JawaPos.com – Kompetisi global Go Healthy with Taiwan 2026 memasuki babak semifinal setelah memilih 20 proposal terbaik dari 832 proposal yang berasal dari 62 negara.
Sebanyak 20 tim dari 16 negara tersebut akan melanjutkan persaingan menuju tahap berikutnya. Jumlah proposal yang masuk tahun ini meningkat 30 persen dibandingkan edisi sebelumnya yang mencatat 638 proposal dari 55 negara.
Peningkatan partisipasi tersebut menunjukkan tingginya minat inovator dari berbagai negara untuk mengembangkan solusi di bidang kesehatan dan teknologi olahraga bersama industri Taiwan.
Dari 20 semifinalis, sebanyak 11 proposal masuk kategori Smart Healthcare atau layanan kesehatan cerdas. Sementara sembilan proposal lainnya berada dalam kategori Sport Tech & Cycling yang mencakup teknologi olahraga dan bersepeda.
Para semifinalis berasal dari Australia, Brasil, Kanada, Etiopia, Prancis, India, Israel, Jepang, Malawi, Selandia Baru, Filipina, Polandia, Spanyol, Tunisia, Ukraina, dan Amerika Serikat.
Sebanyak 70 persen semifinalis merupakan perusahaan yang produknya telah dipasarkan. Sementara itu, perusahaan kecil dan menengah menyumbang 45 persen dari total tim yang lolos ke babak semifinal.
Fokus pada kesehatan hingga keselamatan olahraga
Beragam inovasi yang diajukan dalam kompetisi tersebut berfokus pada empat bidang utama. Yakni deteksi dini penyakit, perluasan akses layanan kesehatan, pencegahan cedera dan peningkatan keselamatan olahraga, serta dukungan terhadap kemandirian masyarakat lanjut usia.
Pada kategori Smart Healthcare, sejumlah peserta mengembangkan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI). Teknologi tersebut digunakan untuk mendeteksi risiko penyakit jantung, menganalisis citra medis otak, hingga mengidentifikasi kelainan pada kulit.
Salah satunya Neodocs dari India. Perusahaan tersebut mengembangkan teknologi yang memungkinkan pembacaan strip tes urine menggunakan ponsel pintar. Teknologi itu ditujukan untuk membantu skrining penyakit ginjal hanya dalam waktu sekitar 30 detik.
Inovasi untuk memperluas akses layanan kesehatan juga datang dari Cardiac Centre Ethiopia. Mereka mengembangkan sistem pendukung keputusan klinis yang tetap dapat digunakan tanpa koneksi internet.
Sementara itu, PragmaClin Research dari Kanada memanfaatkan kamera tiga dimensi dan AI untuk mengukur gejala penyakit Parkinson. Teknologi tersebut juga dirancang agar dapat digunakan oleh pasien yang tinggal di wilayah perdesaan.
Pada kategori Sport Tech & Cycling, inovasi yang dikembangkan meliputi analisis gerakan secara langsung, teknologi pencegahan cedera atlet, hingga pemanfaatan sensor pintar pada sepeda listrik.
Sementara untuk mendukung kemandirian lansia, para peserta mengembangkan berbagai teknologi. Di antaranya perangkat untuk mendeteksi penderita demensia yang berjalan tanpa arah, rekomendasi latihan fisik yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna, serta kursi roda lipat berukuran ringkas.
Semifinalis dapat pendampingan pakar
Penyelenggara menyebut seluruh proposal yang lolos menggunakan produk atau teknologi dari Taiwan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membantu mengembangkan inovasi dari tahap purwarupa hingga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Sebanyak 20 semifinalis akan mendapatkan pendampingan individual dari para pakar industri untuk menyempurnakan proposal mereka sebelum memasuki tahap seleksi berikutnya,” tulis pernyataan penyelenggara.
Enam finalis akan diumumkan pada awal November 2026. Mereka kemudian diundang ke Taiwan untuk mempresentasikan proposal secara langsung.
Dari enam finalis tersebut, tiga tim akan ditetapkan sebagai pemenang. Masing-masing pemenang berhak mendapatkan hadiah sebesar USD 30 ribu.
Kompetisi Go Healthy with Taiwan 2026 diselenggarakan International Trade Administration (TITA), Kementerian Urusan Ekonomi Taiwan, dan dilaksanakan Taiwan External Trade Development Council (TAITRA).
Pada edisi tahun ini, kompetisi mengusung tema “Designing Healthier Futures Together” atau “Bersama Merancang Masa Depan yang Lebih Sehat”.