JawaPos.com – Kumpulan pewarta basket yang tergabung dalam Jurnalis Suka dan Peduli Olahraga (Jusraga) menggelar diskusi bertajuk Satu Ekosistem Basket Indonesia: Pembinaan, Liga, Industri dan Prestasi.
Forum itu membahas ekosistem basket nasional secara menyeluruh. Mulai dari pembinaan pemain, format kompetisi, industri, hingga prestasi tim nasional putra.
Sekjen DPP Perbasi Nirmala Dewi menyambut positif forum tersebut. Menurut dia, komunikasi menjadi kunci membangun ekosistem yang sehat.
Baca Juga: Jadwal Lengkap Latihan hingga Balapan Resmi MotoGP 2026 di Mandalika
"Ini penting juga buat kita untuk menerima masukan, dan kemudian kita juga memberikan informasi. Karena tidak ada organisasi yang sukses kalau komunikasinya tidak baik," ujar Nirmala.
"Ini merupakan bagian dari wadah komunikasi antara kita sebagai federasi dengan teman-teman media atau dengan semua pencinta basket yang ada di ruangan ini," imbuh dia.
Senada, Direktur Utama IBL Junas Miradiarsyah menilai media adalah stakeholder penting dalam perkembangan basket nasional. Selain liga dan federasi, ada klub, pemain, dan elemen lain yang saling terkait.
Baca Juga: Cerita Unik dari Mandalika: Toprak Razgatlioglu Beli Bensin Eceran hingga Makan Ketoprak
"Peran serta media menurut saya adalah salah satu stakeholder yang penting. Media punya peranan penting untuk membangun persepsi publik bahwa olahraga bola basket itu terus melangkah maju," kata Junas.
Dia menegaskan, IBL memiliki tanggung jawab mendukung program federasi.
"Kami sebagai IBL punya satu peran untuk mendukung federasi, dan harus kita dukung untuk menciptakan prestasi nasional yang terbaik yang diinginkan," tegas Junas Miradiarsyah.
Soroti Format Kompetisi dan Pemain Asing
Diskusi juga menyoroti format kompetisi home-away dalam beberapa musim terakhir dan dampaknya bagi klub.
Salah satu poin krusial adalah regulasi pemain asing IBL 2027.
Musim depan, setiap klub hanya boleh memainkan maksimal dua pemain asing di lapangan.
Baca Juga: Ubed Investasikan Apresiasi untuk Bangun GOR di Sampang
Kebijakan itu diharapkan memberi menit bermain lebih besar bagi pemain lokal.
Isu pembinaan usia muda juga mengemuka.
Regenerasi dianggap harus disambungkan langsung ke ekosistem IBL agar stok pemain timnas lebih melimpah.
Baca Juga: PBSI Beri Apresiasi Rp 4,5 Miliar Kepada Peraih Medali Asian Games 2026
Owner RANS Simba Bogor Norman Sebastian berharap forum seperti ini mendorong basket tidak hanya berprestasi, tapi juga menjadi industri.
Legenda basket nasional Fictor Roring dan Wahyu Widayat Jati menekankan pentingnya peran pemain lokal. Mereka ingin kompetisi berjalan panjang dan konsisten.
Pandangan serupa disampaikan pemerhati basket Augie Fantinus, Udjo Project Pop, dan Bima Marzuki.
Baca Juga: Veda Ega dan Marc Marquez Sapa Warga NTB
Mereka sepakat, IBL harus menjadi wadah pemain lokal berkembang sekaligus fondasi timnas.
Pemerhati basket Bima Marzuki menegaskan pentingnya proteksi pemain lokal lewat regulasi.
"IBL dan Perbasi perlu mempelajari success story proteksi pemain lokal lewat regulasi di liga China, Korsel, Taiwan bahkan liga Spanyol. Kalau mereka bisa kenapa kita nggak bisa?" kata Bima.