JawaPos.com - Carlos Alcaraz menilai perubahan format pertandingan Grand Slam putra dari lima set menjadi tiga set dapat menghancurkan warisan empat turnamen terbesar tenis.
Dilansir dari laman Flashscore pada Minggu (4/10), petenis peringkat ketiga dunia itu menegaskan format lima set merupakan bagian penting yang membuat Grand Slam berbeda dan memiliki nilai historis.
Menurut Alcaraz, format itu telah digunakan sejak awal penyelenggaraan Grand Slam dan tidak seharusnya diubah. Ia menyampaikan pandangan ini saat tampil di Japan Open di Tokyo pada Rabu.
Perdebatan mengenai format pertandingan Grand Slam mencuat setelah sejumlah pihak mempertimbangkan cara mengurangi beban pertandingan dan mencegah laga berakhir hingga dini hari.
Baca Juga: Laver Cup Soroti Carlos Alcaraz sebagai Aset Penting Tenis yang Perlu Dipertahankan
Alcaraz sebelumnya mendukung langkah untuk mencegah pertandingan berlangsung terlalu larut, tetapi ia menilai pemangkasan format pertandingan bukan solusi yang tepat.
Novak Djokovic sebelumnya mengusulkan format tiga set pada babak awal Grand Slam, sedangkan Tennis Australia menyatakan tenis lima set tetap akan dipertahankan meski inovasi terus dibahas.
Alcaraz justru meminta perhatian lebih besar diberikan kepada kalender tenis yang berlangsung hampir sepanjang tahun.
Alcaraz menilai jumlah turnamen yang harus dijalani pemain secara beruntun perlu dikurangi agar beban kompetisi lebih terkendali.
Alcaraz mengaku akan mengurangi frekuensi bertanding dan menghindari mengikuti terlalu banyak turnamen secara berturut-turut dalam satu musim.
Pernyataan itu disampaikan setelah Alcaraz sempat absen hampir lima bulan akibat cedera pergelangan tangan sebelum kembali bertanding di New York.
Menurut Alcaraz, perubahan kalender lebih penting dilakukan daripada mengubah format lima set yang menjadi bagian dari identitas Grand Slam.
Baca Juga: Carlos Alcaraz Bawa Eropa Unggul 3-1 Usai Menang Ganda dengan Jakub Mensik di Laver Cup 2026