← Beranda
Kebun Binatang Surabaya Terapkan Parkir Non-Tunai, Tarif Tetap Rp 5 Ribu
Novia Herawati• Rabu, 15 April 2026 | 04.23 WIB
Ilustrasi antrean parkir digital di Kebun Binatang Surabaya (KBS). (Novia Herawati/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Salah satu tempat wisata dan rekreasi favorit masyarakat Kota Pahlawan, yakni Kebun Binatang Surabaya (KBS) menerapkan sistem parkir digital atau pembayaran non tunai.

Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia (SDM) KBS, Muhammad Nahroni, menyebut sistem parkir digital di KBS telah dimulai sejak pertengahan Maret 2026. Tujuannya untuk meningkatkan transparansi layanan parkir.

"Jadi di Kebun Binatang Surabaya (parkir digital) kita mulai tanggal 16 Maret 2026, sebelum event Lebaran (Hari Raya IdulFitri) itu dari teman-teman Dishub sudah koordinasi dengan kami," tutur Nahroni, Selasa (14/4).

Baca Juga: Nadiem Makarim Sampaikan Permohonan Maaf, Merasa Berat Jalani 7 Bulan di Tahanan

Sebelum diterapkan parkir digital, pihak KBS telah berkoordinasi intensif dengan pihak terkait, termasuk sosialisasi kepada pengunjung. Nahroni menyebut sistem parkir digital di KBS berjalan lancar tanpa kendala.

"Kemarin waktu kita implementasi awal, alhamdulillah tidak ada kendala. Terkait tarif tidak ada perubahan, tetap sama, yakni tarif sepeda motor Rp 5 ribu dan mobil Rp 10 ribu, sengan sistem flat," imbuhnya.

Selain itu, sistem pembayaran non-tunai yang diterapkan cukup fleksibel karena dapat menggunakan berbagai metode pembayaran digital. "QRIS bisa, pakai e-money semua juga bisa di kami," ucap Nahroni.

Respons pengunjung terhadap sistem parkir digital juga cenderung positif. Namun, ia mengakui saat kondisi ramai, transaksi menggunakan QRIS memerlukan waktu lebih lama dibanding metode pembayaran lainnya.

Baca Juga: Kalah dari Persija Jakarta, Gali Freitas Bakal Tingkatkan Performanya saat Persebaya Hadapi Madura United

"Kita sudah koordinasi dengan teman-teman Dishub, ketika nanti pengunjung ramai, kita akan tambah alat sehingga kita gunting kayak di tol seperti itu. Secara implementasi tidak ada kendala," terangnya.

Sebagai informasi, pada libur Nyepi dan Idulfitri 2026, KBS mencatat sekitar 40 ribu pengunjung. Mayoritas merupakan keluarga yang datang bersama anak-anak untuk menikmati wisata dan mengenal satwa secara langsung.

Akses utama pengunjung masih melalui pintu utama dan pintu 12. Sementara itu, Tunnel TIJ - KBS berkontribusi besar, menyumbang sekitar 40 - 49 persen dari total arus kunjungan ke kawasan tersebut. 

EDITOR: Bintang Pradewo