JawaPos.com - Menu nasi kotak yang dikonsumsi peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) dalam kegiatan pra-pendidikan (Pradik) di RSUD Dr. Soetomo akhirnya terungkap.
Nasi kotak tersebut berisi rendang, telur rebus, sayur, dan acar. Makanan itu dikonsumsi peserta saat kegiatan Pradik di Gedung Pusat Diagnostik Terpadu (GPDT) lantai 7 RSUD Dr. Soetomo, Senin (28/9).
Dirut RSUD dr Soetomo, Prof. Dr. dr. Cita Rosita SpKK(K) mengatakan dirinya mendapat informasi bahwa sebagian peserta yang hanya mengonsumsi telur dan sayur tidak mengalami keluhan kesehatan. Namun, dia menegaskan informasi tersebut belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan makanan tertentu sebagai penyebab gangguan kesehatan yang dialami peserta.
“Jadi kalau dari kawan-kawan yang vegetarian, yang makan telur dan sayur itu aman. Mungkin, mungkin tadi pengolahan dari daging ya mungkin, tapi kami tentu tidak bisa memastikan sebelum ada hasil lab. Jadi itu hanya dugaan,” kata Cita dalam konferensi pers pada Selasa (29/9).
Prof Cita menjelaskan hingga saat ini pihak rumah sakit masih menyebut kejadian tersebut sebagai dugaan keracunan atau gangguan kesehatan setelah konsumsi makanan. Penyebab pastinya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
RSUD Dr. Soetomo telah mengamankan sampel makanan dan mengirimkannya untuk pemeriksaan di sejumlah lembaga, yakni Laboratorium Forensik (Labfor), Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas), dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Berdasarkan pendataan terakhir, sebanyak 178 orang mengalami keluhan setelah mengonsumsi makanan tersebut. Mereka terdiri atas 172 peserta Pradik PPDS dan enam karyawan RSUD Dr. Soetomo yang turut menyantap nasi kotak.
"Keluhan yang dilaporkan antara lain mual, muntah, diare, pusing, dan gangguan kesehatan lainnya," katanya.
Sebanyak 12 orang sempat mendapatkan penanganan di fasilitas kesehatan. Delapan orang ditangani di IGD RSUD Dr. Soetomo, satu orang di Rumah Sakit Husada Utama, dan tiga orang di RSUD dr. M. Soewandhie.
Namun, seluruh pasien yang sebelumnya mendapatkan perawatan telah diperbolehkan pulang setelah kondisi mereka membaik.
Sementara itu, Koordinator Media dan Branding PHMP Unair, Gesang Manggala, memastikan nasi kotak tersebut bukan berasal dari Dapur FK Unair.
“Bisa kami pastikan bahwa makanannya bukan berasal dari Dapur FK Unair sebagai institusi, tapi dari penyedia pihak luar,” kata Gesang.
Pihak Unair juga belum dapat menentukan tindak lanjut terhadap penyedia makanan tersebut. Evaluasi dan langkah selanjutnya akan dilakukan setelah hasil pemeriksaan laboratorium diketahui.
Sebagai langkah kehati-hatian, kegiatan Pradik PPDS pada Selasa (29/9) diliburkan sementara. Kelanjutan kegiatan yang dijadwalkan berlangsung hingga 2 Oktober akan dibahas lebih lanjut berdasarkan hasil koordinasi dan pemantauan kondisi peserta.