← Beranda
Ketua Panser Biru Minta PSIS Semarang Evaluasi Diri Usai Kalah 1-3 dari Persiraja
Andre Rizal Hanafi• Minggu, 11 Oktober 2026 | 01.15 WIB
Ketua Panser Biru Wareng meminta evaluasi PSIS Semarang setelah kalah 1-3 dari Persiraja di Jatidiri. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Kekalahan PSIS Semarang dari Persiraja Banda Aceh di Stadion Jatidiri, Jumat malam (9/10/2026), memancing reaksi dari suporter.

Ketua Panser Biru, Kepareng yang akrab disapa Wareng, meminta tim berjuluk Laskar Mahesa Jenar itu melakukan evaluasi setelah menelan kekalahan 1-3 di kandang sendiri.

Hasil tersebut menjadi catatan kurang baik bagi PSIS yang gagal memanfaatkan dukungan suporter untuk meraih poin di hadapan publik Semarang.

Persiraja justru tampil lebih efektif dan mampu membawa pulang kemenangan setelah mencetak tiga gol, sementara tuan rumah hanya mampu membalas sekali menjelang pertandingan berakhir.

Baca Juga: Persiraja Targetkan Curi Poin di Kandang PSIS, M. Ridwan Soroti Finishing dan Mental Pemain

Persiraja langsung memberikan tekanan sejak awal pertandingan. Riski Safri membuka keunggulan tim tamu pada menit kedelapan.

Gol tersebut membuat PSIS harus bekerja lebih keras untuk mengejar ketertinggalan.

Namun, upaya tuan rumah belum membuahkan hasil sesuai harapan. Persiraja kembali mencatatkan namanya di papan skor melalui Martin Chaves pada menit ke-40. Keunggulan dua gol itu membuat posisi PSIS semakin sulit sebelum turun minum.

Baca Juga: Prediksi Skor Ipswich Town vs Fulham: Upaya The Tractor Boys Hentikan Tren Negatif

Situasi PSIS bertambah rumit setelah Ahmad Nurfiandani menerima kartu merah di penghujung babak pertama.

Keputusan tersebut diambil setelah aksinya yang menginjak kaki pemain lawan tertangkap kamera. Bermain dengan 10 orang tentu membuat pekerjaan PSIS pada babak kedua semakin berat.

Memasuki paruh kedua, Persiraja kembali menunjukkan efektivitasnya.

Rangga Bolang mencetak gol ketiga tim tamu pada menit ke-57 sekaligus memperlebar jarak menjadi 3-0.

PSIS berusaha mencari gol untuk memperkecil ketertinggalan. Upaya tersebut baru membuahkan hasil pada menit ke-88 lewat Hari Nur Yulianto.

Namun, gol itu tidak cukup untuk menyelamatkan Laskar Mahesa Jenar dari kekalahan di kandang sendiri.

Baca Juga: Prediksi PSIS vs Persiraja: Mahesa Jenar Incar Kemenangan, Laskar Rencong Berburu Poin Perdana

Hasil akhir 1-3 pun menjadi pukulan bagi PSIS dan suporter yang berharap tim kesayangannya mampu meraih hasil lebih baik.

Menanggapi kekalahan tersebut, Ketua Panser Biru Kepareng atau Wareng menyuarakan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap tim.

Melalui akun Instagram pribadinya, @Kepareng_wareng, ia mempertanyakan pihak yang harus bertanggung jawab atas hasil kurang memuaskan tersebut.

"Kalah tidak papa tapi kudu evaluasi, siapa yang perlu dievaluasi? manajemen, pelatih pemain atau panpel ?" tulis Wareng dalam unggahannya.

Baca Juga: Persiraja Siapkan 20 Pemain untuk Tantang PSIS, 3 Pemain Asing Turut Dibawa ke Semarang

Pernyataan itu menunjukkan kekecewaan Wareng terhadap hasil yang didapat PSIS. Ia tidak hanya menyoroti kekalahan, tetapi juga mendorong adanya pembenahan agar persoalan yang terjadi bisa menjadi bahan perbaikan bagi tim ke depannya.

Wareng juga mengungkapkan besarnya rasa cintanya kepada PSIS melalui unggahan lain. Ia menuliskan, "Kalah marah makan mmt pokonya saya gila karna psis".

Ungkapan tersebut menggambarkan luapan emosi seorang suporter yang tetap menaruh perhatian besar terhadap klub kebanggaannya, meski hasil pertandingan tidak sesuai harapan.

Bagi PSIS, kekalahan dari Persiraja menjadi pekerjaan rumah yang tidak bisa diabaikan.

Evaluasi terhadap performa pemain, keputusan taktis pelatih, hingga pengelolaan tim menjadi hal yang perlu mendapat perhatian sesuai dengan persoalan yang ditemukan.

Permintaan evaluasi dari Wareng juga menjadi pengingat bahwa suporter menginginkan perubahan nyata, bukan sekadar menerima hasil buruk.

PSIS perlu segera berbenah agar kekalahan di Stadion Jatidiri tidak terus membayangi perjalanan mereka di kompetisi musim ini.

EDITOR: Banu Adikara