JawaPos.com – Aryna Sabalenka menyatakan dirinya merasa lebih segar menjelang kembali bertanding pada China Open setelah kehilangan posisi sebagai petenis nomor satu dunia.
Dilansir dari laman Flashscore pada Kamis (1/10), Petenis Belarus tersebut menduduki peringkat teratas selama 99 minggu sebelum posisinya digantikan Elena Rybakina dari Kazakhstan, yang juga mengalahkannya pada final US Open bulan ini.
Sabalenka belum meraih gelar sejak Maret dan untuk pertama kalinya sejak 2022 berpeluang mengakhiri musim tanpa gelar Grand Slam.
Sabalenka mengatakan kondisi fisik dan mentalnya mulai membaik saat tampil di US Open setelah mengalami periode sulit pada pertengahan musim.
Sabalenka mengaku kembali menikmati tenis setelah merasa lebih sehat dan kuat, sementara minimnya pertandingan dalam beberapa waktu terakhir membuatnya merasa lebih bugar.
Pada China Open, Sabalenka yang tahun lalu absen karena cedera akan memulai perjuangannya meraih gelar pertama di Beijing dari babak 64 besar.
Sabalenka menjadi unggulan kedua China Open di bawah Rybakina yang menempati unggulan pertama dalam turnamen tersebut.
Kembalinya Sabalenka menjadi kesempatan untuk membangun kembali performanya setelah kehilangan posisi teratas dalam peringkat dunia.
Dengan kondisi fisik dan mental yang disebutnya lebih baik, Sabalenka siap menjalani pertandingan pertamanya setelah jeda kompetisi.