← Beranda
MotoGP: Marc Marquez Hadapi Rekor Buruk di Mandalika, Waspadai Ancaman Aprilia
Rizka Perdana Putra• Jumat, 9 Oktober 2026 | 17.32 WIB
Marc Marquez menghadapi tantangan berat di MotoGP Mandalika. Rekor buruk di balapan utama dan ancaman Aprilia menjadi pekerjaan rumah bagi Ducati. (Dok. Instagram/@marcmarquez93)

JawaPos.com – Marc Marquez akan menghadapi dua tantangan sekaligus di Grand Prix Indonesia 9-11 Oktober akhir pekan ini. Bukan hanya dibayang-bayangi rekor buruk tak pernah finis. Juara dunia MotoGP tujuh kali itu juga harus menghadapi Aprilia yang diprediksi lebih unggul di Sirkuit Mandalika.

Selama empat kali tampil di Mandalika, Marquez hanya mampu mengumpulkan sebelas poin. Itu didapat dari dua sesi sprint pada 2024 dan 2025. Sisanya, pembalap Ducati itu belum pernah sekalipun menyentuh garis finis saat balapan utama.

Musim lalu bahkan menjadi titik terburuk. Marquez terlibat insiden dengan pembalap Aprilia Marco Bezzecchi pada lap pertama. Kecelakaan itu membuat Marc mengalami cedera pada tulang coracoid dan ligamen bahu kanan.

Marc tak hanya mengakhiri musim lebih cepat. Tetapi, dia juga harus menerima kenyataan bahwa kekuatan lengan kanannya—terutama pada otot bisep—hanya tersisa sekitar 50 persen dari kapasitas normal.

Kondisi itu merupakan akumulasi dari berbagai cedera dan operasi yang dialaminya dalam beberapa tahun terakhir.

Namun, memori buruk itu juga lah yang berusaha dia ubah akhir pekan ini.

“Indonesia bukan trek terbaik saya. Saya belum pernah menyelesaikan balapan utama di sini. Karena itu, target utama kami bersama tim adalah mengubah catatan tersebut dan menjalani akhir pekan dengan hasil bagus,” ujar Marquez dikutip dari laman resmi Ducati Lenovo Team.

Baca Juga: Lionel Messi Jadi Anggota Kehormatan River Plate, Meski Tak Pernah Membela Klub

GP26 Juga Tak Ramah

Problem Marquez tidak berhenti pada catatan pribadi. Aprilia, yang menjadi pesaing utama Ducati musim ini, juga menjadi ancaman di Mandalika. Tahun lalu, Marco Bezzecchi mampu menguasai kualifikasi dan sprint.

Pembalap KTM Pedro Acosta pun menempatkan Aprilia sebagai favorit utama.

“Marco menunjukkan kecepatan yang luar biasa sepanjang akhir pekan tahun lalu. Menurut saya, jika tidak mengalami kecelakaan pada Minggu, dia seharusnya bisa memenangkan balapan dengan keunggulan yang cukup jauh,” ujar Acosta dikutip dari Crash.

Ducati Belum Menyerah

Di sisi lain, Ducati memang mampu merebut kemenangan tahun lalu lewat rider tim satelit Gresini, Fermin Aldeguer. Itu menjadi kemenangan pertama pembalap 21 tahun tersebut di MotoGP. Namun, ketika itu Aldeguer masih menggunakan Desmosedici versi lama.

Manajer tim Ducati Davide Tardozzi bersikap realistis.

“Mandalika memang bukan trek yang paling cocok untuk motor kami. Saya pikir kehilangan 10 atau 12 poin masih bisa dianggap sebagai hasil yang tidak terlalu buruk,” ujar Tardozzi kepada TNT Sports setelah GP Jepang pekan lalu.

“Namun, kami tetap datang ke sana untuk menang,” tegasnya. 

 

EDITOR: Hendra