← Beranda
Persija Kecam Aksi Penyerangan Bus EPA Persib, Minta Pelaku Diusut Tuntas
Andika Rachmansyah• Selasa, 13 Oktober 2026 | 00.12 WIB
tangkapan layar bus tim Persib Bandung U-18 diserang dan dijarah di Rest Area KM 360 Batang, Jawa Tengah, Minggu (11/10). Rombongan tim muda Persib diserang saat perjalanan pulang dari Solo menuju Bandung. Insiden tersebut mengakibatkan personel media mengalami kekerasan fisik, bus rusak, dan sejumlah koper diduga dijarah. (Istimewa)
 

 

JawaPos.com - Persija Jakarta mengecam keras aksi penyerangan terhadap rombongan tim Elite Pro Academy (EPA) Persib Bandung U-18 di Rest Area Batang, Jawa Tengah, Minggu (11/10) malam WIB. Tim berjuluk Macan Kemayoran itu mendukung penuh proses hukum agar para pelaku dapat diusut hingga tuntas. 

Insiden penyerangan itu menyebabkan bus rombongan Persib U-18 mengalami kerusakan, termasuk sejumlah kaca yang pecah akibat lemparan benda keras. Selain itu, beberapa koper milik pemain dan ofisial dilaporkan dijarah. Kemudian Media Officer Persib untuk EPA, Pandu Persada, disebut mengalami kekerasan fisik. 

Melalui pernyataan resmi di akun Instagram, Persija menyampaikan kecaman terhadap aksi yang mengancam keselamatan rombongan tim muda Persib tersebut. Klub ibu kota itu juga menyatakan keprihatinan mendalam kepada para korban, terutama mereka yang mengalami kekerasan fisik.

Baca Juga: Viking Kutuk Penyerangan Bus Persib U-18, Tobias Desak Pelaku Dihukum Tegas

“Persija mengecam keras aksi penyerangan terhadap rombongan tim Elite Pro Academy (EPA) Persib Bandung di Rest Area Batang, Jawa Tengah, pada Minggu (11/10) malam,” tulis Persija dalam akun Instagram resminya, Senin (12/10). 

Persija menilai tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan karena mengancam keselamatan pemain dan ofisial tim. Manajemen Macan Kemayoran menegaskan bahwa rivalitas antarklub seharusnya hanya berlangsung di lapangan dan tidak menjadi alasan untuk melakukan kekerasan.

​“Persija menegaskan bahwa tidak ada pembenaran apa pun bagi tindakan kekerasan, penyerangan, maupun penjarahan dengan dalih rivalitas sepak bola. Tindakan tersebut merupakan perilaku yang tidak bertanggung jawab, mencederai nilai-nilai sportivitas, serta merusak semangat persaudaraan dalam sepak bola Indonesia,” tegas Persija.

Baca Juga: Bus Persib U-18 Diserang di Batang, I.League Desak Polisi Bertindak

Pihak Macan Kemayoran juga menolak segala bentuk kekerasan yang dilakukan oleh individu dengan mengatasnamakan kelompok suporter. Persija secara khusus menyoroti pentingnya menjaga keselamatan pemain muda yang sedang meniti karier di dunia sepak bola. 

“​Persija tidak membenarkan tindakan oknum mana pun yang menggunakan nama atau identitas suporter untuk melakukan kekerasan. Rivalitas dalam sepak bola seharusnya hanya berlangsung di dalam lapangan, bukan diwujudkan melalui aksi yang mengancam keselamatan orang lain, terlebih terhadap para pemain muda yang tengah meniti masa depan mereka di dunia sepak bola,” lanjutnya. 

Persija turut mendukung agar kasus penyerangan tersebut diusut secara menyeluruh dan objektif sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Manajemen meminta pihak-pihak yang terbukti terlibat untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya tanpa ada toleransi terhadap tindakan yang merugikan orang lain.

Baca Juga: Persib Tempuh Jalur Hukum Penyerangan Bus EPA di Batang, Imbau Suporter Tak Lakukan Aksi Balasan

“​Persija mendukung agar insiden ini diusut secara tuntas, objektif, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Pihak-pihak yang terbukti terlibat harus bertanggung jawab atas perbuatannya. Tidak boleh ada toleransi terhadap aksi kekerasan yang merugikan orang lain dan mencoreng nama sepak bola Indonesia,” terang Persija. 

Persija mengajak seluruh suporter sepak bola Indonesia untuk tetap dewasa dalam memberikan dukungan kepada klub kebanggaan masing-masing. Rivalitas tidak seharusnya berujung pada tindakan yang membahayakan keselamatan orang lain, terlebih para pemain muda yang menjadi bagian dari masa depan sepak bola Indonesia.

​“Persija mengajak seluruh suporter untuk menunjukkan kedewasaan dalam mendukung klub kebanggaan. Loyalitas dan kecintaan terhadap klub tidak pernah dapat dijadikan alasan untuk menyakiti sesama,” tutup pernyataan tersebut.

Baca Juga: Wali Kota Bandung Kecam Penyerangan Pombongan Persib U-18 di Batang

Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 21.30 WIB ketika rombongan Persib U-18 dalam perjalanan menuju Bandung seusai menghadapi Garuda United di Solo dalam kompetisi Elite Pro Academy (EPA) U-18.

Insiden tersebut diduga melibatkan oknum suporter Persija, yakni The Jakmania. Dugaan itu muncul setelah Persib menyebut rombongan Persib U-18 berpapasan dengan kelompok suporter tersebut, yang sedang dalam perjalanan pulang setelah mendukung timnya bertanding di Yogyakarta.

EDITOR: Edi Yulianto