← Beranda
PGI Jatim Bahas Strategi Merebut Medali dalam PON 2028
Narendra Prasetya• Minggu, 4 Oktober 2026 | 20.40 WIB
PGI Jatim bahas strategi menuju ke PON 2028, dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda), di Bukit Darmo Golf (BDG), Surabaya, Sabtu (3/10). (Istimewa)

 

JawaPos.com - Kegagalan Jatim merebut satu pun medali dari cabor golf saat Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024, membuat Pengurus Provinsi Persatuan Golf Indonesia (Pengprov PGI) Jatim kali ini berbenah.

PGI Jatim juga sudah membahas strategi menuju ke PON 2028, dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda), yang digelar di Bukit Darmo Golf (BDG), Surabaya, Sabtu (3/10).

Perbedaan regulasi di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) dan PON jadi salah satu pembahasan. 

Baca Juga: Weekend Padel Club Gairahkan Iklim Turnamen di Padel& Surabaya

Di Porprov Jatim, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jatim di dalam regulasinya membatasi usia atlet maksimal 25 tahun.

Padahal, regulasi PON tidak memberi batasan usia. Batasan hanya ada di status pro dan amatir. 

Ketua PGI Jatim M Rizal mengungkap potensi atlet golf Jatim yang di usia 25 tahun ke atas banyak bermunculan di daerah.

Baca Juga: Turnamen Anniversary Metro Golf Club Surabaya yang Benar-Benar Golf

"Kami berharap bisa lebih dari 25 tahun," sebut Rizal. Dia menyebut, ada daerah yang punya pegolf berusia 38 tahun dan masih kompetitif. 

Rizal pun ingin regulasi Porprov dapat disesuaikan dengan kebutuhan pembinaan pegolf junior.

Atlet yang usianya di atas 25 tahun, biasanya punya kematangan dari sisi mental bertanding dan jiwa kompetitif.

"Porprov ini kan wilayahnya KONI Jatim, dan mereka punya mekanisme sendiri terkait batasan umur," lanjut Rizal. 

Selain terkait regulasi usia di Porprov, PGI Jatim pun mulai memetakan kekuatan atlet di daerah.

Pembinaan di kabupaten dan kota akan jadi bagian dari proses pemantauan performa atlet.

Baca Juga: Lahir WGM Baru, Percasi DKI Targetkan Cetak 4 Grandmaster Lewat Kejurda 2026

Termasuk pegolf yang sedang menjalani studi di luar negeri. 

Konsistensi performa, stabilitas permainan, dan perkembangan atlet yang jadi perhatian untuk menentukan pegolf yang akan menjadi wakil Jatim.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah