengikuti momen tersebut. Suasana Stadion Jatidiri berubah hening ketika para pemain dan suporter bersama-sama memanjatkan doa.

Baca Juga: Adhyaksa FC Dibayangi Tren Negatif, Hadapi PSIS tanpa Diperkuat 5 Pemain Pilar

Lampu stadion kemudian dimatikan. Di tengah suasana gelap, cahaya dari flash telepon seluler para suporter mulai terlihat dari tribun. Momen tersebut membuat suasana penghormatan untuk para korban terasa semakin emosional.

Setelah doa bersama selesai, Panser Biru dan Snex melanjutkan momen tersebut dengan menyanyikan lagu "Sampai Jumpa" dari Endank Soekamti.

Nyanyian suporter menggema di Stadion Jatidiri dengan cahaya flash dari ponsel yang masih menyala. Momen tersebut menjadi penutup yang penuh haru setelah PSIS meraih kemenangan.

Bagi Panser Biru, kemenangan PSIS atas Adhyaksa bukan menjadi satu-satunya cerita dari pertandingan tersebut. Tribun Jatidiri juga menjadi tempat untuk kembali mengingat para korban tragedi Kanjuruhan yang belum mendapatkan keadilan.

Baca Juga: PSIS Semarang Ungkap Kronologi Laga Kontra Persiku Batal Digelar

Empat tahun setelah peristiwa 1 Oktober 2022, penghormatan tetap diberikan melalui doa dan aksi sederhana dari tribun.

Panser Biru menunjukkan bahwa kenangan terhadap para korban masih menjadi bagian dari perjalanan sepak bola Indonesia.

Momen tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa sepak bola bukan hanya soal kemenangan dan kekalahan. Di balik pertandingan, ada nilai kemanusiaan dan rasa kehilangan yang tetap harus dikenang.

EDITOR: Edi Yulianto