JawaPos.com – Toprak Razgatlioglu mengungkapkan bahwa musim debutnya yang sulit di MotoGP mengingatkannya pada masa-masa berat pada 2018 ketika berkompetisi di WorldSBK.
Dilansir dari laman Crash pada Rabu (30/9), Pembalap asal Turki tersebut kesulitan menunjukkan performa di lini depan bersama Kawasaki hingga beberapa kali hanya mampu finis di posisi kesembilan, ke-10, atau ke-12.
Situasi tersebut membuat Razgatlioglu sempat meragukan kemampuannya dan bahkan mempertimbangkan untuk berhenti balapan.
Razgatlioglu mengatakan situasinya berubah setelah berhasil meraih podium di Donington Park pada 2018, yang membuatnya kembali percaya terhadap potensinya sebagai pembalap.
Setelah itu, ia berkembang menjadi salah satu pembalap terkemuka WorldSBK dengan mengoleksi 78 kemenangan dan tiga gelar juara dunia.
Namun, pengalaman tersebut membuat hasil kurang memuaskan pada musim debutnya di MotoGP terasa lebih berat baginya karena ia sebelumnya terbiasa meraih kemenangan dan gelar juara.
Pada musim debutnya bersama Yamaha, Razgatlioglu masih kesulitan memaksimalkan performa motor V4, terutama ketika menggunakan ban belakang lunak Michelin.
Razgatlioglu menilai kecepatan dengan ban medium lebih mudah dikendalikan, sedangkan dirinya masih belum memahami batas kemampuan ban lunak untuk mendapatkan potensi maksimal.
Dengan tujuh putaran dan 14 balapan tersisa, Razgatlioglu masih memiliki kesempatan mengejar target finis di posisi 10 besar sebelum MotoGP memasuki era 850 cc dengan ban Pirelli.