← Beranda
F1 Belum Batalkan GP Qatar dan Abu Dhabi karena Promotor Tolak Menghentikan Balapan Sesuai Jadwal
Risma Azzah Fatin• Jumat, 25 September 2026 | 16.25 WIB
F1 belum batalkan GP Qatar dan Abu Dhabi karena promotor tolak menghentikan balapan sesuai jadwal (Instagram @f1)

 

 

JawaPos.com – Keputusan mengenai pembatalan dua seri terakhir Formula 1 (F1) di Qatar dan Abu Dhabi masih tertunda karena promotor kedua balapan bersikeras mempertahankan penyelenggaraan sesuai jadwal.

Dilansir dari laman Motorsport pada Kamis (24/9), Situasi geopolitik dan konflik yang berlangsung di Timur Tengah sebelumnya memunculkan anggapan bahwa kedua balapan tersebut berpotensi dibatalkan, tetapi pihak Qatar dan Abu Dhabi menegaskan bahwa kegiatan tetap berjalan seperti biasa.

Selain itu, adanya persoalan tanggung jawab finansial antara promotor dan pemegang hak komersial F1 turut membuat keputusan pembatalan menjadi lebih rumit.

Biaya penyelenggaraan yang harus ditanggung jika balapan dibatalkan menjadi salah satu faktor penting dalam proses pengambilan keputusan, dengan biaya sanksi yang dilaporkan mencapai sekitar USD 55 juta atau sekitar Rp869 miliar untuk Qatar dan USD 40 juta atau sekitar Rp632 miliar untuk Abu Dhabi.

Namun, angka tersebut disebut masih bersifat spekulatif karena ketentuan kontrak setiap promotor berbeda, terutama untuk balapan yang mendapat dukungan negara.

Potensi kerugian juga mencakup pendapatan dari layanan perhotelan, papan iklan di lintasan, serta sponsor yang nilainya dapat melampaui biaya sanksi.

Faktor logistik turut mendesak F1 untuk segera menentukan nasib kedua balapan karena sebagian peralatan kini dikirim melalui jalur laut dan pengangkutannya ke kawasan Teluk membutuhkan waktu lebih lama.

Kondisi tersebut semakin rumit karena rute pengiriman dapat berkaitan dengan Selat Hormuz yang menjadi kawasan rawan di tengah ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat, sementara pengiriman melalui udara akan meningkatkan biaya dan emisi.

Di sisi lain, saran perjalanan dari sejumlah pemerintah belum secara langsung melarang perjalanan ke kawasan tersebut, sehingga Qatar dan Abu Dhabi masih mempertahankan posisi untuk menyelenggarakan balapan sesuai jadwal.

 

***

EDITOR: Novia Tri Astuti