JawaPos.com - RSUD Dr. Soetomo mengamankan dan mengirimkan sampel makanan yang dikonsumsi peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) untuk menjalani pemeriksaan di sejumlah laboratorium.
Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengetahui penyebab munculnya gangguan kesehatan yang dialami peserta kegiatan pra-pendidikan (Pradik) PPDS setelah mengonsumsi nasi kotak pada Senin (28/9).
Dirut RSUD dr Soetomo, Prof. Dr. dr. Cita Rosita SpKK(K) mengatakan sampel makanan telah dikirimkan untuk pemeriksaan di Laboratorium Forensik (Labfor), Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas), dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Baca Juga: PP PMKRI Resmi Dilantik, Tegaskan Gerakan dalam Spirit Nota Pastoral KWI
“Soetomo telah melakukan pengamanan dan pengiriman sampel makanan serta pemeriksaan penunjang terkait ke Labfor, Labkesmas, dan juga BPOM untuk mengetahui penyebab kejadian,” kata Prof Cita dalam konferensi pers, Selasa (29/9).
Prof Cita menegaskan, hingga saat ini pihak rumah sakit belum dapat memastikan penyebab gangguan kesehatan yang dialami peserta.
Karena itu, kejadian tersebut masih disebut sebagai dugaan keracunan atau gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan.
Menurut dia, kesimpulan terkait penyebab kejadian harus didasarkan pada hasil pemeriksaan laboratorium.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Sagittarius Besok Rabu 30 September 2026: Jaga Fokus Tanpa Membebani Diri
“Sampai saat ini, penyebab pasti belum dapat disimpulkan. Oleh karena itu, kejadian ini masih disebut sebagai dugaan keracunan atau gangguan kesehatan setelah konsumsi makanan, sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium,” ujarnya.
Berdasarkan pendataan terakhir, sebanyak 178 orang melaporkan mengalami gejala. Jumlah tersebut terdiri atas 172 peserta Pradik PPDS dan enam karyawan RSUD Dr. Soetomo yang turut mengonsumsi makanan tersebut.
Keluhan yang dilaporkan antara lain mual, muntah, diare, pusing, serta gangguan kesehatan lainnya. Sebanyak 12 orang sempat mendapatkan penanganan di fasilitas kesehatan, yakni delapan orang di IGD RSUD Dr. Soetomo, satu orang di Rumah Sakit Husada Utama (RSHU), dan tiga orang di RSUD dr. M. Soewandhie.
Namun, Prof Cita menyebut seluruh pasien yang sebelumnya mendapatkan perawatan telah diperbolehkan pulang karena kondisi mereka membaik.
“Sekarang sudah tidak ada lagi yang dirawat di rumah sakit. Jadi gejala-gejala sudah membaik semua dan kami terus melakukan pemantauan,” katanya.
Selain pemeriksaan laboratorium, RSUD Dr. Soetomo juga telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Surabaya dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur terkait kejadian tersebut.
Pihak rumah sakit bersama FK Unair juga masih melakukan pemantauan terhadap kondisi peserta dan petugas yang mengalami keluhan.
Baca Juga: Haviza Devi Anjani Berduka, Sang Ayahanda Tutup Usia
Sementara itu, kegiatan Pradik PPDS pada Selasa (29/9) diliburkan sementara sebagai langkah kehati-hatian. Kelanjutan kegiatan Pradik akan dibahas lebih lanjut berdasarkan hasil koordinasi dan perkembangan kondisi peserta.
Prof Cita menegaskan pihaknya belum dapat memastikan apakah makanan menjadi penyebab gangguan kesehatan tersebut sebelum hasil pemeriksaan laboratorium keluar.
“Kami tentu tidak bisa berandai-andai sebelum ada hasil laboratorium,” tandasnya.