← Beranda
Edubia Bawa Bahasa Madura dan Ludruk ke Les Privat Surabaya
ARM• Sabtu, 3 Oktober 2026 | 22.48 WIB
Warga Surabaya dapat belajar bahasa Madura, bahasa Osing, bahasa Jawa, aksara Pegon, kaligrafi aksara Jawa, ludruk, tari Remo, hingga gamelan, bersama tutor yang datang ke rumah. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Memasuki Bulan Bahasa dan Sastra yang diperingati setiap Oktober, Edubia menyoroti deretan kelas privat bahasa daerah dan seni pertunjukan Jawa Timur di dalam katalognya.

Warga Surabaya dari segala usia dapat belajar bahasa Madura, bahasa Osing, bahasa Jawa, aksara Pegon, kaligrafi aksara Jawa, ludruk, tari Remo, hingga gamelan bersama tutor yang datang ke rumah.

Edubia adalah layanan les privat Surabaya yang mendatangkan tutor ke rumah peserta atau mengajar secara daring, dengan satu tutor untuk satu peserta dari segala usia.

Jaringannya mencakup 2.500+ tutor yang telah mendampingi 1.200+ siswa, dengan rating 4,9 dari 1.200 ulasan. Layanannya menjangkau 31 kecamatan di Kota Surabaya dan 18 kecamatan di Kabupaten Sidoarjo.

Kelas bahasa daerah dan seni itu berada di antara 292 program dalam katalog Edubia, yang juga memuat calistung, mata pelajaran SD sampai SMA, persiapan UTBK, dan

seleksi CPNS. Pesertanya beragam. Pelajar yang menempuh muatan lokal bahasa Jawa berlatih di kelas yang sama bentuknya dengan kelas bagi mahasiswa dan pekerja yang ingin lancar berbahasa krama.

Warga yang ingin menyapa kerabat di Banyuwangi dalam bahasa Osing, atau bercakap dengan tetangga dan pedagang langganan dalam bahasa Madura, memulai dari kebutuhan bicara mereka sendiri.

“Bahasa daerah di Surabaya hidup di ruang tamu, di pasar, dan di sambungan telepon dengan keluarga. Karena itu tiap kelas kami mulai dari orang yang ingin diajak bicara oleh peserta, lalu tutor menyusun latihannya dari sana,” kata Daniel Henry Yulianto, Learning Manager Edubia.

Layanan les privat Edubia mendatangkan tutor ke rumah peserta atau mengajar secara daring, dengan satu tutor untuk satu peserta di Surabaya. (Istimewa)
Layanan les privat Edubia mendatangkan tutor ke rumah peserta atau mengajar secara daring, dengan satu tutor untuk satu peserta di Surabaya. (Istimewa)

 

Cara mengajarnya mengikuti watak tiap bahasa. Di kelas bahasa Madura, latihan menyimak didahulukan sebelum latihan mengucap, dan empat pasang bunyi berembusan dilatih satu per satu.

Bahasa Madura memiliki ragam yang berlainan antara Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep, sehingga asal daerah tutor disampaikan sebelum sesi pertama dijadwalkan. Peserta pun tahu ragam mana yang akan ia dengar setiap pekan.

Kelas bahasa Osing menempuh jalan serupa. Tutor menyusun daftar kata dari rekaman keluarga peserta sendiri, dimulai dari kata ganti, sapaan, dan panggilan kerabat yang paling sering muncul dalam percakapan telepon.

Ludruk, kesenian yang lekat dengan Surabaya, diajarkan dengan tutor yang berperan sebagai lawan main sepanjang sesi.

Peserta menyusun kidungan dari kejadian sepekan terakhir, lalu berlatih memilih sapaan koen, sampeyan, atau panjenengan sesuai tokoh yang sedang dibawakan.

“Ludruk dan bahasa Madura membutuhkan lawan bicara yang menanggapi saat itu juga. Format privat memberi peserta seorang tutor yang seluruh perhatiannya tertuju pada bunyi, irama, dan pilihan kata peserta itu,” ujar Daniel.

Rentang usia pesertanya lebar. Kelas aksara Pegon, misalnya, menerima peserta dari usia sekolah hingga lansia, termasuk mereka yang ingin membaca kitab berharakat dan menulis catatan sendiri dalam huruf Pegon.

“Kami menerima peserta dari usia sekolah sampai dewasa. Isi kelas ditentukan oleh tujuan peserta itu sendiri, entah menuntaskan muatan lokal di sekolah, tampil di panggung kampung, atau bercakap lancar dengan keluarga besar,” tutur Daniel.

Biaya kelas bahasa Jawa, Madura, dan Osing dimulai dari Rp 102.900 per sesi 60 menit. 

Kelas ludruk dimulai dari Rp 303.800 per sesi 90 menit, sudah termasuk perjalanan tutor ke rumah peserta.

Sesi dapat dijadwalkan setiap hari pukul 07.00 hingga 21.00 WIB, dan peserta yang merasa kurang cocok dengan tutornya dapat meminta pengganti tanpa biaya tambahan.

Pendaftaran dilakukan melalui situs resmi Edubia. Setelah itu tim Edubia mencocokkan tutor dengan kecamatan tempat tinggal, jadwal, dan tujuan belajar tiap peserta, baik untuk sesi di rumah maupun sesi daring.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah